Waktu berjalan tanpa henti, begitu juga dengan perlombaan. Suasana semakin menegang saat waktu sudah mulai berakhir.
Tetttttt ....
Waktu habis, semua peserta menghentikan kegiatan mereka.
Kini setiap juri datang pada masing-masing tempat untuk melihat hasil yang telah selesai dibuat.
Setelah itu, seperti biasanya model akan datang dan mencoba pakaian yang di buat peserta.
Satu persatu dari ketiga finalis itu mendeskripsikan dan menceritakan tema yang di ambil juga alasan mereka membuat desain seperti itu.
Termasuk Alea, kini ia sedang mempresentasikan hasil dari desainnya sendiri.
"Kasih sayang, saya mengambil kalimat itu. Kasih sayang atau rasa sayang bisa membuat kita bahagia, namun bisa juga membuat sebuah penderitaan. Layaknya seperti bulu yang tertempel pada dress tersebut, sangat indah dan lembut, menggambarkan perasaan kita yang senang dan bahagia. Tetapi jangan lupakan, bahwa dari bagian berlawanan ada sebuah manik-manik yang tidak berbeda indahnya namun mempunyai ujung yang runcing bisa membuat kita tertusuk dan terluka hingga menderita. Tak lupa dengan dasar yang menjadi sebuah ketegasan, menyeluruh menguasai semua tempat baik bulu atau manik itu.
Hal tersebut menggambarkan bahwa kita harus mempunyai keputusan, entah itu bahagia atau menderita.
Namun jika kasih sayang itu ada, maka semuanya akan terlihat sama, kita akan menikmatinya. Meskipun kita menderita, jika itu untuk orang terkasih maka semuanya akan terasa baik-baik saja.
Persis seperti dress tersebut, meskipun ada manik yang seperti duri dress tersebut tetap terlihat indah" jelas Alea mendapat banyak tepukan tangan dari para penonton.
Selesai itu, kini saatnya mengumumkan keputusan siapa yang akan menjadi juara pertama, kedua dan ketiga.
"Semuanya bersiap, juara pertama dimenangkan oleh Yangyi, juara kedua dimenangkan oleh Alea, dan juara ketiga di menangkan oleh Angel. Berikan tepuk tangan yang meriah" ucap Host tersebut.
Ketiga juara tersebut kini melakukan sesi foto, setiap pemenang mendapatkan hadiah uang tunai masing-masing.
Alea cukup senang dengan kemenangannya, meskipun ia tidak menjadi juara pertama namun Alea bersyukur karena ia bisa masuk peringkat tiga besar.
Selain itu Alea juga memperkenalkan sekaligus promosi butik barunya.
"Selamat sayang" ucap Sean menghampiri Alea.
"Terimakasih" jawab Alea.
"Jangan sedih, tidak apa kamu menjadi yang ke dua. Karena yang terpenting kamu selalu yang pertama di sini" jelas Sean meraih tangan Alea lalu meletakkan di d**a bidang miliknya.
"Aku tahu itu, dan semoga itu tidak akan pernah berubah" timpal Alea mendapat senyuman tampan dari sang suami.
"Sayang" panggil Alea.
"Iya?"
"Tolong fotoin aku sama desainer Dams ya"
"Apa? tidak" jawab Sean dengan cepat.
"Kenapa? ayolah. Sekali saja, aku sudah mengidolakannya sejak SMA"
"SMA? pantas saja"
"Apa?"
"Enggak"
"Hmm, sayang ayolah fotoin yah?" bujuk Alea.
"Kak Dams" panggil Alea.
Dams berbalik, ia menoleh ke asal suara melihat siapa yang memanggilnya.
Ternyata Alea, Dams melihat Alea yang tersenyum ke arahnya juga menggerakkan tangannya seolah memintanya untuk mendekat.
Tanpa berlama-lama, Dams berjalan dan mendekat pada Alea.
"Ada yang bisa di bantu?" tanya Dams dengan sopan.
"Saya mau minta foto ka, apa boleh?" ucap Alea.
"Boleh" balas Dams dengan senang hati.
Alea mencoba membujuk Sean untuk memotret nya. Meskipun Sean tidak ingin melakukannya, pada akhirnya Sean tetap menuruti permintaan sang istri.
Sean mengambil ponselnya dan Alea, ia mendekat pada Dams sembari bergaya.
