Tiga puluh hari pekerjaan tim sejak rapat pertama berakhir dengan persetujuan atas aturan awal percobaan. Davina menerima kabar ketika sedang menyiapkan pertanyaan untuk kunjungan hotel. Hak strategis kedua sisi tetap dipertahankan, sedangkan pembelian serta keputusan rutin yang sudah berada dalam rencana mendapat batas yang dapat dijalankan manajemen. Masa uji tiga bulan dimulai dari pelaksanaan yang kini disahkan, bukan dihitung mundur sejak Devon pulang dari Maldives.
Hotel bisnis di pusat kota tetap menerima tamu pada sayap yang tidak direnovasi. Davina tiba bersama penasihat Danajaya dan bertemu Anita, manajer proyek yang memimpin pekerjaan profesional. Perempuan itu menunjukkan jalur yang boleh dilalui, menyerahkan perlengkapan yang diperlukan, lalu menanyakan apakah semua sudah memperoleh penjelasan sebelum memasuki bagian yang dikerjakan.
Devon datang beberapa menit kemudian setelah urusan di DM Electronics selesai lebih cepat. Ia menyapa tim dan mulai menanyakan jadwal pembukaan tahap pertama. Anita mengatakan ia akan menunjukkan ruangan dahulu karena keputusan yang diminta menyangkut tempat yang sebenarnya dapat dilihat, bukan hanya kolom pada laporan. Devon mengangguk dan mengikuti tanpa mengambil alih tur.
Di lorong, seorang tamu berhenti karena tidak mengetahui jalur menuju lift yang masih dapat dipakai. Anita meminta rombongan menepi, memanggil staf operasional, dan menunggu sampai orang itu mendapat petunjuk. Ia kemudian menggeser troli yang membuat papan arah sulit terlihat. Devon hendak melanjutkan pertanyaan jadwal, tetapi Anita masih memastikan lorong kembali lapang. Davina memperhatikan bahwa mereka datang sebagai orang yang ingin melihat proyek, sedangkan orang lain tetap harus menjalani hari di dalam tempat yang sedang diubah. Ia memasukkan telepon ke tas dan mengikuti setelah urusan tamu selesai, kali ini tanpa berdiri terlalu lebar di tengah jalur.
Pada satu kamar, Davina menemukan letak meja membuat jalur terlalu sempit ketika koper dibuka. Ia hendak langsung menyebut desain yang salah, lalu berhenti karena belum mengetahui apakah barang tersebut contoh atau posisi akhir. Anita menjelaskan itu barang lama yang sedang dipindahkan. Davina menutup mulut, mencatat pertanyaan yang lebih berguna, dan mengakui ia terlalu cepat ingin mempunyai jawaban.
'Lebih baik bertanya sebelum orang memindahkan seluruh ruangan,' kata Anita, tidak mengejek.
Mereka turun menuju bagian tempat staf biasa beristirahat. Beberapa barang sudah dikumpulkan karena jalur renovasi akan melewati area tersebut. Seorang pekerja bertanya apakah jadwal pindah sudah pasti. Anita menjelaskan pilihan yang sedang diperiksa, lalu meminta tim operasional menunjukkan tempat pengganti yang benar dapat dipakai selama pekerjaan.
Davina menanyakan apa yang terjadi pada pekerja kontrak bila tanggal mulai bergeser. Jawaban awal menyebut penyesuaian jadwal. Ia bertanya apakah itu berarti ada hari yang tidak dibayar. Orang yang menjawab terdiam, kemudian menerangkan sebagian masih perlu dipastikan dengan pengelola. Davina menulis agar tidak dilupakan saat semua kembali membicarakan tanggal pembukaan.
'Saya tidak ingin menjanjikan sendiri,' katanya kepada pekerja yang masih menunggu. 'Saya akan meminta jawaban dari orang yang berwenang dan memastikan disampaikan sebelum jadwal berubah.'
