Lyla meminta sehari untuk membaca ulang penjelasan Orion. Ia tidak ingin langsung menyusun keputusan berdasarkan keterkejutan. Aresh menyetujui, begitu pula Tala dan Liram. Tidak ada yang menanyakan pilihan mana yang lebih mungkin.
Pagi itu Lyla duduk di ruang baca kecil sendirian. Ia menulis apa yang ia tahu tentang Bumi: ia meninggal saat menyelamatkan anak kucing, tubuhnya mengalami luka berat, dan Orion menghentikan waktu pada saat pemindahan. Ia tidak tahu siapa yang melihat, apakah ada orang yang mencari, atau bagaimana peristiwa itu akan berkembang jika waktu berjalan.
Ia menulis pula bahwa Orion tak dapat menjanjikan tubuhnya selamat setelah kembali. Ia tidak akan mengarang keluarga atau teman yang menunggunya, meski rasa sepi membuatnya ingin membayangkan ada seseorang yang peduli.
Tala datang setelah mengetuk. Ia bertanya apakah Lyla ingin ditemani. Lyla mengizinkan Tala duduk di dekat jendela, tetapi meminta agar mereka tidak langsung membicarakan keputusan.
Mereka membaca dalam hening. Setelah beberapa lama, Lyla berkata ia merindukan hal-hal biasa dari Bumi: berjalan ke toko, suara hujan di atap, dan kucing-kucing yang pernah ia beri makan. Ia bertanya-tanya apa yang akan terjadi pada mereka jika ia tak kembali.
“Aku tak tahu,” katanya. “Aku bahkan tak tahu apakah ada yang menyadari aku hilang.”
Tala tidak memberi jawaban palsu. “Kita tidak tahu. Aku akan mendengarkan kalau Anda ingin membicarakannya.”
Lyla merasa lega karena Tala tak mengubah ketidaktahuan menjadi cerita yang menenangkan. Ia pun mengakui bahwa ia juga merindukan kehidupan yang belum pernah dijalaninya: mungkin pekerjaan lain, mungkin rumah lain. Namun ia tak tahu apakah mimpi itu nyata atau hanya bayangan.
Aresh datang menjelang siang dan menunggu di luar ruang baca. Lyla mempersilakannya masuk setelah Tala bertanya apakah ia siap. Aresh duduk berjarak dan bertanya apa yang ia butuhkan.
“Aku ingin kamu mendengarkan, bukan membujukku tinggal.”
“Aku akan mendengarkan.”
Lyla menceritakan bahwa ia takut pilihan tinggal membuat Bumi seolah tak berarti. Aresh berkata ia tak pernah menganggap Lyla harus memilih satu dunia dengan membenci yang lain. Ia dapat merindukan Bumi dan tetap menyayangi Avantera.
“Kalau aku pulang, aku takut kehilanganmu.”
“Aku juga akan takut kehilanganmu.”
“Dan kau tetap tidak akan memintaku tinggal?”
“Aku ingin kau tinggal, tapi aku tak akan menjadikan keinginanku sebagai kewajibanmu.”
Lyla menyerap jawaban itu. Ia bertanya apakah Aresh sanggup hidup setelah ia pergi. Aresh berkata ia akan berduka, tetapi ia tetap memiliki kerajaan, tugas, dan hidupnya sendiri. Ia tak akan membekukan hidupnya sebagai hukuman.
“Terima kasih. Aku tidak mau menjadi alasan kau berhenti hidup.”
“Kau bukan.”
Mereka duduk dalam hening. Lyla merasa takut, sedih, dan sedikit lega karena tak perlu berpura-pura. Ia belum membuat keputusan, tetapi mulai memahami bahwa cinta tak menghapus konsekuensi. Ia hanya bisa memilih dengan mata terbuka.
Orion menjelaskan bahwa keputusan itu dapat diambil ketika Lyla siap memahami akibatnya, namun ia tidak dapat menahan tubuh tanpa batas. Ia tak memberi tanggal atau jumlah hari. Jika keadaan berubah dan keputusan mendesak, ia akan memberi tahu Lyla secara langsung.
