Malam sudah menampak kan diri nya dan menggantikan posisi matahari menguasai langit. Maka itu adalah malam yang damai untuk pertama kali di dalam rumah keluarga Algantara. Reesha bersandar di pundak Abhi dan memeluk nya. Seolah dingin hujan malam itu tidak berarti apapun.
Abhi menolak tubuh itu dan mengatakan "Jangan manja aku tidak akan dengan mu selama nya".
"Ha? Apa?". Reesha Terkejut
"A-aku ingin mengatakan sesuatu".Abhi gugup seketika.
"Katakan". Reesha tersenyum
"Maaf, Maafkan aku jika hari itu aku meninggalkan mu". Abhi menurunkan pandangan mata nya dan.tidak memandang Reesha yang ada di samping nya.
"Aku tidak pernah meminta mu meninggalkan ku". Reesha menjawab.
"Dan maaf juga jika aku tidak suka kau terlalu manja ". Abhi mengatakan lagi.
"Dan maaf jika aku berbeda dengan Masa lalu mu". Abhi memegang tangan kekasih nya itu.
Reesha tersenyum.
"Aku pasti manja. dan ya aku tau kau akan manja dengan sendiri nya". Jawab Reesha
"Dan tentang fero? Setiap orang memiliki Masa lalu nya sendiri dan setiap orang memiliki satu masa depan, dan bagi fero hanyalah kisah yang sudah lama aku tinggalkan". Reesha meyakinkan lelaki yang sekarang menatap nya dengan tidak percaya diri itu.
"Mengapa kau mencintai ku?". Abhi bertanya
"Apa yang membuatku mencintai mu? Rasa saja sendiri ya mski aku mendapatkan mu karena orang tua ku setidak nya orangtua ku tidak salah memilih". Reesha menjelaskan
"Wanita ini benar benar aneh. aku sama sekali tidak pernah menyentuh nya hal ter parah yang pernah ku lakukan hanya memeluk nya". Batin Abhi sambil memeluk wanita itu
"Eh kau tau". Reesha menceritakan sesuatu.
"Saat kau belum pulang guntur datang kemari bersama 8 orang". Reesha melanjutkan.
"Guntur?". Abhi merasa bingung nama itu sangat asing untuk nya.
"Iya guntur mantan kekasih gabriella". Reesha menatap Abhi sambil khawatir
"Apa dia melukai mu?". Abhi mulai berusaha membuat momen itu manis untuk kedua nya.
"Lupakan dulu diriku.. Gabriella dan bayi nya itu selalu tidak aman". Reesha berkaca kaca.
"lalu kau mau apa?". Abhi mengelus kepala yng kini nyaman bersandar di bahu nya seolah mendengar setiap irama jantung nya.
"Ayo pergi dari sini. Ketempat yang jauh dari guntur". Reesha menjelaskan.
"Tapi mengapa mendadak". Abhi heran.
"Ya aku tidak akan pergi sendirian". Reesha menjelaskan lagi.
"Aku juga akan selalu meminta persetujuan mu setiap melakukan sesuatu apa lagi jika itu menyangkut Gabriella dan anak nya". Reesha Khawatir
"Tapi? Ayesha? bukan kah dia akan ikut?". Abhi mulai berusaha melibatkan cemburu Reesha lagi karena cemburu nya sangat lucu.
"A-Ayesha?". Reesha merasakan gugup.
"Iya ayesha".
"Terserah". Reesha menutup diri nya dengan selimut.
Abhi tersenyum menahan tawa.
"Dor!". Abhi menarik selimut itu dan tarik narik lah mereka bercanda di malam penuh makna.
"Mengapa jika Ayesha ikut? bukankah baik". Abhi bertanya lagi.
"Ku bilang terserah saja". Reesha merajuk.
"Jangan marah seperti itu Ayesha tidak memakan aku". Abhi Tertawa.
"Yehh kau pikir dia kanibal". Setelah banyak hal baru malam itu kedua nya dapat tertawa lepas.
"Jadi bawa kami pergi". Reesha mengelus kepala yang tertidur di paha nya dengan "Manja".
"Iya pasti tapi tidak secepat nya banyak hal yang harus ku urus setelah kasus itu belum tentu aku di terima lagi bekerja di bintara". Abhi merasa khawatir
"Lalu apa beda nya kau bekerja di bintara atau tidak?Di luar sana banyak rumah sakit yang bisa memberi mu kerja lagi". Reesha tersenyum memberi lelaki itu semangat.
"Takutku adalah kau meninggalkan ku saat jas dokter ku terlepas". Abhi menjelaskan.
"Hey. satu hal yang wajib kau tau. Yang ku cintai itu kau bukan profesi mu apa lagi jas dokter yang melekat pada mu". Reesha terus memberi semangat pada Abhi agar mereka tidak pernah saling melepaskan.
"Hamm baiklah ayo tidur sudah malam ini". Abhi mulai menutup mata nya tapi belum lama mereka akan menutup mata..
