Empat minggu pengaturan pejabat pengganti selesai pada pekan kelima belas sejak hotel mulai diuji. Hasilnya menunjukkan keputusan rutin lebih cepat ketika orang utama tidak tersedia, dengan beberapa permintaan tetap ditahan karena belum lengkap. Kasus syarat pembaruan otomatis menjadi bagian penilaian, bukan sesuatu yang dihapus agar kecepatan terlihat selalu baik. Pengaturan diterima untuk dilanjutkan sesuai batas yang telah dinilai, tanpa mengulang masa percobaan hotel yang sudah berakhir.
Pada kesempatan yang sama, pengembangan pusat konferensi diajukan sebagai pekerjaan berikut. Danajaya akan masuk pada bagian pembiayaan serta pengawasan yang disepakati, sedangkan tim pengelola menyiapkan pelaksanaan. Satu unit baru tidak berarti semua proyek dapat langsung menyalin cara hotel. Persiapan staf, jadwal serta ruang yang masih dipakai perlu dibaca sebelum pelaksanaan enam minggu yang sedang diusulkan dimulai.
Davina menerima bahan, menandai pertanyaan yang perlu diberikan kepada orang profesional, lalu menyimpan. Ia tidak perlu menghafal seluruh gambar agar dianggap berguna. Devon juga mempunyai urusan lain pada DM Electronics dan meminta waktu yang cukup untuk memenuhi perannya sebagai wakil pemilik tanpa menggantikan manajer setiap lokasi.
Mereka kemudian mendapat undangan dari Arman, seorang investor yang pernah berurusan dengan keluarga Mahawira dan sedang menilai kemungkinan modal baru pada pengembangan properti. Ia belum menandatangani investasi pada perusahaan gabungan ini. Ia ingin mengetahui bagaimana keputusan bersama dapat berjalan saat uang yang masuk lebih besar daripada hotel percobaan.
Pertanyaan awal diminta sebelum pertemuan, dan Arman mengirim. Devon membaca di kantor, Davina membahas bagian kepemilikan bersama penasihatnya. Mereka bertemu pada jadwal yang sama dengan bahan yang tidak perlu disembunyikan, tetapi tidak menyusun seluruh jawaban agar terdengar sebagai pasangan yang telah memutuskan satu pendapat untuk semua perkara.
Arman memulai dengan berbicara langsung kepada Devon. Ia mengatakan orang yang menyediakan modal perlu mengetahui siapa dapat mengambil keputusan ketika pekerjaan mendesak. Bila semua menunggu dua keluarga, kesempatan dapat hilang. Devon menerangkan bahwa pejabat pengganti justru memberi jalur saat orang utama tidak ada, sedangkan transaksi yang mengubah komitmen besar tetap perlu ditinjau sesuai kedudukan pemilik.
'Berarti Danajaya masih dapat menghentikan pengadaan?' tanya Arman.
Davina menanyakan jenis keputusan yang dimaksud. Bila berada dalam rencana serta batas operasional, manajemen menjalankan. Bila mengubah hak atau menambah risiko di luar yang disetujui, pihak yang menanggung perlu mempunyai suara. Ia meminta Arman tidak menyamakan kedua hal hanya karena keduanya dapat muncul pada satu daftar pembelian.
Investor itu bersandar, memandangnya lebih lama, lalu bertanya apakah ia khawatir Danajaya kehilangan pengaruh. Davina mengatakan ia khawatir diminta menanggung sesuatu yang tidak dapat ditinjau. Pengaruh pribadi berbeda dari hak yang sudah disepakati. Ia dapat membahas perubahan berdasarkan kebutuhan serta risiko, bukan menghapus hanya karena orang lain menganggap pertanyaan merepotkan.
Devon mendengar, kemudian menyebut contoh yang dapat diperiksa tanpa membuka data pribadi staf. Ada keputusan tertahan karena syarat lebih panjang daripada harga pertama. Ada keputusan berjalan cepat karena rencana sudah jelas. Arman menanyakan akibat waktu serta biaya, dan keduanya memberikan bagian yang memang diketahui, tidak menambal yang belum ada agar calon investor merasa semua telah dikuasai.
