"Tentu saja, Kek." Raymond membentangkan tangannya, mempersilahkan kakeknya untuk berjalan duluan.
Tidak ada yang tahu jika sebenarnya Raymond memiliki kepribadian yang begitu hangat. Ia memiliki banyak cinta dan kasih di dalam hatinya. Namun lingkungan kelas atas yang begitu menjijikkan membuatnya memilih untuk bersikap arogan.
Terbiasa dengan orang-orang yang seperti penjilat membuat Raymond tak begitu banyak berteman. Karena yang dia tahu setiap orang yang datang dan mendekat padanya hanyalah orang-orang yang memiliki niat lain.
***
Raymond menuntun kakeknya hingga ke ruang tamu. Disana terlihat Diana tengah berdiri sambil memandangi sebuah lukisan besar yang terpajang di dinding.
"Sayang," panggil Raymond, yang seketika membuatnya menoleh. Ia terkejut dengan sosok pria tua yang