Jawaban mengenai pekerja kontrak datang sesudah pembukaan tahap pertama yang mundur sehari. Beberapa orang ternyata kehilangan jam kerja pada dua hari berbeda karena jadwal diubah ketika barang pengganti belum pasti. Davina memandang ringkasan cukup lama, mengingat pertanyaan di lorong yang sudah diajukan sebelum keputusan itu dibuat.
Ia tidak ingin hanya menambah satu tanda pada daftar bahwa jawaban akhirnya diterima. Ia meminta mengikuti pertemuan yang memang dijadwalkan antara pengelola dan perwakilan staf. Anita menyetujui, dengan penjelasan bahwa keputusan pembayaran tetap harus berasal dari pihak yang mempekerjakan dan menangani, bukan dari janji Davina kepada orang yang baru ditemui.
Di hotel, salah seorang pekerja menjelaskan ia sudah berangkat ketika menerima perubahan. Ia tidak mempunyai biaya perjalanan yang dapat dikembalikan hanya dengan diberi tahu sebaiknya datang lagi pada giliran berikut. Orang lain mengatakan ia dapat mengubah hari, tetapi perlu mengetahui sebelum mengatur tanggung jawab di rumah.
Davina mendengar tanpa menyusun kalimat bahwa ia sendiri juga sibuk. Keterlambatan satu hari pada berita tidak menerangkan seluruh perubahan yang mengenai orang berbeda. Ia menanyakan apakah catatan jam serta pemberitahuan sudah diperbandingkan. Perwakilan pengelola menunjukkan bagian yang belum sama, lalu mereka menyelesaikan perbedaan berdasarkan waktu yang benar dijalani serta kewajiban yang berlaku.
Tidak semua permintaan dapat dipenuhi dengan cara yang diinginkan. Ada bagian jam yang perlu dibayar kembali, ada penataan tugas pengganti yang dapat disepakati tanpa mengurangi hak yang sudah timbul. Pengelola memberikan penjelasan langsung dan tanggal tindak lanjut. Davina meminta salinan hasil yang menjadi bagian laporan pemilik, kemudian memastikan pekerja mengetahui siapa yang dapat dihubungi bila kenyataan pembayaran berbeda.
Sesudah pertemuan, Anita mengatakan penjelasan jadwal minimal tiga hari pada keadaan biasa akan dimasukkan dalam pengaturan tahap berikut. Keadaan mendesak tetap perlu ditangani, tetapi tidak boleh dipakai untuk menyebut semua perubahan mendadak sebagai sesuatu yang tidak dapat dicegah. Mereka mencoba pengaturan itu pada sisa tahap berjalan, tidak menganggap formulir baru dengan sendirinya membayar dua hari yang telah hilang.
Devon tiba ketika pembicaraan lanjutan mengenai pembukaan berikutnya mulai. Pemasok mengabarkan sebagian barang dapat tiba lebih awal. Seorang direktur ingin memajukan dua minggu agar kabar keterlambatan tertutup oleh berita kemajuan. Anita menunjukkan kesiapan yang belum sama pada seluruh bagian. Davina meminta pilihan yang tidak mengulangi beban pada staf hanya untuk mengganti judul berita.
Devon mula-mula mengira ia menolak seluruh percepatan. Ia mengatakan timnya sudah bekerja keras dan perlu diberi kesempatan menunjukkan hasil. Nada suaranya lebih tajam daripada ketika mereka membahas kursi. Davina meletakkan pena, memandangnya, lalu mengatakan ia sedang meminta kesiapan, bukan menolak mengakui kerja.
'Kamu bisa percaya timku sekali ini,' kata Devon sebelum menahan diri.
Ruangan hening sebentar. Anita menatap dokumen, kemudian mengingatkan bahwa pengujian berlaku kepada seluruh tim dan kedua sisi pemilik. Davina tidak menjawab sebagai istri yang perlu membuktikan percaya suami. Ia meminta Anita menerangkan data yang masih belum lengkap. Pembicaraan kembali pada bagian yang dapat dinilai, bukan pada seberapa baik hubungan mereka sesudah pulang nanti.
