Pekan sesudah penandatanganan, manajer menyerahkan rencana kerja yang telah diperbarui. Ia membandingkan pekerjaan bertahap dengan pembukaan dua sayap sekaligus. Pilihan paralel dapat mempersingkat waktu, tetapi kehilangan pemasukan serta pengalihan tamu mengurangi keuntungan yang terlihat dari biaya kontraktor. Tim memilih bertahap, dengan tambahan fasilitas acara tetap mempunyai pilihan alternatif pada batas konfirmasi yang sudah dibuat.
Davina membaca bersama penasihat, menanyakan satu bagian cadangan yang belum memisahkan pemindahan bahan dari pekerjaan inti. Manajer memberi rincian, lalu pihak yang berwenang menerima rencana terbaru. Dokumen izin yang dipersyaratkan telah diperbarui dan salinannya diperiksa bersama hasil peninjauan persiapan teknis. Area kerja serta akses tamu sudah dinilai untuk tahap yang akan dibuka. Semua bukti syarat awal dikirim kepada Arman sebelum permintaan pencairan diproses.
Pada Kamis, sesudah kelengkapan itu diterima dan dikonfirmasi, keuangan melaporkan dana pertama benar masuk ke rekening proyek. Jumlahnya sesuai perjanjian. Davina melihat pemberitahuan berikut bukti pemenuhan, merasa lega rencana yang telah disetujui kini dapat dijalankan. Penilaian berikutnya tetap memerlukan kemajuan yang dapat diperiksa; dana yang sudah masuk tidak menjadi alasan menutup mata bila pekerjaan kemudian perlu berhenti.
Jumat, ia datang melihat persiapan lokasi bersama Devon. Manajer menunjukkan satu bagian hotel yang akan ditutup sementara sayap lain tetap melayani tamu. Bahan telah ditempatkan pada ruang penyimpanan baru setelah letak awal ternyata mengganggu jalur. Biaya pemindahan masuk rencana yang baru diterima. Davina melihat petunjuk arah, lalu mengikuti staf melewati jalur yang akan dipakai orang membawa perlengkapan layanan.
'Kalau orang datang dari sini, petunjuknya terlihat?' tanyanya.
Staf berjalan kembali untuk mencoba, kemudian menunjuk papan yang tertutup pintu ketika terbuka. Manajer meminta dipindahkan sebelum penutupan area dilakukan. Devon tidak memberi ceramah panjang kepada semua orang. Ia membantu menahan pintu saat staf menunjukkan masalah, kemudian mendengar tempat yang lebih berguna. Perubahan kecil itu selesai sebelum tamu harus berhenti untuk bertanya di tengah jalur sempit.
Di ruang staf sementara, beberapa pekerja menanyakan waktu istirahat serta pergantian giliran. Papan informasi sudah dipasang, tetapi pengarahan pertama semula dijadwalkan mengambil sebagian waktu makan. Davina meminta manajer melihat jadwal bersama mereka, bukan hanya mencatat semua sudah diberitahu. Penyesuaian dilakukan bergantian. Pekerjaan perlu dimulai dengan orang yang mengetahui tugas tanpa harus menyerahkan hak beristirahat untuk mendengar penjelasan.
Seorang pekerja menunjukkan jam pergantiannya, menanyakan apakah terlambat menerima pengarahan berarti tidak boleh bertugas. Pengelola menjelaskan giliran kedua akan mendapat waktu sebelum memasuki area yang berubah. Ia memeriksa nama pengganti pada daftar, lalu mencoret letak papan yang ternyata terlalu jauh dari pintu staf. Davina menyimak, merasa pertanyaan itu lebih berguna daripada jawaban seragam bahwa semua sudah siap. Orang tersebut akhirnya dapat menyebut ke mana harus datang tanpa menunggu ditelepon mendadak.
