"Aku pulang, Sayang." Raymond yang baru saja pulang dari kesibukannya langsung menuju ke kamar Diana. Gadis itu nampak berdiri di balkon jendela kamarnya. Mengenakan dress panjang tertutup, rambutnya tergerai dan dibiarkan diterpa hembusan angin malam. Ruangan kamarnya dibiarkannya hanya diterangi lampu tidur yang pendarnya tak mampu menerangi secara maksimal.
Tak ada sahutan dari Diana. Ia masih tetap diposisinya, hingga jemari tangan Raymond menyentuh pinggangnya. Sebuah kecupan lembut ia labuhkan di pipi kiri gadis itu, namun Diana tak juga bergeming ataupun menanggapinya.
"Sayang, ada apa?" tanyanya yang telah diliputi rasa penasaran karena Diana-nya tidak bersikap seperti biasanya, yang selalu antusias menyambutnya, memberikan senyuman terindahnya setiap Raymond pulang. Diana yang