Getaran ini selalu terasa saat aku menatap mata indah mu, Diana. Aku tidak tahu perasaan apa yang sedang melanda hatiku. Aku hanya merasa jika aku tak ingin kau jauh dariku, aku tak ingin kau melihat lelaki lain selain aku, aku hanya ingin kau tetap bersamaku, itu saja. Aku terlalu munafik untuk mengakui semuanya dihadapan mu, entahlah ... ada perasaan takut yang selalu menghantuiku setiap kali aku ingin berbicara denganmu. Aku sadar aku bukanlah orang yang pantas untuk mu-- Raymond.
_________
Tangan Raymond mengusap pipi lembut Diana. Ia menatap mata gadis itu dengan lekat, seolah ingin mengucapkan seribu kalimat yang akhir-akhir ini begitu mengganggu hatinya.
"Ehm ... Raymond, kurasa hari ini cuacanya buruk. Bisakah kita pulang sekarang? Jika tidak, mungkin kita akan terjebak badai."