Pada pekan berikutnya, tim kedua sisi mengirim tanggapan awal kepada Arman sebelum sepuluh hari kerja berakhir. Mereka menawarkan pengawasan bersama atas keputusan yang mengubah komitmen besar, sambil mempertahankan pelaksana yang jelas untuk pekerjaan rutin. Laporan staf serta keselamatan dapat menunjukkan jenis risiko dan akibatnya tanpa membuka semua identitas. Bila ada ketidaksesuaian yang memerlukan pemeriksaan, auditor independen dapat menilai bagian yang berkaitan melalui ruang lingkup serta kerahasiaan yang disepakati.
Arman menerima bentuk pemeriksaan tersebut untuk dibahas lebih lanjut. Ia masih meminta kepastian waktu jawaban serta penanganan perselisihan, sehingga tim menyusun pilihan untuk pertemuan berikut. Belum ada kontrak ditandatangani dan biaya audit perlu tetap dihitung, bukan dianggap menghilang karena istilahnya terdengar rapi. Devon serta Davina menyerahkan penyusunan kepada penasihat, lalu membaca bagian yang benar membutuhkan keputusan mereka.
Ayah Devon menelepon, ingin berbicara bersama keluarga mengenai syarat yang dianggap terlalu membatasi. Putranya meminta pokok pembahasan disebut agar bahan dapat disiapkan, kemudian mengusulkan pertemuan kantor bersama pihak yang berwenang. Ia tetap dapat makan bersama keluarga tanpa membawa Davina sebagai lambang persatuan. Ayahnya sempat kesal mendengar pemisahan itu, tetapi akhirnya setuju membicarakan usul melalui tim yang sedang menilainya.
Pada akhir pekan, Davina pergi ke pameran desain yang sudah diincar. Devon mempunyai waktu berkunjung kepada ibunya dan memilih menjalankan rencana itu. Mereka tidak membuat salah satu kegiatan hilang agar dapat selalu tampil bersama. Davina datang dengan tas kecil serta sepatu nyaman, lalu merasa lega tidak perlu menjelaskan pada suami mengapa ia ingin lama berdiri di depan satu benda yang tampak sederhana.
Ia menyusuri beberapa ruang, membaca keterangan cara benda dipakai. Ada meja yang dapat diubah susunannya, kursi dari bahan yang tidak dikenali dan bentuk lampu yang tampak indah tetapi menyilaukan ketika dilihat terlalu dekat. Davina tidak merasa perlu menyukai semua. Ia mencatat nama bagian yang ingin dicari lebih lanjut, kemudian berhenti pada tempat duduk yang dirancang untuk orang dengan kebutuhan berbeda.
Seorang penjaga menanyakan apakah ia datang untuk proyek. Davina hampir menjelaskan seluruh perannya di perusahaan, lalu menjawab bahwa ia datang karena tertarik. Ia dapat bertanya bagaimana benda dipakai tanpa mengubah kunjungan menjadi pencarian pemasok. Penjaga menunjukkan bagian yang dapat disesuaikan dan mengajaknya mencoba. Ketika duduk, ia baru memahami mengapa ukuran yang tampak kecil dapat membuat pengalaman berbeda.
'Kalau dilihat saja, saya tidak akan menyadari,' katanya.
'Itu sebabnya kami ingin orang mencobanya,' jawab penjaga.
Davina berdiri kembali dan berterima kasih. Ia teringat staf yang berusaha memakai formulir dari telepon serta pekerja yang hampir kehilangan ruang istirahat. Ada banyak hal tidak dapat diketahui hanya dengan melihat foto. Namun, ia tidak langsung mengirim sepuluh pertanyaan baru kepada tim hotel pada Sabtu siang. Ia menyimpan satu catatan untuk dibahas pada hari kerja, bila memang sesuai kebutuhan.
