Pemeriksa independen menemukan tiga versi berbeda dari ringkasan operasi Suriah. Versi pertama, tersimpan dalam arsip lapangan, menyebut misi pengamatan yang berakhir dengan kontak bersenjata. Versi kedua, yang masuk ke berkas pusat, menyebut latihan rutin. Versi ketiga adalah salinan catatan Flak, ditulis tangan beberapa jam setelah ia kembali. Tidak satu pun berdiri sendiri sebagai bukti lengkap.
Maggie memanggil Flak dan Naya ke ruang rapat kecil. William bergabung lewat sambungan audio. Kelly tidak hadir karena dokumen tersebut berasal dari perkara berbeda, tetapi ia diberi tahu bahwa pemeriksaan internal sedang berjalan.
“Versi pusat memiliki tanda tanganmu,” kata Maggie kepada Flak.
“Aku mengenali tanda tanganku. Aku tidak mengenali kalimat tentang latihan rutin.”
“Apakah kamu menandatangani halaman kosong?” tanya Naya.
“Tidak.”
“Apakah kamu membaca seluruh laporan sebelum menandatangani?”
Flak diam. “Aku membaca ringkasannya. Aku berada di rumah sakit saat versi final dibawa kepadaku. Aku percaya penjelasan petugas administrasi bahwa isi laporan tidak berubah.”
Maggie mencatat jawaban itu tanpa menyelanya. Ia juga mengatakan bahwa dirinya menerima versi pusat sebagai laporan final dan mengirimkannya ke atasan. “Aku seharusnya memeriksa lampiran sebelum menyetujuinya,” katanya. “Tanggung jawab itu milikku.”
Grant masuk setelah mereka selesai meninjau perbedaan. Ia tidak meminta mereka menarik laporan pemeriksaan. Ia bertanya siapa yang mengubah dokumen. Belum ada bukti tentang orang tertentu. Pemeriksa hanya dapat menyatakan bahwa versi kedua dibuat setelah versi lapangan dan tidak memiliki riwayat revisi yang utuh.
“Jadi kita tidak tahu siapa,” kata Grant.
“Benar,” jawab Maggie. “Kita tidak akan menunjuk seseorang sampai ada bukti.”
Flak menyampaikan bahwa catatan pribadinya mendukung versi pengamatan, tetapi ia mengakui ia tidak mencatat semua yang terjadi. Ia tidak tahu siapa yang memberi perintah setelah kontak bersenjata dimulai. Ia juga tidak tahu apakah keputusan di lapangan memperburuk keadaan.
Naya menulis pertanyaan-pertanyaan itu dalam daftar terpisah. “Biar pemeriksa menjawab satu per satu. Jangan satukan dengan kasus Chow kecuali ada bukti bahwa Tom menghubungkan keduanya.”
William menambahkan bahwa rekaman lama hanya menunjukkan Tom berada dalam satu pertemuan setelah kejadian. Ia tidak memperlihatkan siapa yang menyusun dokumen atau apa yang Tom ketahui tentang laporan pusat.
Grant menatap layar. “Kalau kita kirim semua ini ke pengawas, mereka akan bertanya kenapa baru sekarang.”
“Karena kita baru menemukan perbedaan versi hari ini,” kata Maggie. “Itu jawaban sebenarnya.”
Rapat berakhir tanpa keputusan tentang tanggung jawab individu. Maggie meminta pemeriksa menjaga dokumen asli dan mencatat setiap orang yang mengaksesnya. Ia juga menghubungi bagian pengawasan internal untuk membuka pemeriksaan formal. Flak menyerahkan buku catatannya dan menandatangani tanda terima.
Di lorong, ia bertemu Naya. “Aku merasa seperti baru tahu bahwa tanda tanganku dipakai untuk sesuatu yang tidak kuingat,” katanya.
“Kau memang baru tahu.”
“Kalau aku salah mengingat?”
“Kita akan menemukan buktinya. Ingatanmu bukan satu-satunya sumber.”
