Prang ....
Pyar ....
Suara gaduh berasal dari ruangan Raymond. Hal itu sontak saja membuat asisten pribadinya pun masuk kedalam untuk memastikan.
"Tuan, Raymond ... apa yang terjadi, Tuan?" Willy menyapukan pandangannya ke sekelilingnya dan mendapati vas bunga bahkan laptop yang biasa dipakai oleh Raymond sudah berpelukan dengan lantai.
Namun sang pelaku hanya duduk sambil menopang kepalnya pada kedua tangannya yang bertumpu pada meja kerjanya.
Rambutnya kusut, begitu pula dengan wajahnya yang sudah seperti selembar kertas yang baru saja di remat-remat. Sangat kusut, kusam dan tak ada aura.
"Apa Anda baik-baik saja, Tuan? Apa ada sesuatu yang bisa saya lakukan?" Willy tau jika tuannya sedang tak baik-baik saja. Selama bertahun-tahun mendampingi Raymond, ia sangat hapal dengan lela