Rinka membuka kamar dengan aura gelap melingkupi dirinya yang kini menatap Edward dengan penuh amarah. Edward lega wanita itu bersedia keluar kamar, ia mencoba meyakinkannya meskipun yang ia dapat selanjutnya adalah sebuah tamparan keras.
Plak!
“Apapun alasannya, Anda tetap bersalah! Bukan hanya padaku, tapi juga pada istri dan anak Anda!” Rinka melempar foto yang ia temukan ke wajah Edward hingga foto tersebut melayang dan jatuh tergeletak di lantai.
Edward menatap foto Lusi dan Aiden dengan sorot bersalah, namun kesalahannya pada Rinka lebih fatal. Kenapa semua ini harus terjadi ketika dirinya dan Rinka baru saja memulai hubungan?
“Rinka… maafkan aku, tapi sungguh… aku—”
Plak!
Satu tamparan kembali mengenai bagian pipi Edward yang lain. “Sudah kubilang apapun alasannya, Anda tetap