Hari itu begitu kacau. Raymond meminum banyak sekali minuman hingga kesadarannya mulai terganggu. Akhirnya mau tidak mau, Willy harus mengantarnya pulang.
"Bantu aku!" serunya pada para pelayan yang berbaris rapi di depan pintu utama.
Beberapa pelayan lelaki pun berduyun-duyun datang, membantu memapah tuan mereka serta membawakan tas dan juga jas milik Raymond.
"Apa yang terjadi, Tuan Willy?" tanya pelayan senior yang sudah mengabdikan diri pada kakek Raymond selama hampir dua puluh tahun.
"Tuan muda minum banyak sekali di kantor," jawab Willy. Ia menghentikan langkahnya sejenak.
Sementara pelayan itu terdengar mendesah. Seperti diselimuti kecemasan.
"Padahal sudah lama tuan muda tidak seperti ini. Apa Anda tahu sesuatu yang membuat tuan muda bisa menjadi seperti ini?" selidiknya