"Hei pemalas, apa kau tidak ingin bangun?" bisik Diana pada telinga Raymond. Tangannya memainkan jambang tipis di dagu calon suaminya itu.
Lelaki yang ada dihadapannya tampak masih terlelap seperti bayi yang tak berdosa. Menggemaskan sekali dimata Diana.
Bibir ranum gadis itu terangkat perlahan saat matanya menyapu seluruh permukaan wajah Raymond. Ia masih tidak habis pikir, lelaki yang dulu ia anggap menakutkan dan kejam pada dirinya itu ternyata memiliki sisi hangat dalam dirinya.
"Sudah puas menatap wajah tampanku?" celetuknya, yang secara spontan membuat Diana memudarkan senyumnya dan menarik tangannya.
Mata tajam dengan iris berwarna coklat itu terbuka dan menatap gadisnya dengan intens. Membuat tubuh Diana terpaku ditempatnya.
"K-kau sudah bangun?"
"Hemm, suaramu terlalu m