Lyla meminta Orion menjelaskan apa arti memilih tinggal. Ia ingin tahu apakah keputusan itu berarti menikah dengan Aresh, menjadi ratu, atau mengikat dirinya pada Avantera selamanya.
“Tidak satu pun dari itu menjadi syarat,” jawab Orion. “Tinggal adalah keputusanmu untuk melanjutkan hidup di Avantera. Itu tidak menjadikanmu istri Aresh atau pemegang gelar kerajaan.”
Lyla menoleh kepada Aresh. Ia mengangguk, menyatakan bahwa ia tak akan menambahkan syarat sendiri. Lyla kembali menatap Orion.
“Kalau aku memilih tinggal, apa yang terjadi pada tubuhku di Bumi?”
“Hubunganmu dengan tubuh itu akan berakhir. Aku akan melepaskan keadaan tertahan dan membiarkan tubuh menjalani akibat dari luka yang dialaminya. Aku tidak dapat menjanjikan bahwa ia akan bertahan.”
Lyla merasa seolah lantai balkon bergeser. “Jadi, kalau aku tinggal, tubuhku di Bumi mungkin mati?”
“Ya. Luka yang ada sangat berat, dan tanpa perawatan yang belum diterima, tubuh itu mungkin tidak dapat bertahan saat waktu berjalan lagi.”
“Kenapa tidak langsung bilang begitu?”
“Kau belum menanyakan konsekuensi pilihan tinggal dengan jelas, dan aku tidak ingin menganggap kau sudah siap mendengarnya. Aku juga tidak akan menyebutnya syarat tersembunyi. Inilah akibat dari dua pilihan yang berbeda.”
Lyla berusaha mengatur napas. Aresh bergerak sedikit, lalu berhenti. Ia menunggu apakah Lyla meminta sentuhan atau bantuan. Lyla menggeleng dan berkata ia hanya perlu duduk.
Tala menarik kursi ke arahnya, tetapi tak menyentuhnya. Lyla duduk sendiri. Ia meminta Orion mengulang perbedaan pilihan pulang dan tinggal.
“Jika kau kembali, jiwamu kembali ke tubuh yang sama pada saat pemindahan. Waktu tubuh berlanjut dan luka tetap ada. Hasilnya tidak dapat kujamin. Jika kau memilih tinggal, aku akan mengakhiri hubungan dengan tubuh itu; waktu di sana berjalan lagi dan luka akan mengambil jalannya tanpa kau kembali ke dalamnya.”
“Apakah kau akan membiarkan tubuh itu mati?”
“Aku tidak menyembuhkannya dan tidak dapat mempertahankan dua kehidupan tanpa batas. Aku akan berhenti menahan waktu jika kau memilih tinggal. Aku tidak akan mengubah pilihanmu menjadi hukuman; aku hanya akan melepaskan tubuh itu dari keadaan yang sementara.”
Lyla meminta waktu. Orion menjawab bahwa ia boleh mengambil waktu yang tersedia untuk memahami pilihan, tanpa janji penundaan selamanya. Tidak ada tenggat tertentu yang ia tetapkan, tetapi keputusan itu harus dibuat sebelum kemampuan mempertahankan tubuh berakhir.
Lyla menulis semua itu kata demi kata. Ia tak mau menyamarkan fakta bahwa tinggal berarti kemungkinan tubuh Bumi meninggal. Ia pun tidak mau menyimpulkan bahwa kembali berarti pasti selamat.
“Aku tidak ingin memilih berdasarkan rasa takut,” katanya.
“Kalau begitu, jangan memilih sekarang,” jawab Orion.
Aresh akhirnya bertanya apakah ada cara memperpanjang masa penahanan tanpa batas. Orion menjawab tidak. Aresh mengangguk dan tak meminta pengecualian untuk Lyla.
“Terima kasih sudah menjelaskan,” ujar Lyla. “Aku perlu waktu untuk memahami bahwa pilihan ini nyata.”
Orion berjanji akan kembali ketika Lyla meminta dan tidak akan memaksa percakapan malam itu berlanjut. Lyla memutuskan cukup. Setelah ia mengucapkan terima kasih, Orion menghilang.
