Naya datang ke rumah sakit pada pagi berikutnya tanpa membawa berkas. Ia hanya meminta perawat menyampaikan bahwa ia hadir jika Naomi ingin berbicara. Jawabannya datang setelah hampir satu jam: Naomi bersedia menerima kunjungan singkat, tetapi tidak ingin membahas penyelidikan.
Naya mengangguk dan menitipkan semua pertanyaan kepada petugas FBI. Ia masuk dengan tangan kosong. Naomi berbaring dengan balutan bersih dan alat pemantau di samping tempat tidur. Wajahnya masih menunjukkan luka, tetapi matanya terbuka dan tajam. Perawat berdiri dekat pintu, siap menghentikan percakapan jika Naomi memintanya.
“Aku tidak akan bertanya soal serangan,” kata Naya. “Aku ingin minta maaf karena kunjungan pertamaku. Aku mengabaikan permintaanmu dan membicarakan pekerjaan saat kau sedang kesakitan.”
Naomi menatapnya lama. “Kau memang begitu.”
“Ya.”
“Kau pikir aku akan membantu kalau kau membuatku merasa bersalah?”
“Waktu itu aku tidak berpikir cukup jauh.” Naya menahan dirinya agar tidak membela diri. “Aku minta maaf.”
Naomi mengalihkan pandangan ke jendela. Di luar, langit pucat menggantung di atas gedung. “Aku tidak tahu apakah aku akan kembali bekerja. Aku juga belum tahu apa yang akan terjadi pada tubuhku. Orang-orang terus datang dan bertanya apakah aku sudah memutuskan.”
“Kau tidak perlu memutuskan sekarang.”
“Semua orang bilang begitu, lalu mereka datang lagi besok.”
Naya mengerti bahwa janji umum tidak cukup. “Aku tidak akan datang lagi tanpa undangan. Kalau penyidik perlu klarifikasi, mereka akan menunggu sampai kau atau keluargamu menyatakan siap. Untuk saat ini, laporanmu yang sudah ada tetap cukup.”
Naomi memandangnya lagi. “Mereka bilang staf kongres itu keluar dengan selamat.”
“Ya. Ia sedang bersama orang yang ia pilih.”
“Bagus. Jangan biarkan siapa pun menjadikannya tontonan.”
“Aku akan menyampaikan itu.”
Naomi menutup mata sejenak. Kelelahan terlihat jelas pada wajahnya. Naya berdiri, tetapi tidak langsung menuju pintu. “Apakah ada yang bisa kubantu?”
“Pastikan Laura tidak mendengar kabar tentangku dari televisi.”
Naya tahu nama itu dari laporan, tetapi tidak menyebutnya sebelumnya. “Aku tidak bisa mengatur semua siaran. Aku bisa menghubungkan keluargamu dengan petugas yang membantu melindungi privasi anakmu.”
Naomi mengangguk kecil. “Tolong jangan bicara padanya atas namaku.”
“Tidak akan.”
Naya keluar setelah mengucapkan terima kasih karena Naomi telah menerima kunjungan. Di lorong, ia mencatat permintaan itu dan menghubungi petugas penghubung keluarga. Ia tidak meminta rincian mengenai Laura. Ia hanya memastikan ada bantuan yang dapat diakses keluarga tanpa harus berbicara kepada media atau penyidik.
Di ruang tunggu, Naya melihat seorang petugas keluarga berbicara lewat telepon dengan kerabat Naomi. Ia tidak mendekat atau mendengarkan isi panggilan. Petugas itu hanya mengangguk dan mencatat permintaan agar informasi medis tidak dibagikan kepada wartawan. Naya kembali ke lift, membiarkan urusan keluarga tetap berada di tangan orang yang dipercaya Naomi. Rasa ingin tahunya tetap ada, tetapi ia tidak menganggap rasa ingin tahu sebagai hak.
