“KAU BILANG DIA ADALAH EDWARD SCHMIDT?!!!”
Teriakan cempreng Christy saat videocall bersama Rinka menyita perhatian teman-temannya di kelas. “Sstt… pelankan suaramu kak.” Rinka meletakkan jari telunjuk di depan bibir.
“Tidak mungkin, dia pasti membohongimu!” bantah Christy.
Rinka berdiri dari bangkunya menuju taman untuk meneruskan obrolan jarak jauhnya bersama Christy karena membicarakannya di kelas bisa menimbulkan kecurigaan teman-teman di sekitarnya.
Sudah tidak banyak mata pelajaran yang harus diikuti di semester akhir karena sibuk menyelesaikan skripsi. Dosen yang mengisi hari ini berhalangan hadir dan mahasiswa lain memilih tetap di kelas untuk berdiskusi, saling bertukar informasi mengenai skripsi mereka masing-masing.
Sedangkan Rinka memilih menelepon Christy karena sejak kem