"Aku berangkat dulu, Sayang. Jika kau bosan, kau boleh jalan-jalan kemanapun kau mau." Raymond tersenyum sambil membelai kepala Diana yang terbungkus handuk.
"Benarkah?"
"Tentu."
"Ya sudah hati-hati di jalan." Diana memberikan sebuah kecupan singkat di pipi Raymond.
Hal sederhana, namun membuat Raymond begitu berbunga-bunga. Semangatnya meningkat berkali kali lipat, pagi itu. Terlebih lagi, senyum Diana terus mengembang hingga dirinya berangkat.
***
Hari ini, Diana berniat untuk melakukan kunjungan dokter. Ia dan Raymond sudah sepakat akan segera meresmikan hubungan mereka, oleh karena itu Raymond meminta dirinya untuk melepaskan alat kontrasepsi yang dipasang di rahimnya.
Diana bersiap-siap, dan akhirnya berangkat dengan diantar oleh sopir khusus yang juga merangkap sebagai b