Pagi berikutnya, Lyla meminta Tala dan Naran hadir bergantian. Ia ingin berbicara kepada mereka sebelum membuat keputusan final kepada Orion. Ia tak ingin keduanya mendengar kabar dari orang lain.
Tala datang lebih dahulu. Lyla berkata bahwa ia sedang condong untuk tinggal di Avantera, tetapi pilihan itu berarti mengakhiri hubungan dengan tubuh Bumi jika ia meminta Orion melepaskannya. Ia tak tahu apakah tubuh tersebut akan bertahan ketika waktu berjalan lagi.
Tala menggenggam cangkir teh, tetapi tidak segera menjawab. “Apakah Anda yakin ingin tinggal?”
“Aku belum mengucapkan keputusan final. Tapi aku ingin kau tahu bahwa aku mempertimbangkannya sungguh-sungguh.”
“Jika Anda memilih tinggal, saya akan menemani. Jika Anda pulang, saya akan merindukan Anda, tapi saya tak akan menahan.”
Lyla merasa matanya panas. “Terima kasih. Aku tak ingin keputusan ini jadi kewajiban bagimu juga.”
“Bukan.”
Mereka berbicara tentang kehidupan Lyla di istana. Ia tak ingin menjadi permaisuri segera. Ia ingin mencoba kegiatan perpustakaan dan tetap punya waktu sendiri. Tala setuju bahwa itu dapat dibicarakan terpisah dari keputusan pulang.
Setelah Tala pergi, Naran datang. Lyla menyampaikan hal yang sama. Ia mengakui bahwa ia mungkin memilih tinggal, tetapi bukan karena amber atau rasa bersalah kepada Naran. Ia tetap tidak dapat membalas perasaannya secara romantis.
“Saya mengerti,” kata Naran. “Saya senang Anda mengatakannya langsung.”
“Aku juga ingin meminta maaf sekali lagi atas caraku dulu menyentuh telingamu dan mengabaikan permintaanmu. Aku tahu sudah meminta maaf, tapi aku ingin memastikan aku tak pernah menggunakan hubungan baik kita sebagai alasan untuk menganggap batasmu hilang.”
Naran menjawab ia menerima kesungguhan Lyla, meski ia tak ingin permintaan maaf itu diulang setiap kali mereka bertemu. Ia ingin mereka melanjutkan hidup dan membangun kepercayaan melalui tindakan.
“Aku akan mengingat itu,” kata Lyla.
Naran berkata amber tetap ia simpan sebagai benda miliknya sendiri. Ia tidak akan memberikan atau mengirimkannya kepada Lyla. Ia tak ingin pilihannya menjadi bagian dari keputusan Lyla tentang tinggal.
“Terima kasih. Itu memang bukan tanggung jawabku.”
Naran mengangguk. Ia berkata bahwa ia berharap Lyla menemukan tempat yang diinginkan, di dunia mana pun. Lyla membalas bahwa ia juga berharap Naran menemukan kebahagiaan tanpa harus menjadi panglima setiap saat.
Mereka berpisah dengan salam singkat, tanpa sentuhan. Lyla merasa sedih karena mungkin akan kehilangan Bumi, tetapi juga lega telah berbicara kepada orang-orang yang penting baginya. Ia tak meminta restu, hanya memberi tahu mereka.
Siang hari Aresh bertanya apakah Lyla sudah menentukan. Ia menjawab ia hampir yakin, tetapi ingin mengucapkannya sendiri kepada Orion. Aresh menerima dan mengatakan akan menunggu di dekat perpustakaan jika ia memerlukan dukungan.
Lyla pergi ke balkon membawa buku catatan. Ia belum menulis “tinggal” sebagai keputusan final. Ia ingin mendengar dirinya mengatakannya kepada Orion, dengan semua konsekuensi yang dipahami.
