Malam itu Flak tidak kembali ke rumah lebih awal. Ia duduk sendirian di ruang kerja Maggie, membaca laporan Suriah yang baru ditemukan. Ada daftar nama, waktu kejadian, dan ringkasan keputusan yang dibuat setelah serangan. Beberapa halaman hilang dari salinan arsip. Tidak ada catatan yang menyebut siapa yang menghapusnya.
Maggie memintanya berhenti membaca setelah tengah malam. “Kau tidak akan mendapat jawaban dengan terus memelototi halaman yang sama.”
“Aku perlu tahu apa yang terjadi.”
“Ya. Tapi kau juga perlu membedakan apa yang kau ingat dari apa yang orang lain tulis.”
Flak mengeluarkan buku catatan lama dari tasnya. Ia menyimpan beberapa baris yang ia tulis setelah kembali dari Suriah. Tulisan itu singkat dan tidak rapi, tetapi menyebut bahwa mereka menerima tugas pengamatan, bukan latihan. Ia tidak pernah menyerahkan catatan tersebut kepada siapa pun.
Maggie membaca halaman yang ditunjukkan Flak. “Kenapa kamu tidak memberikannya dulu?”
“Aku takut bila aku menyerahkannya, orang akan menganggap seluruh keputusan saat itu salah. Aku juga takut kalau aku ternyata salah mengingat.”
“Kau seharusnya membawanya ke pemeriksa resmi sekarang.”
Flak mengangguk. “Aku akan melakukannya.”
Ia membuat salinan melalui prosedur dan menyimpan catatan asli di tempat aman. Ia tidak mengirim foto kepada Kay atau siapa pun di luar penyelidikan. Naya kemudian menerima laporan bahwa dokumen itu mungkin membantu memeriksa kronologi, tetapi bukan bukti bahwa Tom mengkhianati mereka.
“Apakah kamu akan membaca isinya?” tanya Naya.
“Ya. Tapi aku tidak akan menjadikannya jawaban sebelum diverifikasi.”
Naya setuju dan mengatur agar salinan diperiksa oleh unit yang tidak terlibat dalam penyusunan laporan lama. Kelly meminta agar FBI diberi tahu jika pemeriksaan tersebut menemukan fakta yang terkait dengan serangan Chow. Maggie menyetujui jalur itu.
Menjelang pagi, Flak menulis surat kepada Kay. Ia tidak menulis tentang operasi atau nama-nama. Ia hanya menjelaskan bahwa masa lalu yang ia kira selesai ternyata sedang diperiksa lagi, dan mungkin ia akan menghadapi beberapa hari yang berat. Ia menambahkan bahwa ia tidak meminta Kay menunggu atau mengubah rencananya. Surat itu ia baca ulang, kemudian ia simpan, belum dikirim.
Ketika Kay menghubunginya, ia memilih bicara langsung. “Ada hal dari masa dinas yang sedang diperiksa. Aku tidak bisa menjelaskan rincian, tapi aku mungkin akan lebih sibuk. Aku ingin memberitahumu sebelum jadwalku berubah.”
Kay terdiam sejenak. “Terima kasih sudah mengatakan itu. Aku tetap presentasi riset hari Jumat.”
“Aku tahu. Aku akan berusaha menghubungimu sesudahnya.”
“Kalau tidak bisa, bilang. Jangan mengirim surat yang membuatku harus menebak.”
Flak tersenyum kecil. “Baik.”
Di kantor, Naya meminta William memeriksa rekaman lama yang terkait laporan Suriah. Ia tidak ingin menyamakan pemeriksaan itu dengan penyelidikan serangan Chow. “Kita bisa punya dua jalur yang berhubungan melalui Tom, tetapi setiap klaim harus punya sumber sendiri,” katanya.
William setuju. Ia mengatur daftar dokumen dan meminta seorang analis lain meninjau salinan secara independen. Nama analis itu sudah tercatat di sistem. Tidak ada akses tidak resmi.