Lyla bertanya apa yang dimaksud dengan “perubahan mendesak”. Orion berkata ia akan menyampaikan jika kemampuan mempertahankan tubuh mulai mendekati batas, bukan menghilang tiba-tiba tanpa peringatan. Ia tidak akan memakai kabar tersebut untuk memaksanya memilih Aresh atau Bumi.
“Jadi aku akan mendapat tahu sebelum penahanan berakhir?”
“Ya. Aku tidak akan menyembunyikan peringatan itu.”
Lyla meminta Liram mencatat bahwa tidak ada tenggat spesifik, tetapi ada janji pemberitahuan jika keadaan berubah. Ia juga meminta agar hal itu tidak dibaca sebagai waktu tak terbatas.
“Catat bahwa aku tetap perlu mempertimbangkan pilihan,” katanya. “Jangan tulis aku boleh menunda selamanya.”
Aresh bertanya apakah Lyla merasa cukup aman dengan penjelasan itu. Lyla menjawab ia merasa lebih tenang, tetapi belum sepenuhnya. Ia ingin mempercayai Orion, namun juga tahu bahwa ia tidak bisa menilai semua konsekuensi tanpa mengalami salah satu pilihan.
Orion menjawab bahwa memang ada hal-hal yang tidak bisa dipastikan sebelumnya. Ia tak akan menjanjikan hasil yang tak berada dalam kendalinya. Lyla menghargai kejujuran itu, meski tidak menyukainya.
Ia lalu meminta agar percakapan dihentikan. Orion mengangguk dan menunggu sampai Lyla merasa stabil sebelum pergi. Tak ada syarat rahasia atau permintaan keputusan.
Setelah itu Liram membacakan catatan. Lyla membenarkan setiap kalimat, lalu meminta salinan untuk dirinya sendiri. Ia ingin dapat mengingat jawaban tanpa mengandalkan ingatan saat sedang takut.
Mereka menyimpan salinan dalam map terpisah. Lyla merasa bahwa mengetahui batas penahanan memberinya sedikit kendali, meskipun ia tetap harus menghadapi pilihan besar.
Lyla bertanya apakah pilihan tinggal berarti ia tak dapat lagi meminta Orion mengembalikannya ke tubuh asal. Orion menjawab bahwa ia dapat berubah pikiran selama masa penahanan belum berakhir, tetapi ia harus memahami bahwa waktu di Bumi akan berjalan kembali dan luka tetap berbahaya.
“Jadi, kalau aku tinggal hari ini, aku tidak langsung kehilangan jalan pulang?”
“Tidak langsung. Namun hubungan dengan tubuhmu tak dapat dipertahankan selamanya jika kau memilih kehidupan di Avantera.”
Lyla mengulang dengan kata-katanya sendiri dan meminta Orion mengoreksi jika salah. Orion memastikan bahwa ia memahami: masih ada masa untuk mempertimbangkan setelah menyatakan ingin tinggal, tetapi tidak ada jaminan tanpa batas.
“Apakah aku akan diberi tahu sebelum batas itu tiba?”
“Ya. Aku tak akan membiarkanmu memilih tanpa mengetahui bahwa masa penahanan mendekati akhirnya.”
Aresh bertanya apakah itu syarat baru. Orion menegaskan tidak; itu penjelasan tentang mekanisme yang sama. Tidak ada harga lain, tidak ada pernikahan, dan tidak ada janji rahasia.
Lyla merasa lega mendengar bahwa ia tidak perlu memutuskan detik itu juga. Ia juga sadar masa depan tetap terbatas. Ia menulis kedua hal tersebut, memastikan catatan tidak hanya memuat bagian yang menenangkannya.
Lyla meminta agar catatan tentang Bumi tetap terpisah dari daftar kegiatan Avantera. Ia ingin mengingat keduanya tanpa membuat satu menjadi alasan untuk menghapus yang lain.