"Tidak! Tidak seperti itu, Raymond. Semua yang kau tahu itu adalah bohong! Aku tidak pernah menghianatimu sedikitpun. Aku sangat mencintaimu, dari dulu hingga sekarang." Vivian tanpa sungkan memeluk tubuh Raymond dan menenggelamkan wajahnya pada d**a bidang lelaki itu.
"Hentikan sandiwara ini, aku sudah tau semuanya sejak lama. Pergi dari rumahku dan jangan pernah berharap lagi!"
"Tidak mau! Aku ingin kau kembali bersamaku, seperti dulu. Hanya kita berdua, tidak ada yang lainnya. Please!" Sudut mata Vivian terasa memanas. Buliran bening itu lolos dan tak bisa ia tahan.
Sementara Raymond mendengus kesal. Ya, bagaimanapun wanita yang sedang mendekap dirinya adalah wanita yang dulu pernah mengisi hari-harinya. Vivian adalah cinta pertamanya. Ia tergila-gila akan paras cantik perempuan i