Maggie kembali membaca laporan yang pernah ia setujui. Ia sudah melakukannya berkali-kali, tetapi kali ini ia berhenti di halaman terakhir, pada tanda tangannya sendiri. Di bawahnya ada keterangan bahwa laporan tersebut merangkum pemeriksaan pascaoperasi. Ia tidak mengingat membaca lampiran yang kini ditemukan. Namun ia tahu kelalaiannya memberi laporan itu jalan untuk menjadi jawaban resmi.
Naya datang membawa jadwal pemeriksaan internal. “Mereka ingin mewawancaraimu sebagai penerima dokumen dan sebagai pejabat yang meneruskannya.”
“Aku tahu.”
“Apakah kau ingin didampingi penasihat?”
Maggie mengangguk. “Ya. Aku juga ingin menjawab sendiri, bukan meminta orang lain membaca pernyataanku.”
Naya menuliskan permintaan itu dan mengatur jadwal. Ia tidak bertanya apakah Maggie takut. Ia tahu pertanyaan itu tidak akan membantu pekerjaan mereka.
Di ruang rapat, Grant menunggu Maggie dengan salinan laporan. Ia mengatakan komite pengawasan meminta penjelasan mengapa dokumen lama diperiksa kembali. Maggie menjawab bahwa ia akan menjelaskan penemuan versi berbeda dan tanggung jawabnya sendiri. Grant meminta agar mereka berhati-hati menyebut kegagalan lembaga sebelum penyelidikan selesai.
“Aku tidak akan mengarang kesimpulan,” jawab Maggie. “Tapi aku tidak akan menyembunyikan bahwa aku meneruskan laporan tanpa memeriksa lampiran.”
Grant menutup map. “Kalau itu tersebar, seluruh proses kerja kita akan dipertanyakan.”
“Memang seharusnya dipertanyakan.”
Suasana menegang. Grant mengatakan ia tidak berniat menghalangi penyelidikan, tetapi harus melindungi operasi yang masih berjalan. Maggie memahami alasan itu, namun ia juga tahu kata “melindungi” sering dipakai untuk menunda pengakuan.
Naya mengirimkan draf memo kepada Kelly dan pemeriksa internal. Memo itu memisahkan kasus Chow dari laporan Suriah. Ia menegaskan bahwa pesan anonim yang diterima Flak belum teridentifikasi dan tidak dapat dipakai untuk membuktikan siapa yang mengubah dokumen. Kelly menyetujui. Ia juga menulis bahwa FBI tidak memiliki dasar untuk menuduh Idris terlibat dalam laporan lama.
Flak membaca memo tersebut. Ia bertanya apakah Maggie sudah memutuskan untuk mengundurkan diri. Naya menjawab belum ada pembicaraan seperti itu. “Ia harus menjalani pemeriksaan, bukan membuat keputusan besar untuk menenangkan orang lain.”
Maggie menjalani wawancara internal sore itu. Pemeriksa bertanya kapan ia pertama kali menerima ringkasan dan apakah ia membaca lampiran. Maggie menjawab ia menerima versi pusat, membaca bagian utama, dan menandatanganinya sebagai laporan final. Ia tidak membaca seluruh lampiran. Ia tidak ingat menerima versi lapangan yang menyebut misi pengamatan.
Pemeriksa bertanya apakah ia pernah meminta bahasa laporan diubah. Maggie menjawab tidak ingat pernah meminta perubahan, tetapi ia tidak akan menyatakan itu tidak terjadi tanpa memeriksa catatan. Ia meminta pemeriksa mencari komunikasi dari kantornya.
Setelah wawancara, ia membaca transkrip dan mengoreksi satu tanggal. Ia tidak mengubah jawaban tentang kelalaiannya. Ia menandatangani setiap halaman.
Di koridor, Flak menunggu. “Bagaimana?”
“Seperti yang seharusnya. Mereka bertanya, aku menjawab.”
“Apakah kau merasa lega?”
“Belum. Tapi aku tidak perlu berpura-pura tidak tahu apa yang kulakukan.”