Devon melihatnya, lalu menanyakan siapa yang akan memberi penjelasan pada staf. Ia tidak mengatakan semua biaya akan dibayar begitu saja dari kantongnya. Anita menetapkan penanggung jawab sesuai peran, dengan batas waktu sebelum orang perlu mengatur kehidupan berdasarkan jadwal yang belum pasti. Kunjungan diteruskan setelah pertanyaan tersebut benar tercatat, bukan hanya disambut anggukan.
Pertemuan singkat di akhir kunjungan membahas pemasok. Ada usul memakai jaringan Mahawira untuk seluruh barang agar pembelian lebih mudah. Davina meminta perbandingan dengan pemasok yang diajukan Danajaya. Ia tidak ingin namanya dipakai menuntut seluruh keuntungan bagi keluarganya, tetapi daftar awal tidak semestinya hilang hanya karena pihak lain merasa lebih cepat bila bekerja sendiri.
Anita menunjukkan data yang sudah ada dan bagian yang belum lengkap. Tim pengadaan memerlukan dua hari untuk menuntaskan mutu, harga, jadwal, serta penggantian bila ada barang tidak sesuai. Devon menanyakan apakah dua hari mengubah pembukaan. Setelah mendengar belum, ia menolak permintaan memilih sebelum data siap hanya karena ruangan rapat sudah terlanjur diisi semua orang.
Dua hari kemudian, perbandingan diterima. Beberapa barang lebih murah dari jaringan Mahawira, sedangkan pemasok lain dapat mengirim lebih cepat dengan syarat penggantian yang lebih baik. Keputusan membagi pengadaan menurut kebutuhan dibuat setelah rekomendasi profesional, bukan melalui pembicaraan suami istri di kamar. Davina menyampaikan pertanyaan pemilik, kemudian menandai bagian yang perlu dipantau pada laporan berikutnya.
Ia menerima pertanyaan dari kerabat pada sore setelah keputusan: apakah ia sengaja membuat Mahawira tidak menang agar tampak mandiri? Davina merasakan marah yang lebih besar daripada saat ditanyai direktur. Ia ingin mengatakan keluarga sendiri seharusnya mengetahui, lalu menghapus kalimat itu dan menjawab dengan dasar pemilihan. Hubungan darah tidak membuat setiap orang langsung percaya penilaiannya.
Ketika pulang, ia mendapati Devon sedang menyiapkan makan. Ia hampir mulai menceritakan pesan sebelum menaruh tas. Devon menunjuk masakan yang perlu diangkat dan memintanya menunggu sebentar agar mereka tidak makan sesuatu yang gosong. Davina tertawa, membantu mengambil wadah, lalu menceritakan setelah keduanya duduk.
Devon mengaku ia juga menerima pertanyaan apakah terlalu banyak membiarkan Danajaya mengawasi. Ia sudah menjawab bahwa peran penghubung berlaku karena mandat, bukan karena ia sedang ingin menjadi suami yang menyenangkan. Davina menatapnya, kemudian mengaku bagian paling sulit hari itu justru menyadari pertanyaan awal mengenai posisi meja hampir membuat orang menganggap ia tidak mengerti apa pun.
'Kamu memang belum mengerti semuanya,' kata Devon.
Davina meletakkan sendok dengan wajah dibuat tersinggung.
'Aku juga belum tahu meja itu belum dipasang,' tambahnya. 'Bedanya, kamu bertanya sebelum memberi perintah.'
Ia tertawa, kembali mengambil makanan, dan memberi tahu suaminya sayur masih terlalu matang. Devon menatap hidangan, mencicipi, lalu mengaku benar. Mereka makan sebelum membahas sisa pekerjaan yang memang perlu diteruskan esok. Hotel belum selesai, tetapi hari itu mempunyai keputusan yang sungguh sudah dibuat serta orang yang harus menjalankan, sehingga keduanya dapat menutup percakapan tanpa mengulang rapat yang sama sampai waktu tidur.