Rasa nya dua minggu adalah waktu yang sangat lama bagi Reesha menahan rindu nya. Semua itu membuat Reesha kuat akan diri nya sendiri dan siap melindungi keluarga kecil yang sekarang ia Punya
"Kakak". Gabriella menghampiri kakak nya yang tengah sibuk memilih sampul untuk buku nya akan terbit tidak lama lagi
"Ha?". Tanya Reesha
"Ayo ikut aku". Gabriella menarik tangan kakak nya.
"Kemana?". Tanya Reesha tanpa memandang Gabriella
"Ke taman Dirgantara". Gabriella menjelaskan.
"Ha? tidak aku sibuk kapan kapan saja'? Ucap Reesha menolak sambil tersenyum.
"Kakak tidak asik ayo lah sebentar disana ada penjual Martabak sultan kesukaan mu". Gabriella membujuk lagi.
"Hmzzzzz ya sudah tapi jangan lama lama dan aku izin Abhi dulu dimana dia?". Reesha meletakkan disain sampul nya dan menuruti kemauan sang adik yang memaksa.
"kak Abhi keluar membeli titipan ku, ayo lah jangan izin dia tau kau pegi denganku". ucap Gabriella
"Baiklah ayo ayo". Reesha menuruti kemauan itu dengan sangat terpaksa.
Taman itu tidak terletak jauh dari perumahan tempat mereka tinggal saat ini mungkin segan berjalan kaki sudah sampai.
"Hanya membeli saja lalu pulang kan? aku takut lama lama". Reesha menggandeng tangan adik nya itu dan melihat sekeliling
"Kakak!! sudahlah santai saja kau tidak akan di gorok karena terlambat pulang". Gabriella menjawabnya dengan menahan tawa.
"Nah itu dia ayo'. Reesha melihat penjual martabak.itu dan menghampiri nya
Serasa sudah lama.sekali mereka tidak jalan berdua seperti itu. Karena masalah yang terlalu banyak.
Mereka memesan martabak lalu duduk berdua menunggu pesanan mereka siap.
"Martabak disini memang terbaik cobalah". Gabriella menyuapkan martabak mini di etalase itu pada Reesha kakak nya.
"hem iya". Reesha memakan itu sambil tersenyum.
"Pak satu martabak jumbo makan disini dan ukuran sedang bungkus saja ekstra kacang". Pesan Gabriella
"Eh monyet jumbo makan disini?. Reesha Terkejut.
"Ya mengapa?". Tanya Gabriella
"Jangan terlalu boros.. ishh". Nasehat Reesha sambil menggeleng.
"Kakak Ayo lah ini jarang kita lakukan". Protes Gabriella menjawab.
"Ishh terserah padamu saja". Reesha Menyerah dan tidak ingin berdebat. Datanglah apa yang mereka pesan.
Benar benar jumbo . Ekstra kacang dan keju.
"Bar bar". Reesha menggeleng.
"Tunggu apa? Mari kita hajar". Gabriella sudah merancang semua itu sebagai ucapan selamat atas kemenangan kakak nya dari semua masalah mereka selama ini. Mungkin tidak akan sebwrapa tapi mungkin cukup membuat Reesha tersenyum.
Mereka memakan martabak jumbo berdua sehingga tersisa sedikit dan mereka memutuskan membawa nya pulang bersama martabak yang mereka pesan sebelum nya.
"Sudah sudah ayo pulang". Reesha bangkit berdiri dan ingin membayar pesanan mereka.
Saat belum jauh langkah mereka meninggalkan tempat itu terlihat laki laki yang Reesha dapat mengenali dengan jelas itu adalah Abhi. tapi untuk apa dia disana?.
"Kak itu seperti kak abhi". Gabriella menunjuk laki laki yang memang mirip seperti Abhi di depan tak jauh dari mereka.
"Eh iya tapi untuk apa dia disini?". Reesha berbisik.
"Hampiri saja". Bisik Gabriella sambil bersembunyi di balik sebuah pohon dan menarik dan kakak bersama dia.
