Reesha dengan tanpa berpikir lagi. Datang ke kantor polisi membawa data setiap kamar base dokter dan bertanya di kamar manakah Abhi menginap.
"Katakan dimana kau menginap?". Tanya Reesha.
"Kamar 24". Jawab Abhi
"Reesha terus mencari dimana data kertas untuk kamar 24. tapi tidak juga ia temukan. Mungkin sudah di robek oleh si pemfitnah itu.
"Abhi kenapa tidak di temukan". Reesha mulai menangis.
"Reesha ey tenangkan dirimu, Kau yakin bukan aku tidak bersalah? Berhentilah mencari pembenaran jika kau yakin kita adalah kebenaran itu". Abhi memegang tangan kekasih nya itu agar sedikit lebih tenang.
"Tapi jika sampai masa di tentukan vonis mu? aku tidak pernah bisa tanpa mu syang sadari itu". Reesha menangis lagi.
"Aku lebih tidak bisa tapi percayalah disaat kita yakin saat itu Tuhan bekerja". Abhi mengingatkan lagi.
"Dia benar kak lebih baik kita mencari cara lain. disaat vonis akan ada saksi kunci dan disana semua akan terbukti". Gabriella mengajak kakak nya itu pulang pasal nya sudah begitu pucat.
"Baiklah aku pergi dulu". Reesha berpamit lalu pergi kembali ke rumah.
"Apa kau kurang puas membuatku menderita!! Setelah ibu dan ayah lalu adikku dan anak nya sekarang suami ku? Ha? Mengapa tidak aku saja! biarkanlah aku menjadi sayap pelindung mereka!". Marah Reesha dalam doa nya di depan patung sang bunda maria.
"Abhi adalah alasan hidup untukku lalu adikku adalah nafas dalam setiap jalurku! Kau memberi duka pada mereka seolah mereka tidak berarti apa apa untuk hidupku! apa mau mu! Apa kau pikir suami ku bisa menderita seperti kristus putra mu? Hah ?". Maki Reesha lagi .
"Aku tidak percaya lagi padamu setiap cinta dan kasih sayang mu padaku adalah palsu". Maki Reesha untuk kesekian kali nya
"Maka jika seperti itu Tuhan tidak akan bekerja". Suara Gabriella dari belakang. Reesha menoleh.
"Bukan kah aku menyuruh mu mandi?". Reesha bangkit dan menghapus airmata nya itu. Lalu bersusah payah melengkung kan senyum.
"Kak.. percayalah akan ada jalan untuk setiap masalah kita harus sekuat ayah dan setengar ibu dalam banyak hal". Gabriella meyakinkan kakak nya itu.
Reesha hanya tersenyum bagaimana ia bisa kuat di saat kekuatan nya ada di jeruji penjara.
"Aku tidak memiliki segala nya aku kehilangan banyak hal dalam hidupku ayah ibu Abhi dan semua nya". Reesha Menyerah
"Kau boleh kehilangan segala nya tapi ingat satu hal kau tidak pernah kehilangan aku kau punya kekuatan.dariku aku akan berjalan seiring dengan mu. Meski bukan saudara kandung dan suatu saat aku dapat pergi".Gabriella Memeluk kakak nya itu seerat Mungkin agar memberi nya kekuatan.
Tangisan Reesha semakin terisak hingga d**a itu seakan sesak menahan setiap derita kelurga itu.
"Jangan pernah pergi jika kau kekuatan ku". Reesha Melepas peluk itu dan berusaha tersenyum kembali.
Sedikit tentang Gabriella. Mungkin kau mengira mereka adalah dua saudara kandung yang lahir se daging dan sedarah. Tapi kamu salah. Gabriella Adalah putri tunggal dari keluarga pengusaha kaya Yang menjual berbagai produk komestik. Kemudian.. seiring berjalan nya waktu.. Gabriella dan kelurga algantara menajdi teman di saat usia Reesha 3 tahun lebih tua dari Gabriella. Perjalanan terus berlalu mereka menjadi dekat se dekat persahabatan kedua orangtua mereka.Reesha menjadi sayap pelindung setiap kali Gabriella mendapat bullyan dan serangan dar luar Reesha siap menjadi obat terbaik untuk luka sahabat nya. sampai 4 HARI sebelum epergiaan orang tua REESH akan sebuah tugas mengunakan pesawat yang megantarkan mereka menuju ajal nya. Sebuah surat titipan telah Aliya tulis agar Gabriella terus bersama Reesha menjadi dua orang yang saling melindungi selayak nya saudara kandung. Sejak saat itu Reesha terus mengira Gabriella Adalah adik kandung nya karena surat itu benar benar Aliya sendiri yang menulis. Gabriella meninggalkan kelurga nya demi bersama Reesha dan menjadi bagian dari algantara meski menerima penderitaan yang sama itu tidak membuat gabriella pergi meninggalkan Reesha seseorang yang sudah sekian tahun bersama nya. Itu Gabriella, Yang selalu menjadi melodi indah dan Reesha adalah jemari nya..
