Orion belum menjelaskan seluruh pilihan Lyla, tetapi percakapan mereka membuat pikirannya penuh. Ia meminta waktu sehari sebelum melanjutkan. Aresh menyetujui tanpa mengusulkan agenda lain. Tala mengajaknya berjalan di taman, dan Lyla memilih ikut.
“Aku merasa lega misi tidak berarti memaksa pernikahan,” kata Lyla. “Tapi sekarang aku harus memikirkan apa yang sebenarnya kuinginkan.”
“Apakah Anda punya gambaran?”
“Aku ingin tahu apakah aku bisa pulang. Aku ingin tahu apa akibat tinggal. Dan aku ingin tahu apakah aku bisa tetap menjadi diriku sendiri di sini, tanpa gelar ratu.”
Tala berkata bahwa ia dapat mempertimbangkan hidupnya di Avantera tanpa harus memutuskan apakah akan menjadi permaisuri. Lyla tahu itu masuk akal, tetapi ia belum tahu bagaimana hal itu bisa terjadi secara praktis.
“Aku juga khawatir kalau aku tinggal, semua orang menganggap itu karena Aresh,” katanya. “Padahal mungkin aku ingin melihat dunia ini, belajar, punya tempatku sendiri.”
“Kalau Anda memilih tinggal, Anda bisa menjelaskan pilihan Anda dengan kata-kata Anda sendiri.”
Lyla berhenti di dekat pohon. “Aku belum memilih. Aku hanya mencoba membayangkan.”
Tala mengangguk. “Membayangkan bukan janji.”
Mereka berjalan kembali ke istana. Aresh sedang menunggu di dekat koridor, tetapi tak bertanya apakah Lyla sudah berubah pikiran. Ia hanya mengatakan Orion bisa dipanggil lagi saat Lyla siap. Lyla menjawab ia ingin berbicara esok hari, dengan beberapa pertanyaan khusus.
Malam itu ia menyusun daftar: apa pilihan jika ia tinggal, apakah ia dapat meninggalkan istana, apakah ia dapat kembali ke Bumi di masa depan, dan apakah tubuhnya akan tetap tertahan jika ia belum memutuskan. Ia tidak ingin Orion menjawab dengan istilah yang kabur.
Keesokan hari, ia kembali memanggil Orion dengan hati-hati. Ia bertanya apakah ia bisa memilih tinggal di Avantera tanpa menjadi istri Aresh. Orion menjawab bahwa ia bisa tinggal sebagai dirinya sendiri. Misi tidak memberi siapa pun hak untuk menetapkan gelar atau pernikahan bagi Lyla.
“Kalau aku tinggal, apakah tubuhku di Bumi tetap tertahan?”
“Selama kau belum memilih kembali, tubuhmu akan tetap berada dalam keadaan yang sama. Namun pemeliharaan itu bukan tanpa batas; aku dapat mempertahankannya selama masa pilihan ini, tetapi tak bisa menjanjikannya untuk selamanya.”
Lyla menegang. “Berapa lama?”
Orion berkata ia tidak dapat memberinya tenggat pasti sekarang, tetapi waktu di Avantera bukan sesuatu yang bisa ia gunakan untuk menunda tanpa akhir. Ia harus membuat pilihan setelah memahami semua yang tersedia.
“Jadi aku tak bisa tinggal bertahun-tahun lalu baru memutuskan?”
“Tidak ada jaminan bahwa tubuhmu dapat ditahan tanpa batas.”
Jawaban itu terasa seperti beban baru. Lyla meminta Orion menjelaskan konsekuensi lain, tetapi ia belum siap menerima semuanya sekaligus. Ia meminta jeda.
Orion menerima. “Kita dapat melanjutkan saat kau siap.”
Setelah sosok itu menghilang, Lyla duduk diam. Ia tidak panik, tetapi menyadari pilihannya memiliki batas. Aresh menawarkan air dan menunggu sampai ia menerimanya.