Devon menemui kontraktor pada bagian yang dapat dimasuki. Pemeriksaan persiapan bukan janji bahwa setiap benda di balik penutup lama sudah terlihat. Ketika suatu bagian dibuka, orang yang bertugas menilai harus dapat menghentikan bila menemukan kondisi berbeda. Ia menyebut itu sebagai bagian pekerjaan yang diterima, bukan hambatan yang akan membuat siapa pun dimarahi karena mengecewakan tenggat. Kontraktor mengangguk, meneruskan pengarahan kepada kepala kelompoknya.
Mereka keluar saat tamu mulai melewati koridor lain. Davina melihat seorang staf membantu orang yang membawa koper, memberi petunjuk tanpa menunggu manajer hadir. Ia senang jadwal di atas kertas akhirnya mempunyai tubuh serta suara yang dapat diamati. Namun, ia juga tahu satu kunjungan yang berjalan baik belum cukup untuk menyatakan pelaksanaan akan terus mudah. Ia menyimpan pertanyaan yang sungguh perlu ditindaklanjuti, lalu kembali pada tugas lain.
Dalam perjalanan, Devon mengatakan ia tergoda menanyakan apakah ia boleh merayakan dana masuk lebih besar daripada tanda tangan. Davina tertawa, menjawab ia boleh merasa senang pada keduanya. Ia hanya tidak ingin makan malam berikut berubah menjadi rapat mengenai saldo. Suaminya mengangkat tangan menyerah dari kursi penumpang, kemudian menanyakan apakah makanan sisa mereka masih tersedia atau telah dimakan istrinya sepulang kelas.
'Aku meninggalkan bagianmu,' jawab Davina.
'Aku ingin percaya. Tapi kamu pernah menyebut satu wadah sebagai mencicipi.'
Davina tertawa dan memperhatikan jalan. Mereka berpisah di kantor Devon karena ia masih mempunyai pertemuan. Ia mengantar setelah mengetahui arah mereka sesuai, bukan menyediakan hari penuh sebagai pengemudi. Sebelum turun, suaminya mencium pipinya dan mengingatkan kegiatan Jumat malam tetap dapat dimulai setelah pekerjaan selesai pada waktu biasa. Davina mengangguk, senang ia tidak menganggap modal baru membuat seluruh malam otomatis menjadi milik perusahaan.
Sore itu, agen memberi kabar penghuni rumah sewa sudah menata sebagian besar barang. Ada pertanyaan ringan mengenai satu pengait yang ingin ditambahkan pada dinding. Pengurus menanganinya sesuai batas yang telah diberikan dan mengirim jawaban, sehingga Davina tidak perlu datang untuk memeriksa. Ia menerima juga foto bibit bunga yang mulai dipindahkan, dengan pesan penyewa bahwa ia sudah membantu anaknya memilih pot yang lebih besar.
Davina mengirim terima kasih atas kabar tersebut tanpa mengubahnya menjadi janji berkunjung Sabtu. Rumah sudah mempunyai kehidupan sendiri. Bila ada pemeriksaan, waktunya disepakati melalui agen. Ia tidak ingin perhatian pemilik terasa seperti kewajiban menyambut tamu setiap pekan. Sebelum pulang, ia menelepon Mama sebentar, menceritakan pot yang membuat ibunya tertawa lagi mengenai tanaman lama.
Malamnya ia dan Devon memilih makan sederhana lalu mendengarkan musik di ruang tamu. Pria itu mencoba bernyanyi dan salah mengingat sebagian kata, membuat Davina menutup wajah sambil tertawa. Ia mengeluh suaminya terdengar terlalu yakin, lalu ikut mengisi bagian yang dikenali. Tidak ada yang membutuhkan penilaian bagus agar dapat meneruskan lagu sampai selesai.
Ketika musik berhenti, Devon menariknya mendekat dan Davina membiarkan tubuhnya bersandar. Ia mengatakan ingin menikmati akhir pekan sebelum pekerjaan kembali dimulai. Suaminya menyetujui, lalu menanyakan apakah ingin berjalan besok pagi. Davina menjawab lihat nanti setelah bangun. Devon tersenyum dan mencium keningnya. Ia mematikan perangkat musik, kemudian mengajak istrinya bersiap tidur sebelum jam menjadi terlalu larut untuk rencana bangun yang mereka sendiri belum tetapkan.