Usul pemusatan pengadaan datang secara resmi pada Senin pekan kesebelas, setelah laporan biaya dikirim Jumat. Berbeda dari rancangan lama yang terselip pada arsip, kali ini para direktur benar mengusulkan Mahawira memutuskan pembelian besar selama sisa uji, sedangkan Danajaya menerima laporan sesudahnya. Davina membaca sampai akhir, kemudian menuliskan pertanyaan yang paling ingin diajukan: keputusan mana yang sebenarnya terlambat karena persetujuan kedua pihak?
Devon telah menerima bahan yang sama. Ia menelepon hanya untuk memastikan waktu pertemuan, tidak meminta mereka menyamakan seluruh jawaban di rumah. Davina perlu dapat menilai pernyataan suaminya seperti pernyataan wakil pemilik lain. Pengakuan cinta tidak membuat pertanyaan mengenai anggaran mendadak tidak sopan diajukan.
Pada rapat, direktur yang mengusulkan menyebut pemeriksaan berlapis membuat proyek lambat. Davina meminta contoh, lalu membedakan waktu pengiriman, waktu berkas dilengkapi, serta waktu menunggu jawaban. Sebagian peserta belum mempunyai catatan yang dapat menunjukkan perbedaan. Anita menerangkan akibat pemberitahuan kontraktor yang terlambat, tanpa mengklaim seluruh prosedur internal sudah pasti baik.
Devon mengatakan ia mendukung penyederhanaan bila bagian yang sungguh menghambat diketahui. Ia tidak dapat menyebut kursi yang berbeda ukuran sebagai bukti hak persetujuan Danajaya harus dikurangi. Salah satu direktur menyela dengan pertanyaan apakah ia akan bersikap sama bila tidak sedang menikah dengan orang yang duduk di sisi berlawanan.
Sebelum ia menjawab, ayahnya menambahkan bahwa hubungan di rumah dapat membuat seseorang sulit membaca kepentingan usaha. Davina memegang pena lebih erat. Ia tidak ingin menjadi alasan yang membuat orang menganggap pendapat Devon kehilangan nilai. Ia juga tidak mau menarik pertanyaan hanya agar suaminya terlepas dari tekanan.
'Saya perlu menjawab usulnya,' ujar Devon. 'Kalau ada keputusan yang tertunda karena proses bersama, tunjukkan. Saya bersedia mengubah pendapat. Tapi siapa istri saya tidak memberi jawaban mengenai dua minggu pemberitahuan yang terlambat.'
Ruangan tidak langsung setuju. Ketua meminta pemeriksaan waktu transaksi enam minggu terakhir agar contoh tidak dipilih hanya sesuai pendapat masing-masing. Selama itu, kewenangan yang sudah berlaku dipakai. Tidak ada keputusan menyerahkan hak baru hanya karena beberapa orang lelah mendengar pertanyaan, dan masa tiga bulan hotel tetap berjalan pada hitungan semula.
Sesudah pertemuan, Davina keluar bersama penasihatnya. Devon menyusul sampai lobi dan mengatakan ia tidak suka pertanyaan mengenai kedekatan mereka menggantikan pembahasan pekerjaan. Davina mengangguk, lalu mengatakan ia tidak ingin suaminya selalu mendukung agar ia merasa dicintai. Bila data berbeda, ia perlu mendengar perbedaan tersebut sebelum dapat memutuskan.
'Aku tidak mencintaimu karena kamu selalu setuju,' kata Devon.
Davina terdiam. Kata itu kini tidak hanya berada di balkon ketika kota terasa jauh. Ia terdengar di lobi setelah rapat yang melelahkan, tanpa menjadi alasan mengakhiri perbedaan. Davina tersenyum kecil, mengatakan ia akan datang dengan data yang mungkin tidak disukai, lalu pergi menuju kegiatan berikut sebelum gugup membuat ia lupa jadwal.
