Reesha semakin merasa bersalah atas penderitaan keluarga Algantara saat ini. Kepergian suami nya kematian Ayah dan ibu nya akibat sebuah kecelakaan pesawat dan juga hubungan adik nya yang sedang di ujung tanduk. Semua itu ia pikirkan selama ia masih bisa mencari cara tidak akan ia memberi tau siapapun selain hati nya seorang.
"Ya kristus apa yang harus anak mu ini lakukan. Ia kehilangan harapan. Aku takut semua tidak bia di perbaiki". Doa nya di suatu malam berteman kan hujan dan badai. Hanya dia dan adik nya. Di dalam kamar yng cukup luas tanpa ada sang suami yang sudah pergi sejak dua minggu lepas. Khawatir akan keluarga nya semakin kuat ketika ia melihat wajah adik nya yang kini dapat tertidur pulas tanpa menangis lagi. Tanpa menangis tentang seorang lelaki yang mengajak nya kedalam lubang penderitaan mengambil dan menghancurkan bahagia nya satu demi satu. Akibat cinta yang terlalu cepat. Kini Reesha tidak ingin adik nya itu menderita sendirian kini ia yang akan menjadi pelindung terkuat untuk setiap rapuh dalam diri gabriella dan anak dalam kandungan adik nya tersebut yang juga calon keponakan nya. Malaikat kecil yang akan sedikit membawa cahaya untuk rumah itu Ayyara.
Tangisan Reesha semakin kuat dan kian deras. Sederas hujan yang jatuh di malam tak berarti itu.
"Abhi pulang lah". Ucapan terakhir nya. sebelum mulut nya tertutup dan menangis tanpa suara dimalam yang tak berarti apapun.
Gabriella mungkin menyadari tangis dari kakak nya itu lalu kemudian terbangun. Ia duduk di sebelah reesha dan coba bertanya apa yang membuat nya duka seperi itu
"Kak? mengapa?terpikir lagi? tenangkan diri mu aku ada disini dan Kak Abhi akan kembali setelah tugas nya selesai". Gabriella mencoba memberi keyakinan pada kakak nya itu sekali lagi.
"Bukan hanya kau dan Abhi tapi bayi mu juga bagaimana nanti ketik ia lahir tanpa seorang ayah di samping nya?". Pikir Reesha. Airmata menetes lagi. Gabriella memberi semangat pada kakak nya itu terlihat seperti hilang harapan saja.
"Kak.. lihat aku.. aku disini aku dengan mu ara pun dengan mu selama kau disini tidak terjadi apa apa yakin saja kau pelindung kami". Ucap Gabriella menghapus air mata kakak nya itu.
lalu Reesha perlahan dapat tersenyum ia memikirkan jika ia menyerah seperti apa keluarga nya kelak bayi dalam kandungan Gabriella dan suami nya jika tau ia menyerah karena harapan yng terhenti.
"Tidur lah sudah semalam ini". Gabriella menyelimuti kakak nya itu dan menyuruh nya untuk tidur melupakan segala nya agar esok kembali kuat.
"Aku pasti kuat semua akan berlalu aku hanya sedang melewati proses".Kuat reesha untuk hati nya sendiri. Belum lama hati itu sedikit tenang kembali terjadi sesuatu yang membuat nya menangis..
"Suara pintu tergedor". Kedua saudara itu terbangun dari tidur mereka.
8 orang laki laki telah mengepung rumah mewah itu. Reesha benar benar merasa takut. Akan adik nya dan bayi tanpa dosa itu. Bayi yang bahkan belum melihat dunia.
"Ambilkan aku pisau". Ucap Reesha memberi isyarat pada sang adik. Lalu Reesha ke luar seorang diri dan mengunci adik nya di dalam kamar agar aman.
"APA YANG KALIAN INGINKAN". Teriak Reesha sambil menodongkan pisau. Tapi serasa tak mungkin menang jika melawan 8 orang laki laki.
"Wahh kakak ipar". Ucap Guntur ( Ku samar kan saja).
"Dimana istri dan anakku!!". Guntur Mengambil pisau itu dengan mudah dari tangan Reesha.
"Tidak! jangan bawa adikku kau aka n menyiksa nya bersama bayi tak berdosa itu". Reesha menahan sakit nya. Tangan itu kini berada di 7 orang laki laki anak buah guntur.
"GABRIELLA!! KELUAR!! LIHAT KAKAK MU INI DIA AKAN SEGERA MATI!!". Teriak guntur sambil megalungkan celurit ke leher Reesha. Gabriella tidak bisa diam melihat hal itu. Ia melihat dari atas memberi isyarat izin untuk turun.
"Tidak jangan". Ucap Reesha.
"Turunlah! Atau malam ini terakhir kali kau melihat nya!!". Ucap Guntur mengancam.
Karena tidak memiliki pilihan Gabriella turun dengan takut.
"Nah isteriku mari pulang denganku tidak ada guna kau disini Hiro dan Aliya sudah mati! Tidak ku dapat harta nya mati kau bersama nya!!". Hendak di tebas nya pisau itu arah Gabriella..
