Minggu kedua dimulai dengan daftar arsip yang belum ditemukan. Naya menyusun permintaan satu per satu, memastikan setiap dokumen punya kaitan langsung dengan laporan Suriah atau identifikasi Tom. Maggie meninjau daftar itu di ruang rapat. Ia menghapus permintaan yang hanya berbunyi “semua komunikasi terkait”, lalu meminta rentang tanggal dan unit pemilik ditentukan lebih jelas.
“Kalau kita meminta semuanya, arsip akan menenggelamkan pertanyaan,” katanya.
Flak membantu menyusun kronologi kejadian dari catatannya sendiri. Ia menandai bagian yang diingat langsung, bagian yang baru ia ketahui dari laporan, dan bagian yang kosong. Salah satu kekosongan berkaitan dengan jam ia dibawa ke rumah sakit. Ia tidak mengisi perkiraan. William akan membandingkan catatannya dengan log medis yang dapat diperoleh melalui proses yang sesuai.
Maggie mengingatkan bahwa dokumen medis Flak juga punya batas privasi. “Kita hanya perlu waktu dan statusmu saat itu. Tidak perlu membuka seluruh riwayat kesehatan.”
Flak setuju. Ia menandatangani persetujuan terbatas dan menyimpan salinannya. Ia tidak ingin pemeriksaan dokumen lama berubah menjadi pencarian tanpa batas terhadap dirinya sendiri atau orang lain.
Pemeriksa internal mengirimkan kabar bahwa dua lampiran dari laporan lapangan ditemukan di gudang arsip berbeda. Mereka belum dibuka karena perlu diverifikasi siapa yang terakhir menyegelnya. Maggie memberi wewenang kepada pemeriksa untuk membuka dengan saksi dari arsip. Flak tidak ikut. Ia menunggu laporan resmi.
Sementara itu, Kelly mengirim pembaruan bahwa dakwaan terkait pembagian informasi terhadap Idris sedang ditinjau jaksa. Belum ada keputusan. Naya memasukkan status itu pada bagian terpisah dari penyelidikan Chow. Ia menolak permintaan seorang pejabat yang ingin menulis “pengkhianatan Idris terbukti”.
“Yang terbukti hanya ia mengirim informasi tanpa izin,” jelas Naya. “Motif dan kaitannya dengan serangan belum diputuskan.”
Pejabat itu menyebut kata-katanya terlalu berhati-hati. Naya menjawab bahwa istilah hukum harus tepat. Maggie mendukung dan meminta revisi dilakukan sebelum memo beredar.
Menjelang siang, lampiran yang ditemukan akhirnya dibuka. Isinya daftar waktu komunikasi lapangan dan catatan evakuasi. Ada satu tanda tangan Flak, tetapi ia tidak ingat membuatnya. Ia membaca halaman tersebut perlahan dan melihat bahwa jamnya mungkin berasal dari waktu lokal, bukan waktu pusat. William meminta ahli arsip menilai format dan asal dokumen.
“Apakah ini membuktikan laporan pusat salah?” tanya Grant.
“Tidak sendirian,” jawab Maggie. “Ini membuat kita perlu memeriksa cara waktu dicatat.”
Flak menatap halaman itu. “Aku ingat menulis catatan serupa setelah kami dibawa keluar. Tapi aku tidak ingat formulir ini.”
Pemeriksa meminta ia tidak berspekulasi. Flak mengangguk dan menyampaikan yang ia ingat secara terpisah. Naya mencatat bahwa ketidakpastian tidak sama dengan penyangkalan.
Sore harinya, Maggie menghubungi petugas keluarga untuk mengonfirmasi pertemuan minggu itu. Keluarga ingin mendengar langsung dari Flak dan Maggie, tetapi tidak ingin media mengetahui waktunya. Maggie mengatur pertemuan di kantor penghubung dengan ruang privat. Ia memastikan tak ada rekaman tanpa persetujuan.