Devon kembali menemui ayah sebelum meninggalkan gedung. Pak Mahawira mengatakan ia sungguh ingin tahu apakah putranya dapat membedakan kedekatan dari kepentingan yang harus dijaga, bukan sekadar mencari kesempatan mempermalukan di depan orang. Devon mendengar dan mengakui pertanyaan mengenai penilaian dapat diajukan kepadanya seperti kepada orang lain. Ia meminta pertanyaan itu diarahkan pada keputusan, dengan pembanding yang dapat diperiksa, bukan pada dugaan bahwa istrinya selalu mempunyai pengaruh yang tidak dapat ditolak. Ayahnya memandang cukup lama, lalu mengatakan ia akan membaca hasil pemeriksaan. Devon mengangguk. Ia tidak keluar dengan perasaan sudah memperoleh pengakuan, tetapi ia juga tidak perlu mengatakan ayah pasti membenci Davina agar perbedaan terasa lebih mudah diterangkan. Di koridor, ia menyimpan telepon dan memilih kembali mengerjakan bagian yang memang menjadi tanggung jawabnya.
Malamnya, Devon menerima panggilan Pak Danajaya sebelum Davina pulang. Ia mengira mengenai waktu pemeriksaan, tetapi ayah istrinya justru menanyakan rumah. Ada kemungkinan penjualan yang ingin dibandingkan karena perawatan makin berat. Belum ada keputusan atau transaksi. Penasihat akan mengirim pilihan lengkap, dan ia ingin mengetahui apakah Devon sungguh masih melihat kemungkinan menempati.
Devon mengatakan ia serta Davina cenderung tetap di penthouse. Keputusan aset keluarga perlu dibicarakan langsung kepada orang yang berhak, bukan diterima hanya karena menantu telah memberikan pendapat. Pak Danajaya menyetujui, mengatakan ia baru meminta gambaran dan akan membicarakan melalui penasihat. Panggilan berakhir tanpa ada permintaan merahasiakan.
Devon membuka percakapan dengan Davina, mulai mengetik bahwa ayah baru menelepon mengenai pilihan penjualan. Ia berhenti. Masalah rumah sudah membuat istrinya merasa hadiah datang bersama beban. Hari itu juga baru ada pernyataan sulit di rapat. Ia mengira dapat menunggu berkas yang jelas, lalu mereka membicarakan dengan bahan lengkap alih-alih menambah satu kemungkinan yang belum pasti.
Pesan itu tidak dikirim. Devon menaruh telepon dan kembali pada catatan pekerjaan. Ia tidak membuat kesepakatan menjual atau mengambil hak Davina. Namun, keputusan kecil menunggu dilakukan seorang diri, dengan alasan yang terdengar sangat masuk akal bila ia tidak perlu menanyakan kepada orang yang akan menerima kabar belakangan.
Davina pulang membawa makanan yang dibeli di dekat kegiatan kelas tambahan. Ia meletakkan di meja, meminta Devon mencoba sebelum dingin, lalu tertawa melihat ia kesulitan membuka wadah. Devon mendengarkan cerita tentang teman sekelas yang salah memahami pertanyaan sederhana. Ia ingin mempertahankan suasana itu dan mengatakan ia juga mengalami hari yang penuh komentar tidak perlu.
'Ada yang harus kita bicarakan lagi malam ini?' tanya Davina setelah makan.
Devon memandang telepon di dekat tangannya. Ia mengatakan laporan transaksi akan diurus tim besok dan tidak perlu dibuka sekarang. Kalimat tersebut benar mengenai pekerjaan. Ia tetap tidak menyebut panggilan ayah yang kini ditempatkan dalam kepala sebagai sesuatu yang lebih baik menunggu.
Davina mengangguk, merapikan wadah, lalu mengajak duduk sebentar sebelum tidur. Devon mengikuti. Ia menerima tangan yang diulurkan, tersenyum saat istrinya mulai berbicara mengenai rencana akhir pekan, dan membiarkan kehangatan menjadi alasan tidak memulai kalimat yang sebenarnya masih dapat disampaikan dalam beberapa detik.