"Terima kasih". Ucap Reesha Lalu berniat membersihkan diri lalu memulai saat teduh..
"Jangan pernah mengatakan kau tidak meyakini tuhan kak ia tau setiap tangis mu yang bahkan tidak bersuara sekali pun". Gabriella memberi semangat
"Iya aku hanya sedang setres saja". Ucap Reesha.
"Kau sudah makan?". Tanya Gabriella
"Tidak a khh aku tidak lapar. Esok ayo pergi ke bintara lagi mencari arsip halaman 24". Ucap Reesha.
"Hamm baiklah tapi istirahat kan dirimu itu". Gabriella melihat Kakak nya begitu lelah menangis untuk hari ini.
"Tidak lebih baik aku di sini membaca buku". Ucap Reesha
"Ishh ya sudah kunci pintu nya aku takut Guntur menyerang lagi di tambah tidak ada keamanan disini". Ucap Gabriella
"Eh iya itu apa tidak ada keringanan menyewa security?". Tanya Reesha.
Mengingat Security Gabriella ingat pesan Erlich.
"Eh kak". Gabriella duduk di sebelah Reesha dengan mendadak.
"Iya apa?". Reesha bertanya
"Tadi Erlich kemari". Ucap Gabriella
"Ha Erlich? Siapa?". Reesha melupakan lelaki yang semalam menolong mereka karena tidak ada selain kebebasan Abhi dalam pikira nya saat itu.
"Erlich kak!! Putra Rendra majikan kakak sebelum pensiun konveksi ingat tidak?". Gabriella menjawab
Ohh itu si tinggi besar seperti gendruwo itu?". Reesha mengingat namun sambil memaki
"Oshh bukan genderwo tapi Erlich". Gabriella menjawabnya dengan kesal.
"Hamm iya iya lantas mengapa dengan dia?". Reesha bertanya
"Dia datang kemari kak'. Gabriella menjawab.
"Bah? kapan?". Reesha Terkejut
"Saat kakak sedang ke kantor polisi sendirian'. Jawab Gabriella
"Ya lalu?". Reesha bertanya lagi
"Dia memberi saran untuk menyewa security?". Jawab Gabriella
"Ha? Apa? hahahh!!". Reesha tertawa tak tertahan.
"lah tertawa kau?". Gabriella heran melihat orang satu itu.
"Jika menyewa security lalu jika security lama selesai berlibur dia akan pulang dengan alasan kita mengganti nya drngan security yang baru begitu?". Reesha menahan tawa asal usul yang aneh tapi ada benarnya juga. Guntur dapat datang kapan saja untuk mengambil Gabriella serta ayya.
"Iya juga tapi? Aku takut". Gabriella menatap khawatir kakak nya itu.
"Nanti biarkan Erlich saja menjadi security nya haha". Reesha tertawa. ia tau maksud Erlich afalah untuk mendapatkan adik nya dengan menjadi security di rumah itu.
"Ha? Serius?". Gabriella terkejut tapi tersenyum senang
"Iya terlfon dia dan pekerja kan mulai besok". Reesha meminta
"Aa terimakasih kakak". Gabriella terlihat sangat senang
" Terimakasih untuk apa? yang ku beri kerja Erlich bukan kau??". Reesha tertawa
"Ya aku senang karena kita aman begitu". Gabriella tersenyum malu lalu ia menelfon Erlich
"Halo". Erlich mengangkat telfon itu
"Iya halo apa?". Jawab Erlich
"Besok bekerjalah di rumah kami Kakak setuju soal security baru dan itu kau". Gabriella tersenyum bahagia
mereka mungkin saling mencintai hanya tida bisa bersatu saja. Adat nya perempuan hamil tidak boleh menikah dan bercerai. menunggu sampai anak nya lahir dan berusia 8 bulan lalu akan kita lihat perpisahan Gabriella dan Guntur mungkin itu adalah awal bahagia