"Terima kasih, Pak Irhandi. Saya sangat senang bisa bekerjasama dengan anda," ujar Ardian sambil menjabat tangan laki-laki setengah baya yang berpenampilan khas orang-orang kantoran itu.
"Sama-sama, Pak Ardian. Saya juga sangat kagum dengan kejelian anda membangun bisnis ini. Sungguh, anda benar-benar mewarisi bakat bisnis dari Papah anda," balas lelaki itu sambil menggenggam tangan Ardian dan menggerakkannya ke atas dan bawah beberapa kali.
"Anda bisa saja, Pak. Kalau begitu saya permisi dulu. Saya ada janji dengan istri untuk makan siang bersama," pamit Ardian sambil melepas tangan laki-laki itu.
"Oh, iya. Saya dengar istri anda pun cukup mahir menjalankan bisnis keluarga ini," sahut Pak Irhandi yang membuat Ardian langsung mengembangkan senyumnya.
"Ah, anda berlebihan. Kebetulan dul