Pertemuan selesai dengan permintaan bahan tambahan. Arman tidak menyatakan menolak atau setuju. Ia ingin melihat penilaian yang lebih lengkap sebelum membawa rancangan modal. Davina pulang dari ruangan dengan kepala lelah, tetapi tidak merasa harus menjadikan pria itu musuh karena pertanyaannya tajam. Ia punya uang yang belum wajib diserahkan, dan mereka punya hak menolak syarat yang tidak mau diterima.
Di lift, Devon mengatakan ia dahulu mungkin akan memberikan janji cepat hanya agar orang yang lebih berpengalaman terlihat puas. Davina menatapnya, tersenyum tipis, lalu mengatakan ia sendiri sempat ingin terdengar lebih ahli daripada sebenarnya. Keduanya tertawa pendek ketika menyadari seluruh pertemuan akan lebih berbahaya bila mereka sama-sama melakukan hal tersebut.
Sore itu Arman mengirim pesan lanjutan hanya kepada Devon. Ia menanyakan apakah keputusan tetap perlu dibawa kepada pihak Danajaya bila modal kelak diberikan melalui sisi Mahawira. Devon membaca, kemudian memberitahu Davina sebelum membuat jawaban yang mengandaikan pendapatnya. Ia menerangkan pertanyaan belum merupakan usul resmi dan ia ingin pihak hukum menentukan bentuk yang sebenarnya sedang dibicarakan.
Davina mengangguk, merasakan ketegangan yang sempat datang ketika mendengar pesan pribadi mulai turun. Ia tidak meminta semua percakapan bisnis suaminya dijadikan laporan rumah. Ia hanya ingin bila orang mulai membahas batas yang menyangkut pihaknya, informasi tidak ditahan sampai orang lain menentukan ia siap menerima.
'Terima kasih sudah bilang ketika belum jelas,' katanya.
'Aku tidak mau menunggu sampai dokumen membuatmu bertanya siapa lagi yang sudah diajak bicara.'
Jawaban kepada Arman akhirnya menyebut bahwa bentuk serta syarat perlu dijelaskan kepada pihak yang berkaitan sebelum dapat ditanggapi. Tidak ada persetujuan lewat pesan pribadi yang tiba-tiba dijadikan janji Devon sebagai CEO. Mereka meneruskan bagian resmi kepada tim sesuai kewenangan, lalu berhenti membicarakan untuk malam itu.
Di rumah, Davina memilih makan bersama pada meja dekat jendela. Ia menceritakan kabar Em yang sudah dapat berkegiatan sedikit lebih panjang, tanpa mengubahnya menjadi kesembuhan mendadak atau membagi hal yang ingin disimpan sahabatnya. Devon mendengar, menanyakan apakah ia ingin berkunjung lagi pada waktu yang memungkinkan, lalu ikut tertawa ketika Davina menyebut komentar Em mengenai foto kalah boling yang akhirnya ikut dikirim.
Seusai makan, mereka mencoba resep dari buku baru. Devon membaca takaran dua kali, lalu tetap mengambil wadah yang terlalu kecil. Davina memindahkan bahan sambil menertawakan wajah pasrahnya. Dapur berantakan sebelum masakan jadi, tetapi mereka menyantap hasilnya dengan puas dan membagi pekerjaan mencuci tanpa saling menyuruh.
Ketika waktu tidur tiba, Davina berdiri beberapa saat di pintu kamar cadangan. Ia mengatakan malam itu terasa lebih mudah karena percakapan penting tidak perlu ditemukan sendiri. Devon mengangguk. Ia tidak mengikuti untuk menagih kapan kemudahan itu akan membuat pintu lain dibuka. Ia mengucapkan selamat malam, kemudian kembali menyiapkan barang untuk kegiatan esok yang dapat dikerjakan tanpa membuat istrinya menebak apa yang telah diputuskan sebelum ia datang.