Cekrek
Sean yang sudah memotret Alea bersama Dams.
"Ah cepat sekali, apa kamu benar memotretnya?" ucap Alea mendekati Sean dan melihat hasil potretan Sean.
"Aku sudah mengiranya" pekik Alea yang melihat hanya gambar dirinya yang ada disana, sedangkan Dams tubuhnya terpotong.
Alea memajukan bibirnya, ia lebih memilih orang lain untuk kembali memotret dirinya dan Dams.
"Cih, menyebalkan" pekik Sean yang melihat tingkah Alea.
"Sudah, ayo pulang" ajak Alea mendekati Sean ketika sudah selesai berfoto.
Sean tidak menjawabnya, ia berbalik lalu pergi begitu saja.
"Kebiasaan" gerutu Alea.
Mereka mulai memasuki mobil dan kembali ke apartemen.
Sesampainya di apartemen Sean masih bersikap dingin pada Alea. Padahal Alea sudah berusaha untuk membujuk Sean. Namun tetap saja, Sean masih marah padanya.
"Sayang, sudah jangan marah lagi" ucap Alea.
"Hm" deham Sean.
"Lihat aku membuatkan nasi goreng favorit kamu" bujuk Alea dengan memamerkan nasi goreng miliknya.
Sean menelan salivanya, perutnya terasa lapar saat mencium aroma makanan tersebut. Tetapi Sean tetap dalam pendiriannya. Berusaha menahan untuk tidak tergoda dengan masakan Alea.
"Apa aku habiskan saja? ah ini enak sekali" pekik Alea menyantap nasi goreng di hadapan Sean.
"Sini" ucap Sean merebut piring yang ada di tangan Alea.
Alea terkekeh melihat Sean yang merebut piringnya. Memang tidak pernah berubah, Sean selalu tidak akan tahan dengan aroma nasi goreng spesial buatannya.
"Lain kali jangan berfoto dihadapan ku" pekik Sean dengan menyantap nasi goreng miliknya.
"Berarti jika berfoto di belakangmu tidak apa-apa?" ucap Alea mendapat tatapan Elang dari Sean.
"Aku hanya bercanda sayang" pekik Alea lalu mengecup bibir Sean membuatnya mulai tersenyum.
...
Waktu berjalan seperti biasanya, Sean berangkat menuju perusahaannya. Disusul dengan Alea, jika sudah selesai membereskan pekerjaan rumah. Barulah Alea keluar dan pergi menuju butik miliknya.
Sekarang Alea sudah mempunyai satu orang pegawai di butik nya. Dan hari ini akan ada pegawai baru yang harus Alea interview.
Semenjak kejuaraan itu, penjualan di butik Alea berkembang pesat. Pemesanan semakin banyak, bahkan terkadang Alea kehabisan stok.
Sama halnya seperti saat ini, beberapa model pakaian yang Alea buat sudah banyak yang habis, dan sekarang Alea akan merekrut dua pegawai baru untuk membantunya membuat pakaian dengan desain yang sudah ia rancang.
Alea memang menjadi juara dua di perlombaan itu, namun kepopulerannya melebihi juara pertama.
Kebanyakan orang menyukai desain Alea, bahkan voting dari sms yang tertinggi adalah Alea. Hanya saja keputusan juri juga mempengaruhi, dan Yangyi lebih unggul dari Alea.
"Selama pagi ka" sapa karyawan Alea.
"Pagi, oh ya Risa apa orang yang mau interview sudah datang?" tanya Alea.
"Sudah ka"
"Baiklah, kalau begitu panggil secara bergiliran"
"Baik ka"
Satu persatu Alea menanyai setiap orang yang melamar pada butiknya. Alea benar-benar memilih dengan sangat mendetail karena ia ingin yang terbaik untuk butik nya.
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, satu bulan sudah berlalu. Pegawai di butik Alea semakin banyak. Begitu juga dengan pesanan yang melonjak tinggi membuat Alea semakin sibuk.
Setiap hari Sean selalu mampir saat pulang untuk menjemput Alea. Hal itu sudah menjadi kebiasaan Sean sejak satu bulan ini. Apalagi Alea yang mulai sangat sibuk dengan butiknya. Meskipun begitu, Alea masih bisa mengatasinya dengan santai.