“Nggak! Itu akan membahayakan kita,” bantah Rei.
“Gue pikir juga itu akan merugikan kita, bahkan sangat merugikan. Jadi gue rasa kita tidak dahulu kesana dan akan menunggu kabar apa yang sedang terjadi melalui partner kita,” timpal Sera.
“Tapi kalau gue yang sendirian kesana, bagaimana?” tanya kembali Stella.
Xander menghela napasnya, “Lo pikir ini permainan? Lo bisa mati disana kalau gegabah, Stella!” jawab Xander.
Rei dan Sera mengangguk setuju mendengar apa yang dikatakan oleh Xander, “Benar! Lo jangan gegabah, lebih baik Lo ingat-ingat bagaimana perencanaan Lo dalam pembuatan serum anti radiasi,” sahut Rei.
Stella mendecih dan menatap datar ketiga temannya itu, “Jadi kita tetap mau buat alat penembak itu?”
“Apa lagi?” tanya Rei dan menatap Stella.
“Ya juga ya ... yaudah kalau gi