Lyla tidak tidur nyenyak. Setiap kali memejamkan mata, ia teringat Orion berdiri di balkon dan berkata akan kembali saat ia siap. Pagi-pagi sekali ia meminta Tala menemaninya menemui Aresh. Ia tidak ingin menunggu sampai rasa takut mengubah pertanyaan yang sudah disusun.
Aresh sudah berada di perpustakaan. Liram menyiapkan catatan, tetapi tidak membuka halaman baru sampai Lyla memberi izin.
“Aku siap mendengar penjelasan,” kata Lyla. “Tapi kalau aku butuh berhenti, kita berhenti.”
“Setuju,” jawab Aresh.
Lyla menyebut nama Orion dan mengulang bahwa ia ingin jawaban. Ia tak membuat gerakan atau membaca mantra. Ia hanya memanggil dengan ingatan yang sama seperti malam sebelumnya. Cahaya tipis muncul dekat balkon. Orion hadir, mengambil jarak yang diminta Lyla.
“Kau siap?” tanyanya.
“Aku siap bertanya. Belum berarti aku siap memutuskan.”
“Dipahami.”
Lyla membuka buku catatan. “Pertama, tubuhku di Bumi. Kau bilang kondisinya parah. Apakah aku masih hidup?”
Orion menjawab bahwa tubuhnya belum mati ketika jiwa Lyla dipindahkan. Luka yang dialaminya serius, dan ia tidak dapat menjamin bagaimana pemulihan akan berlangsung. Untuk mencegah tubuh itu kehilangan kesempatan sebelum Lyla dapat memilih, waktu di sekeliling tubuhnya ditahan pada saat pemindahan.
Lyla membeku. “Jadi keluargaku—siapa pun yang menemukanku—tidak melihat waktu berjalan?”
“Tidak ada waktu yang berlalu bagi tubuh itu selama aku mempertahankannya dalam keadaan tersebut.”
“Apakah tubuhku sembuh?”
“Tidak. Aku mempertahankannya, bukan menyembuhkannya. Jika kau kembali, waktu akan berjalan lagi dan tubuhmu masih memerlukan perawatan. Aku tidak dapat menjanjikan hasil medisnya.”
Lyla menutup mata sebentar. Ada lega karena tubuhnya belum hilang, tetapi juga takut karena luka itu tetap nyata. “Kalau aku kembali, apakah aku muncul di tempat kejadian?”
“Jiwamu akan kembali ke tubuh yang sama pada saat pemindahan berhenti. Tidak ada perjalanan waktu untuk memperbaiki kecelakaan. Aku juga tidak dapat mengganti tubuhmu dengan yang lain.”
Aresh menahan diri untuk tidak menyela. Lyla berterima kasih karena ia membiarkan pertanyaan itu tetap miliknya.
“Apakah waktu di Avantera berjalan bersamaan dengan Bumi?”
“Selama tubuhmu ditahan, waktu tubuhmu di Bumi tidak bergerak. Waktu di Avantera berjalan sebagaimana biasa. Jika kau kembali dan pemeliharaan dihentikan, waktu tubuhmu akan berlanjut.”
Lyla mencatat jawabannya dengan tangan sedikit gemetar. Ia kemudian meminta Orion mengulang bagian tentang tidak adanya jaminan pemulihan. Orion mengulanginya tanpa melembutkan kalimat.
“Aku bisa selamat di Bumi, tapi juga bisa tidak?”
“Benar. Keadaan tubuhmu membuat hasilnya tidak pasti. Aku dapat menjelaskan kondisinya, tetapi tidak menggantikan keputusan perawatan yang akan diperlukan di sana.”
Lyla menunduk pada catatannya. “Aku mengerti.”
Aresh bertanya apakah ia ingin berhenti. Lyla mengangguk. Orion tak menghilang; ia hanya menunggu dalam diam sementara Tala mengambilkan air. Setelah Lyla minum, ia memutuskan belum menanyakan sisanya hari itu.
“Besok atau nanti, kalau aku siap, aku ingin membahas misi dan pilihan untuk tinggal.”
Orion mengangguk. “Kau boleh menentukan waktunya.”
