Lyla meminta Orion kembali untuk menjelaskan satu hal terakhir sebelum ia memilih. Ia tak ingin membuat keputusan tinggal tanpa memahami secara pasti apa yang berarti “mengakhiri hubungan dengan tubuh Bumi”.
Aresh, Tala, dan Liram hadir sesuai pilihan Lyla. Ia meminta mereka duduk berjauhan dan tidak menyela kecuali ia meminta. Setelah memanggil Orion, ia menunggu sampai sosoknya muncul.
“Kalau aku memutuskan tinggal, apakah aku masih bisa kembali suatu hari nanti?” tanyanya.
Orion menjawab bahwa selama tubuhnya ditahan, Lyla masih dapat meminta untuk kembali, meskipun waktu penahanan tidak dapat berjalan tanpa batas. Namun, ketika ia memilih tinggal secara final dan meminta Orion melepaskan tubuh Bumi, hubungan jiwa dengan tubuh itu akan diputus. Waktu pada tubuh akan berjalan lagi, dan Lyla tidak dapat kembali ke sana setelah itu.
Lyla menahan napas. “Itu berarti keputusan final.”
“Ya. Aku tidak akan menyembunyikan itu.”
“Kalau tubuhku meninggal setelah waktunya berjalan, apakah kau tahu kapan?”
“Tidak. Aku tahu tubuhmu mengalami luka berat dan tidak menerima perawatan selama waktu tertahan. Aku tidak tahu siapa yang berada di dekatnya atau apa yang akan terjadi setelah waktu berjalan.”
“Jadi kau tak bisa memastikan apakah aku akan mati.”
“Benar. Risikonya besar, tetapi aku tak dapat mengetahui tindakan orang lain atau hasil perawatan yang mungkin tersedia.”
Lyla meminta Orion menjelaskan apakah ada cara menjaga tubuh dan membiarkan ia tinggal di Avantera tanpa memutuskan. Orion menjawab penahanan bisa berlangsung selama masa pertimbangan, tetapi tidak selamanya. Ia tidak dapat menyimpan tubuhnya dalam keadaan itu tanpa batas atau membagi kehidupan Lyla ke dua dunia terus-menerus.
“Apakah ada tenggat tertentu?”
“Tidak ada tanggal yang dapat kutetapkan sekarang. Aku akan memberitahumu jika keadaan berubah dan pilihan perlu dibuat segera.”
“Jadi aku bisa menunggu, tapi tidak tanpa akhir. Dan jika aku memilih tinggal secara final, aku tak bisa kembali ke tubuh itu.”
“Benar.”
Lyla menuliskan jawaban itu. Ia meminta Orion memastikan tidak ada syarat tambahan atau harga lain.
“Tidak ada syarat rahasia. Misi tidak mewajibkanmu menikah dengan Aresh. Jika kau tinggal, itu pilihanmu. Jika kembali, itu juga pilihanmu, dengan risiko yang telah kujelaskan.”
Aresh tak bertanya apa pun. Lyla meliriknya, lalu berkata ia ingin mendengar apakah Aresh menerima bahwa ia mungkin memilih pulang.
“Aku menerima itu,” kata Aresh. “Aku akan sedih, tapi tidak akan memintamu mengubah pilihan demi aku.”
Orion menunggu sampai Lyla meminta jeda. Ia merasa berat dan berkata belum siap memilih hari itu. Orion mengangguk. “Kau tidak perlu menjawab sekarang. Kau boleh menimbang lagi.”
“Kalau aku meminta penjelasan satu kali lagi, boleh?”
“Ya. Aku akan mengulanginya tanpa menambahkan syarat.”
Lyla meminta Orion berhenti untuk sementara. Sosoknya menghilang setelah ia memberi izin. Lyla menutup buku catatan dan duduk diam. Kini ia tahu bahwa memilih tinggal berarti tidak akan kembali ke tubuh yang sama setelah ia meminta Orion melepaskannya. Ia tahu risikonya, bukan hasil pastinya.
Aresh bertanya apakah Lyla ingin ruang. Ia menjawab ya. Aresh berdiri dan pergi ke ruang kerja tanpa menyentuhnya. Tala tetap duduk di dekatnya, menunggu sampai Lyla siap berbicara.