Maggie membawa laporan awal kepada Grant dan menjelaskan adanya ketidaksesuaian. Grant tampak tegang. “Kalau kita membuka laporan lama, itu bisa menimbulkan pertanyaan tentang lembaga.”
“Pertanyaan itu sudah ada,” kata Maggie. “Menutupinya tidak membuatnya hilang.”
Grant meminta waktu untuk membaca semuanya. Maggie memberinya salinan yang disahkan. Flak melihat mereka berjalan ke kantor direktur dan tidak mengikuti. Ia telah memutuskan bahwa kali ini ia tidak akan menjadi satu-satunya orang yang memegang kebenaran, atau mengira diamnya dapat melindungi siapa pun.
Setelah menyerahkan buku catatan, Flak bertemu pemeriksa internal yang ditunjuk Maggie. Ia menjawab pertanyaan tentang kapan ia melihat laporan pertama dan siapa yang membawakan versi final. Ia tidak mencoba mengingat nama petugas administrasi dari ingatan semata; ia meminta pemeriksa mencocokkannya dengan daftar tugas. Saat ditanya apakah ia pernah mengeluhkan isi laporan, ia menjawab tidak. Ia baru sadar belakangan bahwa kalimatnya dapat ditafsirkan berbeda.
Pemeriksa itu tidak menjanjikan hasil cepat. Ia meminta Flak tidak menghubungi mantan anggota tim untuk menyamakan ingatan. Flak menerima arahan itu. Ia telah mempertimbangkan mengirim pesan kepada dua orang yang masih hidup, tetapi menghapus drafnya sebelum dikirim. Kesaksian mereka harus dikumpulkan terpisah agar tidak saling memengaruhi.
Maggie juga diminta memberikan semua versi laporan yang pernah ia terima. Ia menyerahkan salinan yang tersimpan di arsip pribadi dan menandatangani daftar dokumen. “Saya tidak ingin seorang pun menyebut ini pencarian kambing hitam,” katanya. “Kalau ada kesalahan saya, tulis dengan jelas.” Pemeriksa mencatat kalimat itu tanpa memberi komentar.
Pagi berikutnya, Flak hadir dalam sesi pemeriksaan lanjutan. Pemeriksa menunjukkan tiga versi laporan berdampingan dan meminta ia menunjukkan bagian yang ia ingat pernah baca. Flak menunjuk ringkasan misi dan daftar nama, tetapi tidak dapat memastikan urutan dua paragraf di halaman tengah. Ia berkata terus terang bahwa ia mungkin telah melewatkan perubahan di sana. Pemeriksa menuliskan jawabannya dengan kata-katanya sendiri, lalu membacakannya kembali. Flak meminta satu koreksi: ia tidak mengatakan tidak pernah melihat halaman itu, hanya tidak ingat membacanya. Perbedaan itu dicatat.
Ketika pemeriksaan selesai, Flak meminta salinan jawaban yang telah disahkan. Ia membaca setiap baris, membenarkan tanggal saat ia kembali dari rumah sakit, dan meninggalkan bagian yang tidak ia ingat tanpa menebak. Pemeriksa mengingatkan bahwa ia dapat mengajukan koreksi tertulis jika menemukan dokumen lain. Flak menandatangani setiap halaman dan pergi tanpa bertanya apakah pemeriksa mempercayainya. Itu bukan tugasnya untuk menentukan.
Ia menunggu pemeriksa mengonfirmasi penerimaan dokumen, lalu kembali ke meja tanpa menghubungi mantan anggota tim. Ia akan membiarkan masing-masing memberi kesaksian sendiri.
Ia membawa salinan tanda terima dan menyimpannya bersama dokumen pribadi.
William mengunci berkas sumber setelah pemeriksaan. Ia akan memberi tahu tim jika ada perubahan pada penilaian audio.
Naya menyimpan catatan untuk arsip. Ia tidak membuat salinan lain.
Ia mencatat jam pengiriman dan penerima laporan.