Malam itu, Maggie mengirim pembaruan kepada keluarga korban melalui petugas penghubung. Ia menyampaikan bahwa ia telah diwawancarai dan mengakui meneruskan laporan tanpa meninjau lampiran. Ia tidak menyebut hasil pemeriksaan. Keluarga membalas bahwa mereka menghargai kejujuran itu, tetapi tetap menunggu jawaban tentang siapa yang mengubah dokumen.
Maggie menyimpan balasan tersebut. Ia tahu pengakuan kelalaian tidak cukup untuk menyelesaikan semuanya. Namun ia juga tahu penjelasan resmi yang baru harus dimulai dengan kebenaran tentang siapa yang menandatanganinya.
Pemeriksa internal meminta Maggie mengisi formulir pengungkapan konflik sebelum wawancara. Ia menuliskan bahwa ia menerima versi pusat dan meneruskannya, serta bahwa ia mengenal Flak secara profesional. Pemeriksa bertanya apakah hubungan itu membuatnya ingin melindungi Flak. Maggie menjawab ia ingin melindungi lembaga dari tuduhan yang tidak terbukti, tetapi tidak akan menahan bukti yang relevan. Jawaban itu dicatat tanpa komentar.
Flak mengirimkan salinan catatannya kepada pemeriksa dan memastikan tanggalnya tidak tercampur dengan dokumen dinas. Ia tidak ingin catatan pribadi dianggap laporan resmi. Pemeriksa menerima dengan tanda terima dan menyatakan bahwa mereka akan memeriksa tulisan tangan serta tanggal melalui sumber lain. Flak tidak meminta mereka mempercayainya begitu saja.
Naya membuat jadwal terpisah untuk wawancara saksi, peninjauan arsip, dan rapat pengawasan. Grant ingin satu pengarahan gabungan, tetapi Naya menjelaskan bahwa masing-masing jalur memiliki aturan akses berbeda. Maggie mendukung pemisahan itu dan meminta sekretariat mengirim undangan yang sesuai.
Pada rapat berikutnya, pemeriksa menunjukkan kepada Maggie satu email yang menanyakan apakah ringkasan dapat dibuat lebih singkat. Email itu berasal dari kotak umum, tetapi tidak menyebut laporan mana. Maggie tidak mengingatnya. Ia meminta agar pesan dibandingkan dengan arsip lain sebelum dipakai untuk menyimpulkan bahwa ia pernah meminta perubahan. Pemeriksa setuju dan menandai sumbernya sebagai belum terverifikasi.
Flak mendengar tentang email itu dan tidak menyarankan siapa pun sebagai pengirim. Ia berkata banyak permintaan administratif memakai bahasa serupa. Naya mencatat bahwa frasa yang sama tidak cukup mengidentifikasi seseorang. Grant meminta agar semua korespondensi yang relevan dicari, tetapi Maggie membatasi permintaan pada rentang tanggal dan unit yang tercatat.
Pemeriksa kemudian meminta Maggie mengidentifikasi tanda tangannya pada beberapa halaman. Ia mengenali tanda tangan pada versi pusat, tetapi tidak pada lembar pengantar yang ditemukan di kotak arsip. Ia tidak menyatakan siapa yang menandatangani. Pemeriksa memindai kedua halaman dan mengirimkannya kepada ahli dokumen. Maggie diberi tahu bahwa hasilnya mungkin hanya menunjukkan kemiripan, bukan identitas.
Maggie meminta agar hasil ahli dokumen tidak disampaikan lewat telepon. Ia ingin laporan tertulis dengan batas yang jelas. Pemeriksa setuju dan menetapkan tanggal untuk meninjau hasil bersama. Maggie menambahkan jadwal itu pada kalender dan menahan diri untuk tidak bertanya apakah tanda tangannya cocok.
Naya menerima pemberitahuan bahwa ahli telah menjadwalkan pemeriksaan. Ia mengirimkannya kepada Maggie dan Flak tanpa menambahkan komentar. Semua pihak akan menunggu laporan yang sama.
Maggie meminta sekretaris mengonfirmasi bahwa jadwal diterima oleh pemeriksa dan penasihatnya. Semua balasan masuk sebelum rapat sore.
Ia menyimpan konfirmasi dalam log.