"Kamu ini gimana sih? Aku kan minta kamu merubah takdirku jadi suami Clarissa. Kenapa aku malah jadi reporter berita teroris. Hampir saja aku mati ditembak mereka," protes Ardian sambil berjalan mondar-mandir di dalam sebuah kamar mandi. Sementara Gabriel, tengah berdiri sambil berkacak pinggang di sebelahnya.
"Kamu pikir aku yang menentukan jalan hidupmu. Ingat, ini adalah akibat dari permintaanmu kemarin," jawab Gabriel mantap.
"Masak sih? Aku kan hanya minta diubah menjadi suami Clarissa? Nggak aneh-aneh juga," sahut Ardian dengan kening yang berkerut sempurna.
"Kalau kau tidak percaya. Sini! Lihat, jalan hidupmu sendiri!" kata Gabriel. Lalu ia pun menengadahkan tangan kanannya di depan d**a. Sementara tangan kirinya ia angkat tinggi-tinggi. Mulut Gabriel pun komat-kamit membaca mant