Ying Hua duduk melamun di teras rumah. Ini hari kelima, dan Ming Yu belum juga kembali. Hatinya menjadi kalut dan bayangan yang membuatnya takut menari-nari di benaknya. Takut bila Ming Yu gagal dan berakhir di pemancungan.
Xi Feng mendudukkan diri setelah selesai memasang wadah lampu lentera. Mengambil tempat di samping Ying Hua. Memasang wajah malas saat melihat raut kakaknya itu yang selalu murung semenjak Ming Yu pergi.
“Sabar kak, Ming Yu pasti akan kembali.”
Ying Hua tak mengacuhkan. Ia tetap asik sendiri dengan pikirannya. Matanya menyorot ke arah pepohonan yang menjadi jalan keluar masuk hutan tempatnya tinggal dan perkampungan.
Xi Feng menghela napas lelah. Merasa percuma ia berbicara. Ying Hua tidak akan mendengarkannya. Ia memilih diam, menemani Ying Hua dengan mulut yan