Reesha membawa kaki nya menjauh dan kembali ke rumah menarik diri nya dan mencoba membiasakan diri tidak melihat suami nya lagi bila mana tidak dia di temukan bukti Abhi tidak bersalah. Ya pertama kali srumur hidup nya wanita itu menyerah bahkan sebelum mencoba. Kita tinggalkan Reesha bersama perjalamam nya pulang ke rumah. Gabriella pun merasa Khawatir juga akan kakak nya jika memang benar tidak dapat di bebaskan.
"Ya kristus aku menghormati mu begitu yakin padamu aku mencoba diam dan tetap tersenyum atas setiap sakit yang kau berikan. Tapi dia? Apa kesalahan nya? Apa yang membuat mu sangat ingin membuat nya menangis? bukan ka sudah terlalu banyak airmata itu menetes semenjak orangtua kami kau panggil? Protes Gabriella dalam doa nya.
"Tok tok'. Pintu rumah itu di ketok". Gabriella takut membuka pintu bila mana guntur datang kembali.
"Erlich". Bisik nya pelan.
Se cepat mungkin pintu itu di buka oleh nya dan mengizinkan Erich masuk.
"Ada apa ayo masuk silahkan duduk dulu". Gabriella mempersilahkan tamu nya itu duduk dan ia menyiapkan makanan ringan sebagai hidangan.
"eh tidak usah aku lari hanya sebentar kok. Dimana Kakak mu?". Erlich bertanya.
"Dia sedang keluar. Mengapa?". Gabriella menjawab.
"Heh tidak aku hanya mengatakan saja agar rumah ini di sewa kan security karena orang b******k itu dapat datang kapan saja". Nasehat Erlich.
"Hamm tentu aku akan membicarakan nya dengan kakak saat dia kembali. Yakin tidak mau duduk? sekedar menunggu dia dan kalian bicarakan saja berdua aku mengikuti apa yang kakak setujui". Jawab Gabriella.
"Tidak aku harus cepat pergi ada urusan jangan lupa sampaikan apa Kakk mu okey". Erlich pamit. Gabriella tersenyum lalu membiarkan nya pergi.
"Ayya kau tau mama mu bodoh karena meninggalkan dia". Sesal Gabriella sambil mengelus perut nya.
"Kita buatkan saja kue beras kesukaan bibi mu okeyy". Gabriella berjalan menuju dapur. Ia berniat membuat kue beras kesukaan Reesha agar sedikit ia terhibur.
"Jadi ini sekian di tambah s**u lalu di uleni". Ucap Gabriella memahami resep dari hp nya.
Ia melakukan apa yang di hp nya itu dengan hati hati agar hasil nya sempurna. dulu saat masih bersama Aliya dan hiro mereka suka membuat kue beras itu setiap hari ulangtahun Reesha atau saat Reesha merasa kurang baik karena dl kuliah nya yang ngebut.
Kini Gabriella meneruskan nya. Ia merasa kakak nya itu sudah terlalu banyak menangis. Ia ingin membuat kakak nya itu tersenyum meski dengan hal yang sederhana kue beras penuh cinta.
"Nah jadi tinggal di kukus saja". Gabriella mengambil kukusan dan menyala kan kompor. Gabriella menata kue yang telah ia bentuk itu untuk di kukus sekitar 20 menit. Oven sudah lama rusak dan harus nya lebih bagus memakai oven tapi kukusan pun jadi.
"20 menit aku harus apa". Gabriella melihat jam saat itu. Lalu ia duduk dan berpikir.
"Hamm ku buat carbonara saja atau corndog Maybe? semua hal yang kakak sukai dia pergi tanpa sarapan juga". Gabriella menggeleng. Lalu mulai memasak lh ia sesuai yang dia inginkan. Kurang dari 45 menit semua siap dan suara kakak nya mulai terdengar pulang..