"Tok tok". Terketuk pintu kamar mereka
"Siapa yang bertamu semalam ini?". Reesha menyalakan lampu dan membuka pintu tanpa membangunkan Abhi yang sudah lelap.
Ternyata Gabriella.
"Stt ada apa heh?". Reesha membisik.
"Guntur kak dia datang lagi. Aku lupa menelfon Erlich untuk datang dan bekerja". Gabriella merasa Khawatir
"Aduh bagaiamana aku tidak ingin membuat Abhi terbangun apa lagi dia baru saja tidur tapi". Reesha merasa takut.
"Kakak! aku benar benar takut temani aku di kamar belakang". Gabriella menarik kakak nya itu. Akhir nya Reesha dan Gabriella tidur berdua di kamar belakang.
"PYAR". Suara kaca jendela yang pecah akibat lemparan batu. tak lain tak bukan guntur yang lakukan.
Abhi yang terkejut langsung terbangun dan menyadari Reesha tidak berada di samping nya. Melompat lah dia dari tpat tidur nya dan mencari Reesha.
"REESH?". Abhi mengucap itu sambil menatap sekeliling nya.
"Abhi". Suara Reesha membisik memberi isyarat Abhi untuk mengikuti nya.
Gabriella dalam posisi takut dan tertekan akan selalu melindungi bayi nya".
"Kalian tetap disini aku yang akan turun. Sebelum mereka membuat kerusakan yang lebih banyak". Ucap Abhi lalu ke depan dan membuka pintu.
"Plok plok". Guntur menepuk tangan.nya ketika melihat orang yang paling ia begi itu keluar seperti pahlawan di tengah malam.
"Hai kakak ipar". Guntur mendekat dan mencium.tangan Abhi
Abhi jelas menolak itu drngan kasar nya.
"Apa yang kau minta dari kelusrga ku? Pergilah". Abhi berusaha berbaik diri pada lelaki yanh sudah menghancurkan mental dan hati Gabriella tersebut
"Phh tidak tidak. aku akan membawa istriku bersama ku". Guntur membentak.
"Mana dia mana! Gabriella syanggg!!". Teriak guntur sangat keras hingga terdengar oleh Gabriella
"Kakak aku tidak mau bersama nya aku ingin pergi dari nya". Gabriella mengatakan.Itu dan menangis hebat di pelukan kaka nya.
"Iya iya aku mengerti tidak akan terjadi apapun disini kau tidak sendri ada aku dan abhi". Ucap Reesha
"Aku akan selalu menjadi sayap pelindung bagi mu dan ayya". Batin Reesha.
"Jagan bawa dia dengan mu!". Abhi mengatakan nya sekali lagi.
"Halah BACOT hajarr". Guntur memberi perintah pada 8 orang teman nya. Abhi mulai kewalahan. Dan perlahan mulai tidak berdaya lalu pingsan. Dengan mudah nya mereka mendobrak pintu dan masuk kedalam rumah tersebut
Mereka memberontak dan membuat berantakan seluruh isi rumah. Sampai mereka tiba di kamar belakamg yang terkunci..disana lah Gabriella dan Reesha saling terdiam. Dan menutup pintu serapat mungkin dengan kursi dan barang seada nya.
"Tenang lah tidak akan terjadi apapun". Reesha memeluk Gabriella dengan erat.
Pintu kamar mereka berhasil.di dobrak dan masuk lah guntur membawa s*****a tajam mengancam kedua nya hingga tak mampu berkutik.
Di hiring nya Reesha dan gabriella keluar dengan celurit di leher mereka.
"Kakak ipar aku izin membawa adik mu pulang". Izin guntur
"Apa? Tidak jangan bawa dia bersama mu". Reesha semakin memeluk Gabriella dengan erat.
"Kak Reesha akulah suami nya aku yang lebih berhak atas dia". Ucap Guntur
"Tapi aku kakak nya! Kami lahir dari rahim yang sama". Reesha terus memeluk erat sang adik.
"Rahim yang sama? Apa dia tidak menceritakan pda mu siapa dia? Kembalikan dia padaku dan orang tua kandung nya. Bukan Aliya dan hiro yang telah lama mati!". Guntur membuka setiap rahasia Gabriella dan tentang pesan sebelum kematian Aliya dan hiro saat itu..
Pelukan Reesha yang sangat erat menjadi lemas. Dia tidak percaya akan apa yang ia dengar
"Kakak. Jangan dengar kan dia. Aku adik mu kita dari rahim yang sama". Gabriella meyakinkan nya sekali lagi
"A khh BACOT!". Guntur menebas celurit itu sehingga melukai kedua nya. Reesha yang tidak berdaya lagi pingsan di tempat tanpa melupakan apa yang terjadi saat itu apa yang ia dengar dan siapa yang mengatakan kebenaran atau menyembunyikan nya setelah tahun tahun berlalu dengan banyak cerita. Abhi yang masih tidak sadar tidak melakukan apapun. yang pasti guntur berhasil membawa gabriella pergi bersama.nya..