Xi Feng menghela napas lelah. Matanya menyorot malas pada Ying Hua yang setia berdiri di teras depan sembari memeluk tiang bambu. Mengabaikan Xi Feng yang tengah memasang rumput ilalang bercampur jemari sebagai atap rumah.
Xi Feng turun setelah pekerjaannya selesai. Rumah mereka sudah hampir jadi. Tinggal membangun kamar untuk kamarnya, Ming Yu dan anak Ying Hua kelak. Itu bisa di bangunnya secara perlahan. Setidaknya kamar Ying Hua, ruang tamu, teras dan dapur beserta kamar mandi sudah jadi. Lagipula dia dan Ming Yu bisa tidur di ruang tamu.
“Kak Ying Hua, sebaiknya kau istirahat. Sedari pagi kau hanya duduk atau berdiri melamun sembari memeluk tiang. Apa aku tidak lelah?” tanya Xi Feng setelah ia menapakkan kakinya di atas tanah.
“Kenapa Ming Yu belum juga kembali?”
Xi Feng kembal