Saat kembali ke kantor, ia menyampaikan kepada Kelly bahwa Naomi tidak ingin ada wawancara. Kelly menjawab bahwa ia akan mematuhi permintaan itu. “Kesaksian awalnya sudah cukup untuk mengarahkan pemeriksaan. Kita tidak akan meminta lebih sekarang.”
Maggie menambahkan bahwa setiap laporan tentang kondisi Naomi harus berasal dari rumah sakit atau keluarganya, bukan kabar informal. Ia meminta bagian komunikasi berhenti mengulang rincian medis yang tidak diperlukan. Grant menyetujui dengan singkat saat menerima memo tersebut.
Flak datang membawa kabar dari William: rekaman yang diharapkan mereka memberi gambaran lebih jelas ternyata memiliki bagian yang hilang. Tidak ada bukti bahwa kehilangan itu disengaja. William sedang menguji salinan lain, tetapi belum memiliki jadwal pasti.
“Lalu apa yang kita punya?” tanya Naya.
“Kesaksianmu dari rekaman, pengakuan Idris soal pesan, dan banyak hal yang belum terhubung,” jawab Flak.
“Berarti kita terus bekerja dari bagian yang kita punya.”
Mereka membagi pekerjaan. Naya membandingkan catatan pesan dengan jadwal yang berubah. Flak menyusun kronologi dari pertemuannya dengan Maggie dan pemeriksaan rekaman lama, menandai mana yang ia saksikan sendiri. Kelly mengumpulkan catatan para staf melalui prosedur resmi.
Pada sore hari, Naomi meminta petugas rumah sakit memindahkan satu foto keluarga dari tasnya ke meja kecil. Ia tidak ingin melihat foto itu, tetapi ingin tahu foto tersebut masih ada. Naya tidak mengetahuinya; ia hanya menerima kabar bahwa Naomi tetap ingin menjaga privasinya. Bagi Naya, itu cukup. Ia berjanji kepada dirinya sendiri untuk tak menjadikan rasa iba sebagai alasan memasuki hidup orang lain.
Malamnya, ia mengirim laporan kepada Maggie. Setiap kalimatnya singkat dan terukur. Tidak ada dugaan baru tentang kondisi Naomi, tidak ada permintaan wawancara, dan tidak ada nama anak yang dicantumkan. Untuk pertama kalinya sejak serangan, Naya merasa pekerjaannya tidak mengambil sesuatu dari orang yang telah lebih dulu kehilangan terlalu banyak.
Naomi berkata ia tidak ingin ada orang menjelaskan kondisinya kepada Laura sebelum keluarganya siap. Naya mengulang permintaan itu kepada petugas penghubung, lalu memastikan namanya tidak muncul di memo yang dibagikan ke luar tim kecil. Ia tahu ia tidak dapat mengendalikan setiap pemberitaan, tetapi ia dapat mencegah informasi dari berkas mereka menambah tekanan. Saat meninggalkan rumah sakit, ia tidak merasa telah memperbaiki kesalahan sebelumnya. Ia hanya telah berhenti mengulanginya.
Di ruang kerja, Naya menghapus salinan foto Naomi yang sempat tersimpan pada folder rapat terbatas. Foto itu tidak diperlukan untuk analisis. Ia meminta orang yang mengumpulkan bahan awal melakukan hal yang sama dan mencatat bahwa salinan tersebut dihapus. Tidak ada yang memprotes, meski beberapa orang menganggap gambar itu membantu mengingat tingkat keparahan serangan. Naya berkata mereka bisa mengingat korbannya tanpa menyimpan gambar yang tidak memiliki tujuan penyelidikan.
Ia keluar dari rumah sakit tanpa menoleh ke ruang perawatan. Permintaan Naomi sudah disampaikan kepada orang yang tepat; sisanya bukan keputusan Naya.
Naya membaca kembali memo Naomi sebelum menguncinya. Ia memastikan tidak ada informasi kesehatan atau keluarga yang tidak perlu.