Karena bahagia dan haru yang mereka rasakan, Diana sendiri bahkan lupa jika ada Raymond disana.
"Nak, siapa pemuda ini?" tanya Hendra - ayah Diana, setelah meleraikan pelukannya pada putrinya. Ia menatap penuh tanya pada kehadiran sosok tampan, maskulin dan penuh aura kekuasaan meski Raymond sejak tadi hanya diam.
Buru-buru gadis itu menyeka air matanya yang sempat membanjiri pipinya tadi. Ia menatap ke arah Raymond yang tengah tersenyum tipis menyaksikan ia dan ayahnya.
"Dia ... dia adalah Raymond, Ayah." Diana memperkenalkan lelaki yang sejak tadi berdiri sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam kantong celana. Diana menjadi berdebar, ada rasa takut dan khawatir jika suatu saat akhirnya ayahnya tau bagaimana awal mula ia mengenal lelaki itu.
Pertemuan tak sengaja, kesan yang bur