Dua minggu berlalu. Dan kini keadaan Huo Ying telah pulih kembali. Luka di telapak kakinya pun sudah mengering dan tak terasa sakit lagi. Dia sudah melakukan aktifitas rutin selama tinggal di istana. Mengajar sang murid untuk berlatih pada pagi hingga siang dan menjadi pelayan raja dari siang hingga malam menjelang tidur. Yah, karena kesalahan yang sebenarnya tidak ia lakukan, sang raja menghukumnya dengan menjadi pelayan sekaligus pengawal pribadi.
Ying Hua melamun sembari membersihkan telinganya menggunakan bunga rumput liar yang tumbuh di pinggiran lapangan latihan. Ia kini berdiri bersandar di jendela kamar sang pangeran. Rautnya yang lelah di hiasi oleh beberapa bulir keringat yang membasahi wajah. Rambut indah yang di kucir tinggi itupun tampak sedikit lepek karena keringatny