Menjelang makan siang, Em mengirim pesan menanyakan pameran itu. Davina membalas dengan satu foto yang boleh diambil, lalu menceritakan lampu yang menyilaukan. Sahabatnya menertawakan pilihan membeli benda hanya karena tampak bagus di gambar. Mereka bertukar beberapa pesan, kemudian Davina menyimpan telepon untuk melanjutkan melihat. Tidak semua pengalaman harus dibagikan sebelum ia selesai menikmatinya sendiri.
Di toko kecil bagian akhir, ia menemukan kartu gambar yang ingin dikirim kepada Mama serta satu untuk Hawa. Ia memilih juga kartu untuk Devon, dengan gambar kursi yang menurutnya akan membuat suami bertanya apa yang sedang dilihat. Davina menulis beberapa kata di bangku dekat pintu keluar, tersenyum pada kalimat yang sengaja tidak dibuat terlalu manis. Ia ingin membawakan sesuatu yang dapat ditertawakan bersama.
Devon pulang menjelang malam, mendapati kartu disandarkan pada buku di meja. Ia membacanya dengan dahi berkerut, kemudian tertawa. Davina menulis bahwa ia menemukan kursi yang tampak nyaman untuk orang yang selalu merasa waktunya tidak cukup. Pria itu menanyakan apakah benda tersebut dapat membalas pesan kerja sendiri. Istrinya mengatakan bahkan benda mahal pun tidak dapat menolong kebiasaan membuka telepon setiap beberapa menit.
'Berarti ini sindiran atau hadiah?' tanyanya.
'Kartu. Jangan membuat biayanya semakin mahal dengan meminta banyak fungsi.'
Devon tertawa dan mencium keningnya. Ia menceritakan ibunya memakai perangkat minum yang diberikan, lalu mengaku mereka menghabiskan waktu cukup lama membahas tanaman yang sedang susah tumbuh. Davina menunjukkan kartu untuk Mama serta Hawa. Ia senang kedua keluarga mulai mempunyai percakapan yang tidak perlu berakhir pada bagaimana pasangan muda itu akan menjalankan merger.
Mereka makan, kemudian Davina menunjukkan beberapa foto. Devon bertanya mengenai bahan dan ukuran, sungguh tertarik pada sebagian, mengaku tidak memahami yang lain. Ketika ia mengusulkan suatu benda mungkin cocok untuk rumah sewa, Davina menjawab belum tentu sesuai penyewa yang ingin membawa perabot sendiri. Suaminya mengangguk, membiarkannya menjadi percakapan tentang minat, bukan keputusan belanja yang harus diambil malam itu.
Sesudah itu Devon membuka buku, sedangkan Davina mengerjakan latihan kelas sebentar. Mereka berbagi ruangan dengan pekerjaan berbeda. Sesekali ia menunjukkan satu bagian yang ingin dijelaskan, lalu kembali menulis sendiri. Suaminya tidak menganggap kartu bercanda atau malam yang tenang sebagai akhir dari kewajiban memperbaiki kebiasaan. Ia sudah menjalani konsultasi berikut pada Jumat dan tetap menyediakan waktu untuk meneruskannya.
Davina mengetahui jadwal itu karena memengaruhi waktu pulang, tetapi tidak meminta semua yang dibicarakan diceritakan kembali. Ia mempunyai bagian hidup yang perlu dijaga sendiri, dan suaminya pun dapat mencari pertolongan tanpa menjadikan setiap pertemuan sebagai bukti untuk dinilai istrinya. Yang ingin ia lihat tetap cara mereka hidup ketika berbeda keinginan atau menghadapi kabar yang tidak menyenangkan.
Sebelum tidur, Davina menyimpan kartu Devon di sisi meja yang dipilih suami. Ia mengatakan ingin pergi lagi jika ada pameran menarik. Devon menjawab ia mungkin ikut pada kesempatan lain, lalu menyeringai ketika istrinya mengingatkan ia harus sanggup melihat semua bagian tanpa mengubah kunjungan menjadi lima menit. Mereka tertawa dan mematikan lampu, merasa senang dapat saling merindukan tanpa harus menjalani seluruh hari yang sama.