“Masakanmu memang selalu lezat,” puji Edward setelah steak di piringnya habis tak bersisa.
“Karena sebelumnya aku bekerja parttime di restoran jadi terkadang diajari caranya memasak menu di restoran oleh teman untuk jaga-jaga saat pengunjung resto membludak dan pelayan pun terkadang ikut membantu para chef di dapur,” jelas Rinka, merasa senang karena hasil masakannya dapat memuaskan lidah elit Edward.
“Hebat juga kamu bisa melakukan dua pekerjaan sekaligus.”
Rinka mengedikkan bahu, “Tidak setiap waktu sih, hanya saat tertentu saja,” jawabnya kemudian mengambil piring-piring kotor di atas meja untuk dibawa ke rak pencucian.
“Biar aku yang cuci piringnya, kamu kan sudah memasak,” kata Edward setelah berdiri di samping Rinka dan mengambil alih piring-piring di tangannya.
“Tidak perlu Mr.