“Aku perlu waktu,” kata Lyla.
“Kau boleh mengambilnya.”
“Namun bukan waktu tanpa akhir.”
Aresh mengangguk. “Aku tidak akan mendesakmu menentukan tanggal.”
Lyla menatapnya. “Terima kasih. Aku harus tahu sisanya sebelum memilih.”
Lyla bertanya apakah Aresh ingin membahas pengakuannya malam itu. Aresh menjawab bahwa ia bersedia, tetapi tidak mengharapkan Lyla membalas dengan jawaban yang sama. Lyla berkata ia mencintainya, namun pengakuan itu bukan keputusan untuk tinggal.
“Aku juga tidak ingin kau menganggapnya begitu,” jawab Aresh.
Mereka berbicara tentang kemungkinan kehidupan Lyla di Avantera. Aresh mengatakan ia bisa membantu mencari peran yang tidak mengharuskan Lyla menikah atau menerima gelar. Lyla mengingatkannya agar tidak menjanjikan masa depan yang belum mereka susun. Aresh menerima koreksi itu dan berkata mereka dapat membicarakannya nanti jika Lyla memilih tinggal.
“Kalau aku kembali ke Bumi, aku tidak ingin kau menunggu dengan hidup yang berhenti,” kata Lyla.
“Aku tidak akan menjadikan cintaku alasan untuk menahan hidupku sendiri atau hidupmu.”
Lyla mendengar ketulusan dalam suaranya. Ia tidak meminta Aresh mengucapkan sumpah, dan Aresh tidak menjanjikan bahwa ia tak akan pernah terluka. Mereka hanya sepakat untuk jujur tentang perasaan dan batas.
Saat Lyla pulang ke kamarnya, ia merasa lebih dekat kepada Aresh, tetapi tidak lebih terikat. Cinta mereka kini diucapkan, namun pilihan tetap terbuka.
Setelah pengakuan itu, Aresh menanyakan apakah Lyla ingin berjalan bersama atau kembali sendiri. Lyla memilih berjalan, tetapi meminta agar mereka tidak berbicara tentang pilihan pulang sepanjang perjalanan. Aresh menerima batas itu.
Mereka berjalan melalui koridor yang menghadap taman. Lyla bercerita tentang makanan Bumi yang ia rindukan, dan Aresh bertanya apa yang membuatnya istimewa. Percakapan itu terasa ringan, meski keduanya mengetahui pertanyaan besar masih menunggu.
Di persimpangan, Lyla mengucapkan terima kasih karena Aresh menyatakan cinta tanpa menuntut balasan atau keputusan. Aresh berkata perasaannya miliknya sendiri untuk dijaga; Lyla tak bertanggung jawab membuatnya bahagia dengan mengorbankan pilihannya.
Lyla merasa kata-kata itu memberinya ruang bernapas. Ia masih takut kehilangan Aresh, tetapi tidak merasa terperangkap oleh ketakutan itu. Mereka berpisah malam itu dengan ucapan selamat beristirahat, tanpa janji tambahan.
Aresh bertanya apakah Lyla ingin ia berbicara dengan Orion tentang urusan politik atau menjaga percakapan tetap pribadi. Lyla memilih agar semuanya tetap pribadi. Ia tak ingin keputusan kerajaan atau rencana aliansi ikut memengaruhi bagaimana ia menimbang kepulangannya.
Liram menyatakan bahwa ia akan memisahkan dokumen tentang misi dari berkas hubungan kerajaan. Lyla menyetujui, lalu memeriksa label pada map agar tidak ada salah campur. Kejelasan itu membuatnya merasa urusan hidupnya tidak akan berubah menjadi kepentingan istana.
Ia pulang ke kamar dengan satu kesimpulan sementara: tubuhnya masih ada, tetapi kepulangannya membawa risiko. Ia membutuhkan lebih banyak penjelasan sebelum menentukan apakah risiko itu akan ia ambil.