Flak mengangguk. Ia tidak ingin Naya mengatakan ia pasti benar. Kejujuran lebih berguna daripada penghiburan yang tak berdasar.
Sore itu, Maggie berbicara dengan keluarga salah satu anggota tim yang gugur melalui saluran resmi. Ia tidak memberi janji bahwa penyelidikan akan menghasilkan jawaban cepat. Ia mengatakan laporan lama sedang diperiksa dan keluarga berhak mengetahui hasilnya. Salah seorang kerabat meminta agar nama korban tidak digunakan untuk melindungi lembaga. Maggie menyetujui dan mencatat permintaan tersebut.
Flak membaca salinan catatan dari percakapan itu dan menutup mata sebentar. Ia teringat wajah orang-orang yang telah kehilangan anggota keluarga, lalu menyadari bahwa mereka pantas mendapat lebih dari sebuah kalimat resmi. Namun ia tidak akan menjadikan rasa sakit mereka alasan untuk menyimpulkan sesuatu sebelum bukti tersedia.
Grant memerintahkan agar staf pengawasan diberi akses penuh ke versi yang berbeda, tetapi membatasi pemberitahuan kepada orang yang perlu tahu. Naya meminta daftar penerima disimpan bersama berkas. Grant sempat bertanya apakah ia mencurigai seseorang membocorkan dokumen. “Saya tidak punya bukti siapa pun melakukannya,” jawab Naya. “Saya hanya ingin setiap salinan bisa dilacak.” Grant menyetujui dan menugaskan satu penghubung untuk mengelola akses.
Setelah itu Maggie mengajak Flak ke ruang makan kecil. Ia mengakui pernah membiarkan urgensi operasi membuatnya menerima ringkasan tanpa membaca seluruh lampiran. “Aku mengira semua orang di bawahku menyiapkan laporan dengan standar yang sama,” katanya. “Itu bukan alasan untuk melewatkan pemeriksaan.” Flak menjawab bahwa ia juga menandatangani dokumen tanpa membaca versi akhir. Mereka tidak saling membebaskan dari tanggung jawab. Percakapan itu berakhir tanpa janji bahwa satu pengakuan akan menghapus akibatnya.
Sebelum pulang, Maggie meminta Grant mempertimbangkan pemberitahuan kepada keluarga personel yang terdampak. Grant bertanya apakah langkah itu akan menghambat pemeriksaan. Maggie menjawab bahwa keluarga berhak mengetahui sebuah laporan sedang ditinjau, selama mereka tidak diberi rincian yang belum pasti. Mereka sepakat menunjuk petugas penghubung yang tidak terlibat dalam operasi lama. Maggie tidak akan menjadi satu-satunya saluran komunikasi, sebab ia sendiri ikut menyetujui berkas yang sedang diperiksa.
Maggie kemudian menghubungi petugas penghubung keluarga dan menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan belum tersedia. Ia tidak mengatakan bahwa catatan akan mengubah status siapa pun atau menjanjikan penjelasan dalam waktu tertentu. Keluarga meminta agar pembaruan diberikan secara berkala, meski belum ada kabar. Maggie menyetujui. Ia mengerti bahwa diam berkepanjangan dapat terasa seperti pengulangan dari penutupan lama yang dulu mereka terima.
Maggie menetapkan jadwal pembaruan dua minggu sekali. Jika tidak ada kemajuan, keluarga tetap akan diberi tahu bahwa belum ada hasil. Ia meminta petugas penghubung menyampaikan kabar secara langsung, bukan melalui surat massal, dan mencatat setiap percakapan agar tidak ada keluarga yang menerima versi berbeda. Keputusan itu menambah pekerjaan, tetapi Maggie merasa itulah kewajiban yang seharusnya sudah ia jalankan sejak awal.
Ia meminta setiap pembaruan mencantumkan tanggal dan nama petugas penghubung.
Grant menyetujui rencana pemberitahuan keluarga dan meminta Maggie melaporkan kemajuan secara berkala.
Semua pihak menerima salinan keputusan itu.
Ia menyimpan memo di map terkunci.