"Dari mana saja kau?"
Diana terkejut karena Raymond ternyata sudah ada di dalam kamarnya. Lelaki itu tengah duduk di sofa.
Matanya yang memerah dan menatap dengan sorot tajam itu seolah mengintimidasi dan menelanjangi dirinya yang kedapatan tengah mengendap-endap.
Diana pikir Raymond sedang tak ada dirumah, tapi ternyata dia salah.
"Kau tidak punya telinga?" Kembali ia terkesiap.
"Apa kau menjual tubuhmu di luaran sana? Tak cukupkah segala kemewahan yang sudah ku berikan?!"
"Aku dari rumah ibuku," jawab Diana dengan datar. Ia membuang wajahnya untuk menghindari tatapan mata Raymond.
"Oh ya?" Raymond berdiri dan berjalan mendekatinya hingga menyisakan sedikit jarak diantara mereka.
Diana bahkan bisa merasakan hembusan nafas Raymond yang menyapu permukaan wajahnya. Jantungnya