William Prawanta memindahkan tiga monitor ke satu meja dan meminta semua orang meninggalkan ruang analisis kecuali tim kecil yang menangani autentikasi. Ia tidak suka orang berdiri di belakangnya sambil bertanya apakah sesuatu sudah terbukti. “Kami akan selesai lebih cepat kalau tidak harus menjelaskan setiap menit,” katanya kepada Maggie.
Maggie tidak tersinggung. Ia meminta laporan tertulis saat ada temuan yang bisa dibagikan, lalu mengajak Flak dan Naya menunggu di ruang konferensi. Di sana, Kelly ikut bergabung melalui sambungan video. Ia memperlihatkan jadwal kantor kongres dan salinan log telepon yang diperoleh melalui prosedur resmi. Tidak ada satu dokumen pun yang memberi jawaban lengkap.
“Rapat awalnya memang dijadwalkan di kantor,” kata Kelly. “Kemudian dipindah ke ruang lain. Staf yang dibebaskan dari gedung berada di sana karena urusan administrasi, bukan karena pertemuan Senator.”
Naya membaca catatan waktu dengan cermat. “Jadi pesan Idris dapat merujuk pada jadwal lama, tetapi kita belum tahu kapan penerima membacanya.”
“Benar. Penyedia layanan belum mengirimkan catatan yang diperlukan,” kata Kelly. “Kami tidak akan mengarang waktu baca.”
Flak bertanya apakah ada tanda bahwa Tom pernah mengunjungi gedung itu. Kelly menjawab bahwa belum ada catatan yang bisa mengonfirmasinya. “Kami sedang memeriksa keterangan saksi dan akses yang sah. Tidak ada yang membuktikan dia berada di sana.”
Percakapan berhenti ketika seorang asisten William masuk membawa lembar hasil awal. William sendiri muncul beberapa menit kemudian. Ia menjelaskan bahwa perangkat yang merekam pesan memakai jam internal yang tertinggal hampir dua jam dari waktu jaringan. Perbedaan itu menjelaskan kenapa catatan awal tampak menempatkan pesan sebelum rapat dipindahkan.
“Apakah itu berarti Idris mengirim jadwal lama?” tanya Kelly.
“Belum dapat dipastikan,” jawab William. “Kami bisa menyatakan jam perangkat menyimpang. Isi pesan dan waktu pengirimannya masih perlu dicocokkan dengan salinan lain.”
Naya mengoreksi ringkasan rapat. Ia menulis dengan jelas bahwa kesalahan waktu memengaruhi kronologi, tetapi tidak menentukan niat Idris. Kelly berterima kasih karena ia tidak mencoba mengubah temuan teknis menjadi kesimpulan tentang motif.
Maggie memandangi layar. “Apa yang kita punya tentang Tom dari sumber terpisah?”
William menjelaskan bahwa rekaman lama memperlihatkan pria yang Flak kenali sebagai Tom, tetapi gambar tidak cukup untuk membuktikan kehadirannya di Washington. Potongan percakapan yang lebih baru menyebut nama “T” dan sebuah tempat pertemuan, namun konteksnya belum jelas. Suara di dalamnya belum teridentifikasi.
“Jangan gabungkan dua sumber hanya karena kita mengharapkan hasilnya sama,” kata Naya. “Buat laporan terpisah.”
William tampak puas. Ia sudah menulis hal serupa, tetapi ingin memastikan semua orang memahami batasnya. Flak tidak bicara. Ia sedang memikirkan lelaki dalam rekaman lama: seseorang yang pernah berdiri di sisinya dalam situasi yang jauh lebih sederhana daripada sekarang.
Setelah rapat, ia meminta izin meninjau kembali rekaman itu sendiri. William menolak memberi salinan, tetapi bersedia memutar bagian yang relevan di ruang terbatas. Flak berdiri di belakang garis meja, tidak menyentuh perangkat. Naya ikut masuk sebagai pencatat.
Gambar menunjukkan Tom berbicara dengan beberapa orang. Suaranya tertutup gangguan, namun gerak tubuhnya masih terasa akrab. Ia mengangkat tangan ketika tak setuju, mencondongkan bahu saat mendengarkan, lalu mengalihkan pandangan ke luar bingkai.
“Apakah kamu yakin?” tanya Naya setelah pemutaran selesai.
“Yakin bahwa itu orang yang pernah bertugas bersamaku. Tidak yakin tentang apa yang ia lakukan pada hari ini.”
Naya menuliskan jawaban itu. “Aku akan memakai kalimat persis seperti itu.”
Flak mengangguk. Ia tahu nama Tom dapat membuka jalan menuju bukti. Namun ia tidak akan membiarkan perasaan bahwa ia pernah dikhianati berubah menjadi fakta yang tak pernah diperiksa.
Sore itu, Kelly mengirim pembaruan bahwa staf yang keluar dari gedung telah memilih seorang penghubung dari kantornya dan meminta semua pertanyaan media dialihkan kepadanya. Naya menghapus nomor kontak pribadi perempuan itu dari salinan yang dikirim ke tim CIA. Informasi tersebut tidak membantu penyelidikan dan tidak perlu beredar.
Maggie mengamati tindakannya. “Kau teliti sekali.”
“Dia sudah cukup kehilangan kendali atas harinya,” jawab Naya. “Kita tidak perlu mengambil sisanya.”
Maggie tidak membantah. Ia meminta tim memastikan laporan berikutnya mengikuti standar yang sama. Di luar jendela, malam turun pelan. Pertanyaan mereka masih banyak, tetapi setidaknya satu hal kini jelas: jam pada perangkat tidak dapat dipercaya, dan kronologi mereka harus dibangun ulang dari awal.
Maggie meminta setiap unit menahan diri dari menyusun laporan gabungan sampai sumber-sumbernya jelas. Ia tidak ingin satu kalimat yang benar dalam satu berkas dipinjam untuk membenarkan kalimat lain yang belum terbukti. Kelly setuju mengirimkan pembaruan secara bertahap, meski cara itu berarti mereka harus mengulang penjelasan kepada atasan masing-masing. Flak membantu mencatat batas identifikasinya: wajah pada rekaman cocok dengan Tom yang ia kenal, tetapi rekaman itu tidak menempatkan Tom di Washington. Ia meminta agar kalimat tersebut diletakkan tepat di bawah kesaksiannya, bukan di catatan kaki.
William kemudian meminta Flak menyebutkan satu ciri yang ia gunakan untuk mengenali Tom. Flak menjelaskan bahwa ia tidak mengandalkan rambut atau pakaian, melainkan gabungan gerak, bentuk wajah, dan kebiasaan yang ia kenal dari masa dinas. William mencatat bahwa penilaian itu berasal dari saksi yang mengenal subjek, bukan hasil pengenalan otomatis. Ia meminta Flak menandatangani keterangan tertulis setelah membacanya. Flak mengoreksi satu kalimat yang membuat identifikasi tampak pasti secara ilmiah, lalu membubuhkan tanda tangan.
William menyimpan lembar identifikasi bersama sumber rekaman dan tanggal pemeriksaan. Jika kelak ada ahli lain yang berbeda pendapat, mereka akan dapat menelusuri dasar penilaian Flak tanpa mengandalkan ingatan siapa pun.
Kelly menolak merangkum ulang temuan William dari ingatan. Ia meminta salinan resmi agar tak ada perbedaan antara apa yang ia sampaikan dan apa yang tercatat. William mengirimkannya beberapa menit kemudian.
Ia menyimpan salinan lama di arsip terkunci agar jejak koreksi tetap utuh. Catatan revisi itu juga diserahkan kepada Kelly.