"HENTIKAN! Jagan kau sentuh dia". Tangan seorang laki laki menghentikan jalan nya. Erlich. pengagum lama Gabriella.
"Eakk pahlawan ini?ciuh". Guntur memberi isyarat untuk menyerang erlich. Gabriella menginjak kaki guntur mengambil celurit itu dan balik mengancam. Keadaan semakin memburuk. Dengn mengancam guntur dan membuat reesha terlepas dari ancaman nya..
"MASUK DAN KUNCI!!". Ucap Erich. Lalu benar mereka melakukan apa yang Erlich ingin kan. Berpelukan mereka di dalam ruang tamu dengan rasa takut di pikul 2 Malam.
"Kau tidak apa?". Tanya Reesha tanpa peduli dia yang sebenar nya terluka.
"Aku baik saja lihat luka mu itu". Gabriella merasa heran dengan kakak nya itu apakah masih mungkin seseorang menanyakan luka padahal dia sendiri terluka? Mungkin itu yag membuat Reesha sangat sangat istimewa dimata Gabriella.
Setelah malam tanpa arti itu berlalu. Berpelukan mereka dan tertidur gelisah. Kita tinggalkan dua saudri yang saling menyayangi itu.
di sisi lain ada Abhi. Dia lelaki hebat yang kini tengah mengejar profesi mulia sebagai seorang dokter. Abhi neo Bagaskara. Pemimpin utama keluarga Algantara tersebut lelaki tampan yang berhasil mengambil hati Reesha sampai pada 12 desember memutuskan menikah.
"Aku akan menghubungi istrku sebentar". Ucap nya pada senior nya untuk meminta waktu.
"Suara dering telefon".
Reesha begitu senang ketika panggilan video itu masuk.
"Halo". Ucap Abhi sambil tersenyum.
Reesha mengucap halo juga lalu duduk untuk mulai mengobrol tanpa menceritakan apa yang terjadi semalam.
"Reesha kau menangis". Ucap Abhi mencurigai mata Reesha yang sembab.
"Ha? Tidak itu aku kurang tidur semalam karena menonton drama"
.Reesha menutupi duka nya itu sambil tersenyum
"Mengapa?". Tanya Abhi.
"Aku tidak bisa jika kau tidak di samping ku ketika malam". Ucap Reesha.
"Hmm begitu aku akan pulang hari ini". Ucap Abhi.
Melompat Reesha dengan sangat bahagia.
"Sungguh?". Reesha memastikan.
"Iya syang". Ucap Abhi.
Suara itu membuat Reesha sangat senang di awal.. tanpa menanyakan apa yang akan Abhi bawa pulang bersama nya.
Abhi sudah menyiapkan diri nya dan membawa sebuah tas besar berisi barang barang nya. Tanpa menyadari seseorang telah memasukan n*****a kedalam tas itu sehingga.. Penggeledahan di bandara saat itu di lakukan. Ter tangkap lah ia membawa n*****a dan.terjebak.di situasi tersebut.
"Ini fitnah!!". Teriak nya.
"Jelaskan semua d kantor! Ciuh memalukan jas dokter mu ternoda!". Maki seorang polisi..
Di hiring lah Abhi ke kantor saat itu juga. Seperti setres dan hilang harap. Semua itu benar benar menghancurkan hati nya dan rindu nya akan Reesha. Polisi itu menelpon Reesha agar setidak nya memberi tebusan itu kesalahan yag tidak suami nya lakukan. Reesha Terkejut untuk itu.
"Dek!! Aku ke kantor polisi". Pamit nya pada Gabriella.
"Ha? siapa??". Gabriella terkejut
"Seseorang memfitnah Abhi dan memasukan n*****a kedalam tas nya". Ucap Reesha
"Aku ikut". Ucap Gabriella
"Tidak kau sedang hamil dan kantor itu lumayan jauh kunci rumah nya dan jaga dirimu, Guntur bisa datang kapan saja". Reesha Lalu berlari keluar dan memanggil taksi. Menangis lagi ia dalam perjalanan nya.
"Ya kristus apa lagi ini?". Ucap reesha menyerah.
Saat sampai di kantor polisi...
"Abhi". Langsung berpeluk mereka antara rindu dan takut.. Lalu duduk dan saling bicara..
"Apa yang terjadi?". Reesha menangisi suami nya itu.
"Percayalah padaku ada yang memasukan itu kedalam tas ku. Saat berkemas aku tidak di base". Ucap Abhi memegang tangan reesha dan meyakinkan nya.
"Ini masih di selidiki aku percaya sepenuh nya padamu". Reesha memengang erat tangan itu.
Mereka saling menatap dan menangis..
"Jam besuk sudah habis ayo masuk! ! Bentak seorang polisi lalu tangan itu terlepas lagi..kini cinta mereka terhalang Sebuah pintu besi penjara dan syap pelindung itu akan mencari cara kekasih nya tidak mati sia sia karena kesalahan yang tidak ia lakukan sama sekali..