"Abhi?". Suara Reesha seketika seakan sesak menahan cemburu nya saat wanita itu bergandeng tangan dengan seorang lelaki yang bagi Reesha Milik nya seorang.
"Eh Reesha?Mengapa ka di Sini?". Gandengan tangan itu terlepas.
Reesha tidak tau harus mengatakan apa selain diam tersenyum lalu pergi. Reesha merasa tidak baik ia menunjukan cemburu yang akan merusak semua suasana mereka saat ini.
"Tunggu". Abhi memegang tagan itu untuk mencegah nya pergi.
"Mengapa?". Abhi tau apa yang terjadi tapi berpura pura tidak peka agar Reesha mengatakan apa yang ia rasakan.
Reesha menurunkan pandangan mata nya dan menggeleng.
"Hey katakan". Abhi membisik
"Tidak. ce-cepatlah pulang". Reesha memalingkan badan.nya membelakangi Abhi agar tidak terlibat dengan cemburu..
"Sebelum aku pulang ada yang ingin aku katakan tentang wanita di ujung sana yang sedang bersama adik mu".Abhi mendekat kan Wajah nya hingga bersandar di pundak Reesha.
Reesha dengan setengah bingung tapi senang karena jarang di perlakukan demikian memandang gadis yang sedang Bicara bersama Gabriella
"Dia Ayesha saudari kembar aleysa. Dia yang akan menggantikan Reesha". Seketika Reesha berdebar. Apa yang baru saja ia dengar tidak mungkin benar.
"APA INI!".Reesha sangat marah dan spontan berteriak.
"Dengar dulu eyy mengganti kan apa". Abhi menarik tubuh itu agar mendekat sedikit lebih dekat dengan nya.
"Aku tidak mau jika dia menggantikan posisi ku". Reesha menundukkan wajah nya.
"Dia akan mengganti kan posisi mu mengerjakan tugas rumah". Abhi sedikit bermain dengan pandangan wanita itu agar salah tingkah.
Reesha mendorong tubuh nya dan berpaling dengan malu malu.
Tapi sekali lagi tangan Abhi mendekatkan kembali tatapan mereka.
"Tidak lucu". Reesha memukul kecil d**a itu dan sesaat kemudian bersandar dengan nyaman di d**a nya. Abhi membalas semua itu dengan sebuah pelukan hangat.
"Takut ya?". Tanya Abhi tanpa melepas pelukan nya.
"Tidak hanya takut tapi juga merasa bersalah". Reesha Melepas pelukan itu dan menatap mata yang sangat ia cintai.
"Bersalah karena ada yang menggantikan ku". Reesha melanjutkan kalimat nya.
"Aku bisa saja mencari pengganti mu". Ucap Abhi
"Oh ya". Jawab Reesha
"Ya tapi jika wanita yang mengganti mu itu jauh lebih baik dari mu". Abhi memegang tangan keheasih nya itu dan tersenyum manis.
"Tapi jika ada". Lanjut nya lagi.
"Apa ada?". Reesha bertanya dengan pipi yang memerah dan jantung berdebar luar biasa
"Tidak. Apa kau mau di gantikan". Abhi mencubit hidung mancung itu dan kedua nya tersenyum..
"Abhi lihat itu ayo kesana dulu aku ingin membeli nya". Reesha menarik tangan Abhi ke sebuah penjual aksesoris yang tak jauh dari mereka berdiri saat itu.
Abhi membeli dua pasang kalung yang sama. bertuliskan nama depan mereka masing masing. Abhi memakai kan kalung itu ke leher Reesha dan mengatakan "Pakai ini selagi kau mencintai ku".
Reesha menatap kalung itu dan mengganguk kecil. Lalu Reesha mengatakan "Pakai kalung itu saat kau berjanji tidak melupakan aku apa pun yang terjadi nanti". Reesha tersenyum lalu kedua nya menghampiri Gabriella dan ayesha yang tengah berbincang dan mengajak mereka pulang karena hari telah senja....