Diana berdiri di balkon kamarnya sambil menikmati angin malam yang dinginnya sedikit menusuk. Ia hanya mengenakan bathrobe setelah membersihkan tubuhnya dari sisa-sisa percintaannya dengan Raymond.
Memandang jauh kedepan dengan tatapan kosong. Ada banyak sekali hal yang terlintas di pikirannya. Salah satunya adalah ayahnya. Diana tak tahu kabar ayahnya yang terbaru.
Ia terhenyak saat tiba-tiba sepasang tangan kekar telah melingkar di pinggangnya, bersamaan dengan mendaratnya sebuah kecupan di pipinya.
"Apa yang kau lihat, disini?" tanya Raymond karena malam ini langit tak menyuguhkan keindahan apapun selain kegelapan.
Diana menghela nafas dan memejamkan matanya.
"Raymond ... bagaimana kabar ayahku?"
"Kau mengkhawatirkannya?" Lagi, sebuah kecupan singkat diterima oleh Diana.
"T