"Dek heloo". Reesha membuka pintu nya dan melepas sepatu. meletakkan nya di rak dan menengok mencari dimana adik nya. Gabriella sudah menata semua dengan sanga cantik lalu datang pada sang kakak membawakan kue beras carbonara dan corndog.
"Heyy lihat ini". Gabriella menunjukkan apa yang ia bawa sambil tersenyum
"Wah? kau yang buat?". Tanya Reesha.
"Tentu saja kakak siapa lagi". Ucap Gabriella menyuapkan kue beras itu pada kakak nya.
"Hamm enak". Ucap Reesha menyuap kan balik kue beras itu pada Gabriella
"Ayo duduk disana dan kita makan". Gabriella mencoba membuat sang kakak lupa akan masalah nya.
"Gabriella kau tau? setelah aku ke kantor itu benar Abhi di tahan di saa dan hanya dengan tebusan hukuman bisa lebih ringan tapi hanya jika bukti tidak bersalah tidak di temukan. Aku benar benar yakin Abhi bukan orang seperyi itu". Cerita Reesha pada adik nya.
"Kakak ipar orang baik kak tidak mungkin ia berada di sana cukup lama'. Ucap Gabriella
"Aku yakin itu tapi dimana bukti itu". Reesha meragukan diri nya sendiri.
"Rumah sakit bintara Medical". Gabriella sangat yakin.
"Ha?". Reesha bingung
"Dia bekerja disana. Satu satu jawaban kita adalah rumah sakit itu". Ucap Gabriella
"Mungkin iya tapi bukan kah base dokter berbeda dengan rumah sakit inti?". Jawab Reesha
"Cek saja dulu kali ini aku ikut". Gabriella memaksa
"Baikla ayo cepat!!". Reesha sangat terburu buru katena tak ingin suami nya lama.di sana.
Sementara itu Abhi di penjara
"Ada surat untuk mu". Ucap seorang sipir.
"Surat?". Batin Abhi menerima surat itu.
"Atas dugaan membawa Sabu seberat 8,9 gram dr. SpA. Neo bagaskara di berhenti kan dari tugas nya secara tidak hormat dari rumah sakit bintara Medical 17 februari 2022". Demikan isi surat itu menghancurkan hati nya.
"Ini masih dugaan bukan lalu mengapa kau mengambil apa yang menjad mimpi ku?". Protes Abhi menangisi surat itu.
"Abhi". Panggil seorang tahanan yang satu sel dengan nya.
Abhi menghapus airmata nya.
"Tenang kan dirimu! Kau punya tuhan! Ini masih dugaan kunci nya hanya sabar! Sabar Abhi sabar!. Semangat seorang tahannan itu
Abhi mulai bangkit kembali dan berusaha untuk kuat agar bisa kembali pulang. Ia tidak bersalah atas semua itu. Sabar yang di perlukan hanya sabar sampai esok tiba waktu nya mendapat keadilan dan pasti kebenaran nya yang akan menang cinta nya akan Reesha yag pasti akan menguatkan nya sekali lagi dan.lagi mungkin.hanya doa yang bisa ia ucap agar bukti itu segera di temukan..
Reesha dan Gabriella sampai di rumah sakit bintara dan benar benar mencari bukti itu disana.
"Ijinkan aku masuk ku mohon". Mohon Reesha untuk memasuki ruang inti rumah sakit dimana semua data di kumpulkan untuk mengetahui siapa saja yang satu base bersama abhi. Disana tidak ada cctv.
"Kau bukan staff rumah sakit kami". Bentak seorang suster.
"Kami perlu data itu membuktikan suami ku tidak bersalah akan ku cari siapa yang satu base dengan bagaskara". Tangis reesha
Gabriella melihat itu dan tidak bisa diam saja
"Haii izin kan dia masuk! Kami membutuhkan itu secepat nya". Ucap Gabriella membentak akhir nya ia di izin kan masuk ia berantakan seluruh isi ruangan itu tapi tidak menemukan apa apa. Ia secepat mya menemui Abhi untuk bertanya siapa yang mungkin menyimpan data semua base..