Tak seorang pun langsung berbicara. Lyla memandangi catatannya. Ia tahu sekarang bahwa kepulangan bukan sekadar kembali ke rumah, dan tinggal bukan sekadar menunda. Kedua pilihan memiliki harga yang nyata.
Lyla lalu menceritakan kenangan Bumi yang tidak ingin ia lupakan. Ia menjelaskan suara kereta, makanan sederhana, dan kebiasaan berjalan tanpa tujuan. Ia tidak tahu apakah ada orang yang merindukannya, dan ia tak ingin mengarang siapa pun. Namun, ia tetap boleh merasa kehilangan kehidupan yang pernah dijalaninya.
Tala bertanya apakah ia ingin menulis kenangan itu. Lyla mengambil kertas dan menulis beberapa hal yang ia ingat, bukan untuk memutuskan pulang, melainkan supaya bagian hidupnya itu tidak hanya menjadi pertanyaan bagi Orion.
“Kalau aku memilih tinggal, kenangan ini tetap milikku,” katanya.
“Ya,” jawab Tala.
Aresh datang setelah mengetuk pintu. Ia bertanya apakah Lyla ingin ia mendengarkan. Lyla mengizinkan, lalu membaca satu paragraf tentang hujan di Bumi. Aresh tidak pernah melihat hujan seperti yang ia gambarkan, tetapi ia bertanya dengan rasa ingin tahu, bukan menyamakan dunia mereka.
“Aku ingin melihatnya suatu hari,” kata Lyla. “Entah aku kembali atau hanya menceritakannya.”
Aresh tidak mengatakan ia akan membawanya ke sana. Ia hanya berkata, “Aku ingin memahami apa yang kau rindukan.”
Lyla menceritakan bahwa cinta kepada Aresh tidak membuatnya berhenti merindukan Bumi. Ia takut orang lain menilai itu sebagai ketidaksetiaan. Aresh berkata perasaan bukan sumpah yang menghapus masa lalu.
“Kalau aku tinggal, aku tidak mau melupakan siapa diriku sebelumnya.”
“Kau tidak perlu melupakan.”
Kalimat itu membuat Lyla merasa lebih tenang. Ia dapat memilih masa depan tanpa menghapus masa lalu. Namun, ia masih belum tahu apakah risiko kembali akan ia ambil.
Mereka membicarakan bahwa tak seorang pun di Avantera dapat menggantikan jawaban yang mungkin ia peroleh di Bumi. Aresh tak akan mengatakan hidup di Avantera lebih baik hanya karena ia ingin Lyla tinggal. Ia akan membantu Lyla memahami pilihan, lalu membiarkannya memutuskan.
Aresh bertanya apakah Lyla ingin menulis surat kepada seseorang di Bumi, meski belum tahu siapa yang akan menerimanya. Lyla berkata ia tidak ingin menciptakan penerima khayalan. Ia belum tahu apakah ada keluarga, teman, atau petugas yang akan menemukannya.
“Kalau aku kembali, aku akan menghadapi kenyataan di sana. Kalau aku tinggal, aku harus menerima bahwa mungkin tak ada pesan yang bisa dikirim.”
Aresh tidak mengoreksi atau menambahkan harapan. Ia berkata ia akan mendukung apa pun yang Lyla putuskan setelah tahu konsekuensinya.
Lyla menuliskan bahwa ia merindukan kota dan hal-hal kecil, tetapi tidak tahu siapa yang ada di sekitarnya saat kecelakaan. Ia menandai semua ingatan yang tidak lengkap, supaya nanti tak berubah menjadi fakta hanya karena sering dibayangkan.
Tala melihat catatan itu dan bertanya apakah Lyla ingin menyimpan kenangan dalam bentuk lain, seperti gambar atau daftar lagu. Lyla memilih menuliskan nama makanan yang ia ingat. Ia tak tahu apakah akan bisa memakannya lagi, tetapi ingin mengenangnya.
Kegiatan itu membuatnya merasa dekat dengan Bumi tanpa memaksa dirinya mengambil keputusan. Ia boleh merindukan rumah dan tetap menyukai Avantera.