Ardian berjalan menuju ruangan atasannya. Walau dia baru sehari ini datang ke kantor ini, tapi tadi sepulang liputan dia dan Rendra langsung menghadap sang Producer. Untuk menyerahkan hasil liputan mereka di lapangan. Selain itu, ruangan Producer berada tidak jauh dari tempatnya bekerja. Jadi, mudahlah untuk menghafalnya.
Tok. Tok. Tok. Ardian mengetuk pintu ruangan di depannya.
"Masuk!" titah sang atasan dengan nada kencang. Ardian pun segera masuk ke dalam ruangan itu dan mendapati Rendra sudah duduk di depan Pak Surya.
"Bapak memanggil saya?" tanya Ardian dengan sopan.
"Iya. Silahkan duduk," balas lelaki empat puluh lima tahun itu sambil mengarahkan tangannya ke kursi di sebelah Rendra.
"Baik, Pak," ujar Ardian sambil melakukan apa yang atasannya itu perintahkan.
"Nah. Kalian ber