Malam yang begitu tenang sudah 3 hari berlalu sejak Laila tinggal di rumah Rahman, namun kesunyian itu pecah oleh sebuah teriakan di kamar atas. Itu adalah kamar Laila.
“Arggggggghhhhhhhhh” suara teriakan Laila untuk ke dua kalinya di tengah malam itu langsung membangunkan seluruh isi rumah, Rahman dengan segera keluar dari kamarnya dan berlari dengan begitu tergesa menuju kamar Laila, begitu juga semua orang di rumah itu mereka berlari dengan cepat, terutama andi dari pada kwatir iya lebih penasaran dengan mengapa anak itu mengganggu tidur semua orang dengan teriakannya.
anak-anak dari andi pun ikut keluar dengan segera menuju lantai dua, andi kaget melihat ayahnya duduk di lantai di depan pintu kamar Laila yang terbuka dan para pegawai rumah itu ikut duduk ketakutan seperti melihat hantu, andi penasaran dengan apa yang terjadi apalagi dia mendengar kembali teriakan Laila di sana, iya segera berlari menuju kamar Laila, ketika ia melihat ke dalam kamar Laila dia syok, jantungnya berpacu dengan cepat.
“ Ya tuhan “ucap andi la pun jatuh terjungkal ke belakang kakinya bergetar, ia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri seolah olah itu mimpi,” apakah ini film horor?” Pikirnya ia melihat sebelah mata Laila mengeluarkan darah mata sebelah kirinya yang berwarna hijau mengeluarkan darah, di lantai samping tempat tidurnya penuh darah dan belatung, gelang kakinya terus berdecing dengan cepat membuat malam itu semakin horor.
“Auuuuuuuu... Auuuuuuuu.. Auuuuuuuuu” Laila mengaum, tubuhnya meronta Andi melihat orang orang di sekelilingnya ada pekerja wanita yang jatuh pingsan, ada mereka yang kabur, tiba tiba suasana menjadi dingin, setiap manusia yang berada di rumah itu merasa sangat ketakutan, kaki andi masih bergetar sedangkan ayahnya masih terdiam mematung.
"RRRGGGHHHHH RGGGHHHHHH ARRRGGHHHHHHH..." Laila mengeram lagi, "uaakkk..uakk" Laila memuntahkan darah kali ini bersama belatung dan paku andi terkejut dia takut bagaimana sekarang dengan keluarganya. tapi tak beberapa lama Laila pingsan, Rahman dengan cepat masuk ke dalam dan memeluk tubuh cucunya.
"A...andi cepat panggil Mia" kata Rahman terbata- bata tubuhnya masih bergetar memeluk Laila dengan lonceng yang terus berbunyi memperkeruh suasana sedangkan Mia adalah dokter pribadi keluarga itu. andi awalnya ragu tetapi dia dengan cepat turun dan mengambil HP-nya di kamar dengan kaki gemetaran andi turun melalui tangga sang istri penasaran melihat wajah pucat suaminya.
"andi ada apa dengan Laila?" tanya istrinya tak sabaran apalagi setelah melihat wajah pucat suaminya namun andi tak menjawab dengan cepat dia meraih HP-nya dan menelepon Mia, tangannya gemetaran agak susah untuk memegang Hp. dalam bunyi ke tiga Mia mengangkat hpnya.
" Mia segera ke rumah" perintah andi tanpa basa basi.
"baik tuan" jawab Mia, Mia bingung dengan di telepon di jam malam seperti ini tapi dengan segera dia bersiap siap mungkin ada hal darurat yang terjadi.
sementara itu di kamar Laila, Laila mulai sadar dan bingung dengan kakeknya yang memeluknya dengan lumuran darah, tapi dia tak merasa terganggu dan memeluk kakeknya.
"Laila? kamu ada yang sakit nak?" tanya Rahman dengan lembut dan sementara badannya masih mengigil Laila menggelengkan kepalanya dan kembali memeluk Rahman.
"bersihkan kamar ini" kata Rahman pada pelayan namun wajah mereka memancarkan ketakutan, tapi lebih takut lagi jika tak memenuhi perintah tuanya bisa bisa mereka akan di pecat dan keluarga mereka akan terlantar selain itu pendapatan mereka bekerja di rumah Rahman sangat besar" ingat ini adalah rahasia kalau kalian berani membicarakannya di luar maka aku jamin kalian akan hidup sengsara" ancam Rahman, dan membuat pelayan ketakutan Rahman keluar sambil mengendong Laila menuju kamar mandi, dua orang pelayan mengikutinya dari belakang dan membantu memandikan Laila.
***
Setelah selesai memandikan Laila dan Laila tertidur, Rahman pergi ke ruang kerjanya dia merenung memikirkan bagaimana selanjutnya, dan memikirkan apa yang sebenarnya terjadi terhadap anak sekecil itu.
"Tok.. tok.. tok.." terdengar pintu di ketuk, Rahman menoleh ke arah pintu dan melihat Andi berdiri di pintu yang terbuka"masuklah Andi" kata Rahman lagi.Andi pun masuk ke ruangan itu dan duduk di sofa.
"Ayah.. " kata andi belum selesai andi melanjutkan perkataanya Rahman telah terlebih dahulu memotong pembicaraan Andi.
" Aku tau maksudmu, kamu ingin Aku mengusir Laili, tapi Aku tak bisa!" kata Rahman, Andi hanya diam tak berani membantah ataupun menentang dan hanya menundukkan kepalanya." tapi aku telah menemukan solusinya" tambah Rahman seketika andi mengangkat kepala dan menatap ayahnya penasaran dengan solusi ayahnya.
"aku akan membangun rumah di belakang mansion kita untuk laila" kata Rahman dan hal ini di setujui oleh Andi.
"terima kasih Ayah".
***
tak butuh waktu lama dengan segala kekuasaan dan kekayaannya Rahman membangun sebuah rumah yang lumayan megah untuk Laila di bekang mansion dalam waktu 2 minggu semuanya telah selesai termasuk segala perabotan rumahnya, setelah semuanya rampung Laila pun di pindahkan ke rumah itu, dan di pilih beberapa pelayan dengan gaji yang sangat besar untuk melayani Laila, dan beberapa penjaga untuk menjaganya.