Flak menyiapkan tiga halaman catatan, tetapi akhirnya hanya membawa satu lembar berisi tanggal dan hal yang ia tahu. Ia akan menjawab pertanyaan dengan kata-katanya sendiri. Ia tahu pertemuan itu tidak akan memberi penutup; mungkin justru membuka lebih banyak pertanyaan.
Kay mengirim pesan bahwa pembimbingnya memajukan konsultasi ke pagi berikutnya. Flak menyesuaikan jadwalnya dan mengabari Maggie. Ia tidak meminta Kay mengubah waktu. Maggie memindahkan rapat internal dan berkata, “Kehidupan orang lain tidak harus menunggu kita selesai.”
Pada malam hari, Flak membuka kembali catatan lapangannya. Ia menulis bahwa lampiran baru belum cocok dengan ingatannya, tetapi belum tentu bertentangan. Ia menutup buku sebelum mulai menafsirkan. Untuk pertama kalinya, ia merasa mampu membiarkan dokumen tetap menjadi pertanyaan.
Pemeriksa memanggil Flak lagi setelah lampiran dibuka. Mereka menunjukkan tanda tangan pada formulir dan menanyakan apakah ia mengenali tulisan di margin. Flak mengenali hurufnya sendiri pada satu catatan waktu, tetapi tidak pada komentar yang menyebut latihan. Ia tidak menyatakan bahwa dokumen telah dipalsukan. Ia hanya mengidentifikasi tulisan yang dapat ia kenali dan mengakui bagian yang tidak ia ingat.
Pemeriksa meminta ia menjelaskan apakah ia menerima formulir saat berada di rumah sakit. Flak berkata mungkin, tetapi ia tidak bisa memastikan. Ia meminta catatan pengunjung dan waktu administrasi diperiksa. Pemeriksa menambahkan permintaan itu ke daftar, lalu menjelaskan bahwa data rumah sakit hanya akan digunakan untuk menentukan kronologi, bukan membuka riwayat medisnya.
Maggie meminta salinan daftar pemeriksaan agar semua pihak tahu siapa yang memegang tindak lanjut. Ia menolak permintaan seorang staf untuk menghubungi mantan petugas secara pribadi. “Kalau keterangan itu penting, kita bisa meminta secara resmi. Jangan membuat saksi merasa sedang dibujuk.” Flak menyetujui. Ia sendiri tidak akan menelepon orang yang pernah bekerja dengannya.
William membawa ahli arsip untuk memeriksa cap pada lampiran. Ahli itu menemukan dua jenis tinta, tetapi keduanya bisa berasal dari proses administrasi biasa. Ia tidak dapat menyimpulkan kapan tanda tangan dibuat. Flak melihat hasil pemeriksaan dan bertanya apakah tintanya cocok dengan catatan lain. Jawabannya belum cukup pasti. Ia meminta agar laporan ahli tidak dipersingkat menjadi “dokumen asli” karena pertanyaan mereka menyangkut perubahan setelah dokumen dibuat.
Kelly meminta agar satu salinan lampiran disimpan di tempat netral dengan tanda terima. Maggie menyetujui, sehingga baik CIA maupun pemeriksa independen dapat mengakses versi yang sama. Mereka menandatangani setiap halaman. Prosedur itu terasa lambat, tetapi tidak ada yang menyarankan jalan pintas. Jika kelak ada perbedaan, mereka dapat melihat salinan yang mana yang digunakan.
Maggie memastikan pemeriksa menuliskan hasil tinta sebagai “belum konklusif”. Ia tidak ingin satu frasa teknis dipotong dari laporan. William mengirim koreksi itu kepada semua penerima dan meminta mereka mengganti ringkasan sebelumnya.
Flak memeriksa ulang log pribadinya dan menandai kapan ia terakhir melihat formulir itu. Ia menyerahkan catatan kepada pemeriksa tanpa menyimpulkan asalnya.
Pemeriksa menyimpan formulir sebagai barang bukti administratif, bukan sebagai dasar kesimpulan. Naya mencatat penjelasan itu dalam memo tim.