Devon hampir menyetujui pemakaian ruang istirahat sebagai gudang pada pekan ketujuh uji hotel. Pesan dari operasional tampak sederhana: menyimpan alat di tempat paling dekat akan memudahkan bagian layanan yang hendak dikerjakan. Ia sudah mulai mengetik sebelum teringat pertemuan staf yang diikutinya. Ia berhenti dan meminta alternatif yang benar dapat diperiksa.
Anita mengirim pilihan gudang di lantai bawah yang memerlukan penataan dua hari. Akses dapat dipakai dan pekerjaan layanan masih bisa dimulai tiga hari kemudian tanpa mengubah pembukaan. Pengelola menanggung bagian yang menjadi kewajiban operasional, biaya proyek tetap dibagi menurut rencana serta tanggung jawab masing-masing. Devon menyetujui pilihan yang mempertahankan tempat staf makan, lalu memberitahu tim tanpa menyebut Davina orang yang melarang gudang praktis.
Davina menerima kabar ketika bersiap mengunjungi Em. Ia masih perlu meneruskan satu pertanyaan dari ayah mengenai pembagian biaya, tetapi tidak membuat seluruh sore berubah menjadi pemeriksaan. Penasihat serta orang keuangan dapat mengurus rincian yang sudah menjadi tugas mereka. Ia menulis bagian yang perlu, menyimpan perangkat, lalu menanyakan apakah Devon masih mempunyai agenda sendiri.
'Ada. Kamu tidak perlu pulang cepat karena membayangkan aku duduk menunggu di depan pintu.'
'Aku tidak membayangkan itu. Kalau pun duduk di depan pintu, kamu pasti sedang menelepon seseorang.'
Devon tertawa. Ia mengantar sampai pintu dan mengingatkan barang yang hampir tertinggal. Davina mengambil kantong buah yang memang dibeli untuk dibawa, lalu pergi pada waktu yang telah disepakati dengan sahabatnya.
Di rumah Em, ia disambut seseorang yang membantu kegiatan harian. Davina menunggu sebelum dipersilakan masuk, kemudian melihat sahabatnya duduk dengan wajah yang lebih mudah dikenali daripada suara pelan pada panggilan pertama. Mereka saling memandang, tersenyum, dan berpelukan singkat setelah Em mengulurkan tangan.
'Kamu benar-benar sudah menikah,' kata Em ketika melihat cincin.
'Aku tahu. Kadang aku masih terkejut sendiri.'
Mereka tertawa, lalu duduk pada tempat yang nyaman. Davina tidak datang membawa pertanyaan mengenai semua rincian medis. Em menceritakan bagian pemulihan yang ingin dibagi, termasuk kesal ketika orang mengira bantuan berarti boleh menentukan setiap kegiatan. Ada hari lebih mudah, ada yang melelahkan meski sebelumnya tampak baik. Davina mendengar tanpa membandingkan dengan laporan proyek yang sedang memenuhi pikirannya.
Em meminta buah diletakkan pada meja yang mudah dijangkau, kemudian menanyakan apakah Davina dapat membantu membuka satu kemasan. Ia melakukannya, menyerahkan kembali, dan baru menyadari betapa sering dahulu ia ingin langsung mengerjakan semua karena takut orang yang disayangi terlalu lelah. Di sini ia dapat bertanya sebatas hal yang perlu dan membiarkan Em memilih kegiatan yang masih ingin dilakukan sendiri.
Obrolan beralih pada kelas Prancis. Davina menunjukkan satu halaman latihan dengan tulisan yang mulai berantakan ketika pengajar terlalu cepat berbicara. Em tertawa karena mengenali kebiasaannya membuat judul rapi lalu kehilangan kesabaran di tengah. Davina membalas bahwa ia setidaknya masih dapat membaca sebagian besar, berbeda dari catatan lama yang pernah harus diterka bersama.
Mereka membicarakan rencana menonton sesuatu pada kesempatan lain bila kondisi memungkinkan. Tidak ada janji tanggal yang harus ditepati agar pertemanan dianggap kembali baik. Em meminta ia tetap mengirim cerita yang tidak selalu mengenai suami, lalu mengakui kini justru penasaran bagaimana Devon setelah pulang dari pulau.
Sebelum melanjutkan, Em meminta foto bersama karena gambar terakhir masih memperlihatkan Davina sebelum semua kesibukan pernikahan. Mereka mencari posisi yang cukup nyaman dan tertawa pada hasil pertama yang terlalu dekat. Davina memindahkan perangkat, mencoba sekali lagi, lalu menyerahkan agar Em memilih yang ingin disimpan. Tidak ada penampilan sempurna yang perlu dicapai sebelum mereka dapat menyukai gambar tersebut. Pada satu foto, keduanya masih tertawa karena sesuatu di luar bingkai. Em memilih itu, mengatakan ingin mengingat sore ketika akhirnya dapat mendengar Davina berbicara langsung, bukan hanya membaca barisan pesan. Davina meminta salinan untuk dirinya sendiri dan mengaku ia pun merindukan suara sahabatnya membantah ketika cerita yang disampaikan terlalu dibumbui agar terdengar seperti dirinya selalu benar.
Davina menceritakan beberapa hal yang telah berubah, termasuk satu pertemuan ketika Devon kembali menekan dengan kata percaya. Ia tidak menghapus kejadian itu hanya karena malam berikutnya mereka dapat bicara dan beberapa hari kemudian ia sendiri memilih mencium. Ia mengatakan perasaan mulai lebih kuat, dan itulah yang kadang membuatnya takut menilai dengan jujur.
'Aku tidak ingin memaafkan hanya karena mulai sayang,' ujarnya.
'Lalu apa yang kamu lihat selain ucapan?'
Davina menyebut hal yang dapat dikenali: Devon memperbaiki pernyataan kepada orang yang hadir, berhenti menagih kedekatan, menerima ia memilih kegiatan sendiri, dan mulai membuat keputusan yang berbeda meski istrinya tidak sedang melihat. Ia juga mengatakan ia masih dapat pulang ke orangtua, mempunyai pekerjaan serta uang yang tidak dipegang suaminya. Hal-hal itu tidak membuat pilihan melanjutkan pasti benar selamanya, tetapi membuat ia tidak harus menunggu Devon menentukan semua jalan.
Em mendengarkan. Pada satu titik sahabatnya tampak lelah dan mengatakan ingin berhenti berbicara mengenai hubungan. Davina langsung merasa malu karena terlalu banyak cerita, lalu Em tertawa dan menegaskan bukan berarti ia perlu pergi. Em hanya ingin membahas acara televisi yang mereka janjikan hendak dihina bersama lewat pesan.
Davina tertawa, merasa lebih mudah duduk setelah tidak perlu menebak. Mereka menonton bagian pendek, mengomentari tokoh yang kembali membuat pilihan buruk, dan berhenti ketika tiba waktu beristirahat. Davina membantu merapikan yang memang diminta, lalu berpamitan sebelum kunjungan menjadi sesuatu yang perlu ditahan Em demi menyenangkan tamu.
Devon belum pulang ketika ia sampai penthouse. Davina menyimpan tas, mengganti pakaian, dan mengirim kabar bahwa pertemuan menyenangkan. Ia kemudian membuka bahan kelas tanpa menunggu suaminya agar sore tersebut terasa lengkap. Ketika Devon tiba, ia mempunyai cerita yang ingin dibagi. Ia juga mempunyai bagian milik Em yang tetap disimpan, dan pria itu mendengarkan kabar gembira tanpa mencoba meminta seluruh kehidupan orang lain sebagai bukti istrinya tidak lagi merahasiakan sesuatu.