Setelah minggu-minggu penuh keraguan dan pertimbangan, Tab akhirnya memutuskan untuk menghadapi seluruh tujuh prajurit. Namun, meskipun tekadnya telah bulat, ada satu hal yang ia tidak ketahui: sang ayah, raja, sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk perjalanan yang lebih besar dari yang ia bayangkan.
Suatu pagi, ketika Tab sedang berlatih di halaman istana, seorang pembawa pesan datang kepadanya. "Pangeran Tab," kata pembawa pesan itu dengan hormat, "Perintah dari Yang Mulia, Raja, telah tiba. Anda diminta untuk pergi ke pelabuhan, di mana sebuah kapal telah disiapkan untuk Anda."
Tab terkejut. "Kapal? Untuk apa?" tanyanya, bingung.
Pembawa pesan itu hanya memberi senyum kecil dan menjawab, "Semua akan dijelaskan di pelabuhan, pangeran."
Dengan perasaan penasaran, Tab mengikuti pembawa pesan itu menuju pelabuhan kerajaan. Saat mereka tiba, Tab melihat sebuah kapal besar yang sudah siap berlayar, dengan layar berwarna biru laut yang besar dan anggun, seakan menyambut kedatangannya. Awak kapal yang terdiri dari orang-orang berpengalaman dan terlatih sudah berdiri tegak di samping kapal, siap untuk berlayar.
Tab terperangah. "Apa ini semua?" tanya Tab, matanya berkeliling untuk melihat persiapan yang tampak begitu matang.
"Semuanya sudah disiapkan untukmu, pangeran," kata seorang pria tua yang tampak sebagai kapten kapal, menghampiri Tab. "Yang Mulia, Raja, telah memerintahkan kami untuk menemani perjalanan Anda, untuk memastikan Anda sampai ke tujuan dengan selamat. Kapal ini dilengkapi dengan semua perlengkapan yang diperlukan untuk perjalanan jauh Anda—persediaan makanan, air, obat-obatan, dan bahkan s*****a untuk melindungi Anda."
Tab menatap kapten kapal itu, tercengang. "Aku tidak tahu ayahku mempersiapkan semuanya ini," katanya pelan. "Aku pikir aku akan berangkat sendiri, tanpa bantuan siapa pun."
Kapten kapal tersenyum bijak. "Raja tahu bahwa perjalanan Anda akan jauh dan penuh tantangan. Ia ingin Anda tahu bahwa meskipun Anda mencari ketenangan dan kebebasan, Anda tidak akan pernah sendirian. Kami akan membantu Anda dalam setiap langkah perjalanan."
Tab merenung sejenak. Dalam hatinya, ia merasa campuran antara rasa terharu dan takjub. Ayahku... ia benar-benar peduli, lebih dari yang aku kira.
Sebelum Tab dapat berbicara lebih lanjut, kapten kapal melanjutkan, "Selain itu, kami memiliki peta yang menunjukkan beberapa jalur pelayaran yang aman, serta beberapa pulau terpencil yang dapat Anda tuju. Tidak hanya itu, kami juga dilengkapi dengan beberapa alat komunikasi untuk memastikan kami bisa menghubungi Anda jika diperlukan."