Zadith memeriksa berkas yang diberikan oleh Arina, pastinya itu merupakan berkas yang dicuri Arina dari Stella. “Sebenarnya gue masih tidak menyangka Stella anak yang sepolos itu,” ujar Zadith.
“Itu sebenarnya karena ia sangat malas dan rasa kemanusiaannya sangat besar ketika mengerjakan tugas utama itu. Maka dari itu dia ogah-ogahan dan memberikannya secara cuma-cuma ke gue.” Arina menjelaskan kejadian yang sesungguhnya kepada temannya yang lain.
“Jadi? Sekarang kita udah bisa dong memulai semuaa proyek ini?” tanya Xera.
“Sudah, tetapi kita masih tetap memerlukan bahan dan alatnya,” balas Xian.
“Jadi? Bagaimana dong?” tanya Xera dengan polos.
“Perasaan lo kemarin udah bilang kalau lo bakal mengurusnya, bukan?” Zadith langsung menoleh ke arah Xera dengan pandangan bingungnya.
“Ah iya