“Dan aku tidak perlu memilih sekarang?”
“Tidak.”
Pertemuan diakhiri tanpa keputusan. Orion pergi setelah Lyla mengatakan cukup untuk hari itu. Liram mencatat bahwa tubuh Bumi berada dalam keadaan waktu tertahan dan tidak disembuhkan, serta pemulihan tidak dijamin. Lyla meminta kata-katanya dibaca ulang sebelum disimpan.
Saat Orion tak lagi terlihat, Aresh tetap di kursi seberang. “Kau ingin ditemani atau sendiri?”
“Ditemani. Tapi jangan bicara dulu.”
Aresh mengangguk. Mereka duduk tanpa suara. Lyla merasa takut, namun takutnya kini memiliki bentuk yang jelas: kembali berarti menghadapi luka yang belum sembuh dan hasil yang tidak pasti. Ia tak perlu memutuskan apa pun sampai ia memahami misi dan pilihan lainnya.
Lyla meminta Orion menjelaskan apakah ada orang di Bumi yang menyadari bahwa tubuhnya tidak bergerak. Orion berkata ia tidak dapat melihat seluruh lingkungan Bumi dari tempatnya berada dan tidak tahu siapa yang mungkin berada di sekitar tubuh itu. Ia hanya mempertahankan tubuh Lyla dalam kondisi yang sama seperti saat perpindahan.
“Jadi kau tidak tahu apakah ada yang mencari atau menungguku?”
“Tidak. Aku tidak akan berpura-pura mengetahui orang-orang yang tidak kulihat.”
Jawaban itu menyakitkan, tetapi Lyla menghargai batasnya. Ia tidak ingin Orion menciptakan keluarga atau teman hanya untuk menghiburnya. Ia bertanya apakah waktu berhenti hanya bagi tubuhnya. Orion menjelaskan bahwa waktu Bumi tetap berjalan di tempat lain, tetapi tubuh Lyla sendiri berada dalam keadaan tertahan; ia tak dapat menyimpulkan apa yang terjadi kepada orang-orang di sekitarnya.
Lyla meminta Orion mengulang cara kepulangannya. Ia akan kembali ke tubuh yang sama pada saat perpindahan, tanpa menghapus luka yang ada. Orion tidak bisa menjamin tubuh itu akan bertahan setelah waktu berjalan lagi.
“Kalau aku kembali, aku harus menerima risiko itu.”
“Benar. Keputusan itu perlu dipahami, bukan ditakuti atau disamarkan.”
Lyla menutup buku catatan. Ia tidak ingin menanyai lebih banyak tentang Bumi saat itu. Ia merasa perlu waktu untuk mencerna kemungkinan bahwa pulang tidak otomatis berarti selamat.
Lyla bertanya bagaimana Orion menahan tubuhnya tanpa mengubah lukanya. Orion menjelaskan bahwa ia menjaga keadaan tubuh tepat pada saat perpindahan, bukan menyembuhkannya atau memperbaiki kerusakan. Karena waktu tubuh itu berhenti, luka tidak memburuk, tetapi juga tidak pulih.
“Jadi, kalau aku kembali, aku kembali ke keadaan yang sama seperti saat kau membawaku pergi?”
“Ya. Tidak ada hari yang berlalu bagi tubuh itu.”
Lyla meminta agar penjelasan tersebut dibacakan ulang. Ia mencatat bahwa tidak ada kemajuan medis selama masa penahanan dan tidak ada jaminan hasil setelah ia kembali. Ia tidak ingin dirinya membayangkan bahwa tubuhnya menunggu dalam keadaan sehat.
Orion menambahkan bahwa ia tidak tahu perawatan apa yang mungkin tersedia saat Lyla kembali. Hal itu tergantung pada keadaan tubuh dan bantuan yang ada di Bumi. Lyla tidak bisa mengetahui hasilnya sampai waktu berjalan lagi.
Ia memejamkan mata sebentar, lalu meminta jeda. Ia belum siap membahas kemungkinan kegagalan perawatan. Orion menerima dan menunggu sampai ia mengangguk untuk melanjutkan.