Lyla meminta Orion datang menjelang senja. Ia mengundang Aresh, Tala, dan Liram untuk hadir, tetapi meminta mereka tidak menjawab untuknya. Naran memilih tidak datang; ia telah menyampaikan harapannya dan memberi Lyla ruang.
Orion muncul di balkon setelah Lyla memanggil. Ia mengulang bahwa tubuh Bumi masih tertahan, luka serius belum disembuhkan, dan nasibnya setelah waktu berjalan tidak diketahui. Jika Lyla meminta tinggal secara final, hubungan dengan tubuh itu akan berakhir dan ia tak dapat kembali. Tidak ada pernikahan yang diwajibkan.
Lyla memastikan, “Kalau aku memilih tinggal, kau akan melepaskan waktu tubuhku di Bumi dan memutus hubunganku dengannya?”
“Ya.”
“Dan kau tidak tahu apakah ada orang yang menolong atau bagaimana hasilnya?”
“Benar.”
“Tidak ada syarat lain?”
“Tidak ada.”
Lyla menutup matanya. Ia melihat Bumi seperti yang ia ingat: jalan yang ramai, hujan, dan kehidupan sebelum kecelakaan. Ia merasakan kehilangan, tetapi juga menyadari bahwa ia tak bisa kembali ke hidup yang sama persis. Tubuhnya masih berisiko dan masa lalu tidak dapat dipulihkan dengan kepastian.
Ia membuka mata dan melihat Aresh berdiri jauh darinya, tidak meminta jawaban. Tala duduk tenang. Tak seorang pun menahannya atau memintanya tinggal.
“Aku memilih tinggal di Avantera,” kata Lyla. “Bukan karena aku diwajibkan menikah, dan bukan karena aku takut kau kecewa. Aku memilih hidup yang ingin kubangun di sini, dengan semua risikonya. Aku ingin tetap mengenal Aresh, tapi aku belum menyetujui gelar atau pernikahan.”
Aresh menunduk, menahan emosi. Ia tidak melangkah mendekat sampai Lyla memberi isyarat.
Orion mengulangi pilihan itu agar Lyla yakin. Lyla menyatakan ya. Ia meminta agar tubuhnya tidak dilupakan dan agar Orion membiarkannya menjalani kembali waktu di Bumi dengan kondisi apa adanya, bukan mengubah kejadian atau menutupinya.
“Aku akan melepaskan penahanan dan memutus hubungan jiwa itu. Aku tidak bisa menjanjikan hasil bagi tubuhmu,” kata Orion.
“Aku mengerti.”
Cahaya menyelimuti balkon, namun tidak menyilaukan. Lyla merasakan tarikan lembut dan kemudian berhenti. Orion berkata proses telah selesai; tubuhnya di Bumi kini kembali mengikuti waktu, dengan nasib yang tidak dapat dipastikan. Ia tidak menyatakan tubuh itu selamat atau meninggal.
Lyla menunduk. Ia mengucapkan selamat tinggal kepada kemungkinan kembali, bukan kepada seluruh kenangannya. Ia merasa sedih, tetapi tidak menyesali keputusan yang telah dibuat dengan mengetahui risiko.
Orion menghilang setelah Lyla mengatakan ia sudah cukup. Aresh tetap berdiri di tempat. “Boleh aku mendekat?” tanyanya.
Lyla mengangguk. Aresh berjalan menghampiri, lalu berhenti di hadapannya. Lyla mengulurkan tangan dan menggenggam jemarinya. Ia mengizinkan sentuhan itu, lalu berkata, “Aku memilih tinggal. Aku belum memilih menikah.”
“Aku tahu. Kita akan melangkah sesuai yang kau pilih.”
Tala mengusap matanya. Liram menutup catatan dengan hati-hati, memastikan keputusan Lyla tercatat tanpa rincian yang tak perlu. Lyla memandang langit senja. Bumi tetap menjadi bagian dari hidupnya, tetapi kini ia telah memilih masa depan di Avantera dengan kesadaran penuh.
Setelah Lyla menyampaikan pilihannya, Tala bertanya apakah ia ingin ditemani ke kamarnya atau tetap di balkon. Lyla memilih duduk sebentar. Ia merasa sedih karena pintu ke tubuh Bumi akan ditutup, tetapi juga merasa tenang karena ia tidak memilih dalam keadaan tidak tahu.
Ia mengatakan kepada Aresh bahwa ia ingin tinggal, namun belum ingin menjadi permaisuri atau menikah. Aresh menjawab bahwa keputusan tinggal berdiri sendiri dan ia menghormatinya. Mereka tak perlu membicarakan upacara atau gelar malam itu.
Lyla kemudian meminta Liram mencatat hanya hasil yang perlu diketahui: ia memilih tinggal, Orion telah mengakhiri hubungan dengan tubuh Bumi sesuai permintaannya, dan belum ada keputusan pernikahan. Rincian pribadi tentang kondisi tubuh tidak akan diumumkan kepada istana.
Liram membacakan catatan itu. Lyla memperbaiki satu kata agar tidak menyatakan bahwa tubuh Bumi pasti meninggal. Hasilnya belum diketahui. Ia ingin tetap jujur meski keputusan telah dibuat.
Setelah semua orang pulang, Lyla mengucapkan selamat malam kepada Tala. Ia belum tahu bagaimana hari esok akan terasa, tetapi ia tahu ia tidak perlu langsung merayakan atau menyesali pilihannya. Ia boleh berduka dan memulai sesuatu yang baru sekaligus.
Setelah proses selesai, Lyla duduk beberapa saat tanpa berbicara. Ia merasa sedih, tetapi tak ingin orang lain menafsirkannya sebagai penyesalan. Ia hanya kehilangan kemungkinan pulang dan perlu berkabung.
Aresh bertanya apakah ia boleh mendekat. Lyla mengangguk, lalu meminta ia duduk di sampingnya. Mereka tidak langsung berpelukan. Lyla hanya menggenggam tangannya sejenak, dan Aresh melepaskannya saat ia menarik diri.
“Aku memilih tinggal, tapi aku masih ingin membangun hidupku pelan-pelan,” katanya.
“Kita akan melakukannya sesuai keinginanmu.”
Lyla meminta agar keputusan itu tidak diumumkan sebagai pengumuman pertunangan. Aresh setuju. Liram hanya akan mencatat bahwa Lyla memilih melanjutkan hidup di Avantera dan tidak ada keputusan pernikahan.
Tala menawarkan untuk mengantarnya ke kamar. Lyla menerima, lalu menyimpan buku catatan di laci. Ia tak ingin malam itu dipenuhi rapat atau upacara. Ia ingin beristirahat.
Sebelum meninggalkan balkon, Lyla bertanya kepada Liram apakah ia perlu menandatangani sesuatu. Liram menjawab tidak; keputusan itu sudah disampaikan langsung kepada Orion, dan catatan istana hanya akan memuat informasi yang perlu diketahui. Lyla menyetujui redaksi tersebut setelah membacanya.
Ia tidak ingin kondisi tubuhnya di Bumi menjadi bahan pembicaraan. Aresh memastikan tidak ada laporan rinci yang akan diedarkan. Lyla berterima kasih dan meminta malam itu tetap tenang.
Lyla memejamkan mata dan membiarkan tubuhnya beristirahat. Ia telah memilih dengan sadar, tetapi ia tak harus merasa gembira setiap detik untuk membuktikan bahwa pilihannya benar. Besok ia akan menjalani hari pertama dari kehidupan yang dipilihnya.