Keputusan hari itu menunda pengumuman percepatan sampai kebutuhan staf serta barang dapat dipastikan. Kemungkinan satu minggu lebih awal tetap dapat diperiksa, sedangkan dua minggu tidak didukung kesiapan yang ada. Devon menyetujuinya setelah mendengar, tetapi wajahnya belum kembali tenang ketika mereka keluar.
Davina berjalan bersama penasihat, kemudian menolak ajakan makan siang karena sudah mempunyai urusan lain. Ia tidak bermaksud menghukum Devon dengan lapar atau membuat ia mengejar sampai memperoleh kesempatan meminta maaf. Ia perlu menyelesaikan pekerjaan di tempat berbeda dan tidak ingin berpura-pura suasana menyenangkan sebelum membicarakan ucapan tadi.
Di penthouse malamnya, ia menemukan pesan singkat dari Devon yang meminta berbicara bila ia bersedia. Ia meletakkan tas, berganti pakaian, lalu duduk di ruang tengah. Devon tidak membawa laporan untuk membuktikan ia sebenarnya benar. Ia mengatakan ia marah mendengar hasil kerja tim seolah belum cukup, kemudian memakai kata percaya untuk menekan Davina menerima sesuatu yang belum ditunjukkan.
Davina mengakui suaranya di ruang rapat sempat membuat tubuhnya bersiap terhadap pertengkaran yang berbeda. Ia mengetahui mereka sedang membahas pekerjaan. Ia tetap teringat bagaimana suatu perdebatan kecil pernah diikuti tangan yang tidak berhenti saat ia meminta. Devon menunduk, tidak mengatakan kali ini ia tidak melakukan apa-apa sehingga istrinya seharusnya tenang. Ia mendengar sampai selesai. Davina mengatakan ia perlu melihat suara yang tajam dapat diturunkan tanpa harus menangis dahulu. Sesudah mengucapkannya, ia memegang gelas yang mulai dingin dan menunggu Devon menjawab dengan suaranya sendiri, bukan kalimat yang disiapkannya untuk memperoleh pengampunan secepat mungkin.
'Aku tahu kamu tadi tidak sedang bicara soal pernikahan,' ujarnya. 'Aku yang membawanya ke situ.'
Davina mengangguk. Ia mengatakan ia tidak ingin setiap perbedaan membuat mereka kembali pada pertanyaan apakah ia istri yang cukup mendukung. Ia dapat mengakui kerja keras sekaligus menolak pilihan yang belum aman dijalankan. Ia juga mengatakan akan mengajukan keberatan yang sama bila wakil Mahawira bukan Devon.
'Aku tidak mau cuma terdengar mendukung waktu semuanya mudah,' kata Devon.
'Tadi kamu tidak mendukung. Sekarang kamu bisa memperbaiki bagianmu tanpa menyuruhku mengatakan aku tidak sakit hati.'
Ia menerima dengan susah payah yang masih terlihat pada wajah. Sesudah itu ia mengirim koreksi singkat kepada orang yang hadir, menjelaskan bahwa persetujuan proyek tidak boleh didasarkan pada kepercayaan pribadi pasangan dan ia menerima keputusan menunggu data. Davina tidak diminta membacakan atau menulis agar kalimatnya terlihat lebih tulus.
Mereka makan lebih tenang, belum semudah malam ketika menonton film. Devon menanyakan apakah Davina ingin sendiri sesudahnya. Ia mengatakan ingin membaca di ruang tengah dan ia dapat tetap di sana bila tidak membawa pekerjaan yang sama lagi. Pria itu mengambil buku berbeda, duduk pada sisi lain, lalu benar-benar berhenti membicarakan jadwal pembukaan. Davina menurunkan bahu sedikit setelah beberapa halaman, merasakan bahwa hari yang buruk tidak perlu diakhiri dengan memaksa salah satu menyebutnya baik-baik saja.