Sebelum memanggil Orion, Lyla memeriksa daftar konsekuensi sekali lagi. Ia memastikan tak ada yang berubah: tubuhnya di Bumi tetap berada pada momen kecelakaan, luka belum mendapat perawatan, ia tak tahu siapa di sekitarnya, dan hasil setelah waktu berjalan tidak dapat dijamin. Jika tinggal secara final, ia tak dapat kembali ke tubuh itu.
Aresh menyarankan ia mengucapkan kembali pilihan dengan kata-katanya sendiri. Lyla berkata ia ingin membangun hidup di Avantera karena itu yang ia pilih, bukan karena kewajiban misi atau tekanan pernikahan. Ia mengakui ia takut kehilangan Bumi dan tetap menganggapnya bagian dari dirinya.
“Apakah kau ingin meminta waktu lagi?” tanya Aresh.
Lyla memikirkan pertanyaan itu. Ia telah mengambil beberapa hari, berbicara dengan Tala dan Naran, dan mendapatkan penjelasan ulang. Ia tahu dirinya masih bisa merasa ragu setelah keputusan. “Aku ingin memilih sekarang.”
Aresh mengangguk dan memberi ruang. Lyla meminta Orion datang, lalu menunggu. Ia tak ingin ada orang lain menyentuhnya atau mengucapkan keputusan untuknya.
Saat Orion muncul, Lyla meminta ia mengulang konsekuensinya satu kali terakhir. Ia memastikan bahwa tinggal akan memutus hubungan dengan tubuh Bumi, waktu di sana akan berjalan lagi, dan hasil tubuhnya tidak diketahui. Orion menjawab ya.
Lyla berkata ia mengerti, lalu meminta satu jeda untuk menarik napas. Tidak ada yang mendesaknya. Setelah beberapa saat, ia menyatakan bahwa ia memilih Avantera.
Lyla meminta Orion menyampaikan lagi apa yang akan terjadi setelah ia meminta tubuh Bumi dilepaskan. Orion menjawab waktu di sana akan berjalan kembali dari saat penghentian, tanpa perubahan pada tubuh atau luka. Ia tak akan memindahkan tubuh, memperbaiki kecelakaan, atau menentukan siapa yang datang menolong.
“Kalau tak ada yang menolong?”
“Tubuhmu berisiko tidak bertahan. Aku tak dapat memastikan.”
“Kalau ada yang menolong?”
“Hasilnya tetap bergantung pada luka dan perawatan. Aku tak bisa menjanjikan kesembuhan.”
Lyla mengulang jawaban dengan kata-katanya sendiri. Ia ingin tahu bahwa melepaskan tubuh bukan tindakan yang akan menghapus kejadian, hanya membiarkan waktu berjalan lagi. Orion memastikan itu benar.
Ia bertanya apakah keputusan tinggal memutus jalur pulang selamanya. Orion menjawab ya, setelah ia meminta pelepasan final. Ia akan tetap hidup di Avantera, tetapi tak dapat kembali ke tubuh Bumi itu.
Lyla meminta waktu beberapa menit sebelum menjawab. Orion mengangguk. Tala menunggu, Aresh menunduk, dan Liram menyimpan pena. Tak ada yang berbicara.
Lyla membaca daftar konsekuensi sekali lagi. Ia tak mengubah kata “mungkin” menjadi kepastian. Ia memahami tubuhnya bisa selamat atau meninggal, dan ia tidak akan tahu. Setelah itu ia menutup buku catatan.
Tala bertanya apakah Lyla ingin memberi tahu orang lain di istana. Lyla menjawab belum. Ia ingin prosesnya tetap pribadi sampai ia siap, dan tidak mau keputusan itu berubah menjadi kabar bahwa raja segera menikah.
“Yang berubah hanya tempat hidupku,” katanya. “Hubungan dan gelar masih perlu dibicarakan terpisah.”
Tala mengangguk dan berjanji menjaga ucapannya. Lyla merasa lebih tenang karena pilihannya tidak akan diumumkan dengan makna yang tak ia setujui.