Sebelum menutup percakapan, Lyla bertanya bagaimana Aresh menjalani hidup setelah kehilangan seseorang. Aresh berkata ia pernah kehilangan orang-orang dekat karena jarak dan tanggung jawab kerajaan, tetapi tidak akan membandingkan dukanya dengan kehilangan Lyla. Ia tak tahu bagaimana rasanya kehilangan Bumi.
“Aku tidak ingin kau bilang kau mengerti kalau kau tidak mengerti.”
“Aku tidak mengerti sepenuhnya. Aku bisa mendengarkan.”
Lyla mengangguk. Ia bercerita bahwa masa lalunya di Bumi tetap miliknya, dan ia takut keputusan tinggal akan membuat orang menganggap ia melupakannya. Aresh berkata ia tak akan meminta Lyla menyembunyikan asal-usulnya.
“Kalau aku tinggal, aku ingin sesekali bercerita tentang Bumi.”
“Aku akan mendengarkan, jika kau ingin bercerita.”
“Dan kalau aku sedang rindu, aku tak mau rasa itu disebut penyesalan.”
“Aku tidak akan menyebutnya begitu.”
Mereka kemudian membahas kemungkinan hidup Lyla di istana tanpa gelar. Aresh dapat menyediakan tempat tinggal dan akses ke perpustakaan, tetapi Lyla bebas menentukan kegiatan. Ia tak akan harus menghadiri rapat atau mewakili kerajaan.
“Aku ingin mencoba katalog, tetapi aku juga mungkin bosan,” kata Lyla.
“Kau boleh berhenti.”
“Aku ingin punya teman, bukan hanya pengawal dan pelayan.”
“Kita bisa mencari cara agar kau mengenal orang-orang tanpa membuatmu jadi pusat acara.”
Lyla merasa bisa membayangkan kehidupan di Avantera yang bukan sekadar romansa. Namun ia tetap meminta Aresh tidak menjanjikan bahwa semuanya mudah. Mereka belum tahu apa tantangan hidupnya di sana.
Aresh menyetujui. Ia berkata mereka bisa menyelesaikan hal-hal praktis satu demi satu jika Lyla memilih tinggal. Tidak ada yang harus diputuskan sebelum keputusan besar dibuat.
Lyla bertanya apa yang terjadi pada kehidupan di Avantera jika ia memilih tinggal tanpa gelar. Aresh berkata ia tetap dapat tinggal di tempat yang nyaman, memilih kegiatan, dan berteman dengan siapa pun yang ia kehendaki. Ia tak perlu menghadiri urusan kerajaan kecuali benar-benar menginginkannya.
“Kalau ada orang yang memanggilku calon ratu?”
“Aku akan mengoreksinya.”
“Kalau mereka mengira aku bisa memberi pengaruh karena dekat denganmu?”
“Aku akan menjelaskan bahwa keputusan kerajaan tetap melalui proses yang semestinya. Kedekatan kita tak memberi kewenangan khusus.”
Lyla mengangguk. Ia ingin tahu bahwa kehidupan yang ia pilih tidak membuatnya langsung terperangkap dalam peran yang tak diminta. Aresh menjawab semua pertanyaan tanpa tersinggung.
Mereka berbicara tentang bagaimana hubungan dapat berjalan sambil Lyla masih berduka. Aresh tidak meminta ia menyembunyikan rasa kehilangan Bumi. Jika Lyla ingin menyimpan kenangan atau berbicara tentangnya, ia akan mendengarkan.
“Aku mungkin akan marah suatu hari,” kata Lyla. “Kalau aku merasa kehilangan terlalu besar.”
“Aku akan mendengarkan. Aku tak akan menyalahkanmu karena memiliki perasaan.”
“Dan kalau aku butuh waktu sendiri?”
“Aku akan memberimu ruang.”
Mereka sepakat bahwa memilih tinggal bukan jaminan Lyla selalu bahagia. Akan ada hari ketika ia merindukan Bumi, dan hari ketika ia merasa senang berada di Avantera. Aresh tidak meminta janji untuk tidak menyesal.
Lyla merasa lebih siap karena ia tak perlu menjanjikan perasaan yang mustahil dipastikan.